Relawan yang berada di antara sampah di dasar Ciliwung - Katulampa (Foto: Suparno Jumar)

Hujan yang jarang turun di Bogor akhir-akhir ini membawa dampak yang cukup jelas jika kita tengok di Bendung Katulampa. Jauh berbeda ketika banjir jadi primadona siaran berita di tivi-tivi nasional kita, Bendung Katulampa yang mengalirkan derasnya air sungai Ciliwung yang termahsyur tiba-tiba menjadi kering kerontang memperlihatkan bebatuan dan balok-balok pemecah arus di dasar bendung. Sungguh pemandangan yang kontras. Salah satu penanda rusaknya DAS adalah fluktuasi aliran yang tinggi. Pun demikian di Ciliwung ini, kontras ini menunjukkan betapa sakitnya sungai yang menyimpan sejarah panjang dalam peradaban manusia penghuni Bogor hingga Ibu Kota Jakarta sana. Kerusakan ini tak hanya untuk manusia tapi untuk semua mahkluk hidup penghuninya. Bahkan menurut Menteri Kehutanan Siti Nurbaya, sudah 90% makhluk hidup di Sungai Ciliwung sudah rusak. Entah berapa banyak ikan asli Ciliwung yang telah hilang.
Yang lebih miris lagi, dengan surutnya air maka dasar sungai menjadi terlihat jelas dan hampir bisa ditebak apa yang ada di sana. SAMPAH! Sepertinya tak berlebihan jika Kang Parno menyebut bahwa Bogor ini sudah 'darurat sampah'. Bahkan rata-rata sampah harian yang masuk ke Sungai Ciliwung per hari mencapai 7 ton, menurut KLHK. Angka ini tentu akan mudah untuk dihitung jika ingin mengetahui berapa banyak sampah setahun di Kali Ciliwung. Dari sejumlah itu, berapa sih yang bisa diangkut, dibersihkan oleh Pasukan Orange, Laskar Karung, dinas-dinas lain? Dan kemana kah akan lari sampah-sampah ini? Tak lain pasti ke laut. Indonesia telah menjadi penyumbang ke-2 terbesar sampah di lautan yaitu sebesar 187,2 juta ton per tahunnya. Miris banget.
Kembali ke Katulampa pagi itu. Beberapa orang relawan yang berkumpul, dikomandoi oleh Pak Andi Sudirman sang Kuncen Katulampa, kita sepakat untuk turun ke sungai melakukan apa yang kita bisa untuk mengurangi beban sampah. Nah, saking banyaknya sampah yang ada, kita dihadapkan pada pilihan dilematis antara mengangkat sampah ke atas namun terbatas atau membakar sampah yang ada di badan sungai. Akhirnya kita memilih untuk membakar sampah yang ada. Kenapa? Karena ternyata di dasar sungai banyak juga ranting dan batang pohon yang menyangkut di batuan pemecah arus yang akhirnya jadi tempat sangkutan sampah-sampah yang lain. Nah di situlah akhirnya sampah dibakar. Kondisi dasar sungai yang kering juga memudahkan hal ini dilakukan. Ini mengingatkanku pada satu istilah yang kukenal lewat salah satu drama dengan latar dunia penerbangan, yaitu istilah 'Second Best Option' atau pilihan terbaik kedua. Memang membakar sampah bukanlah pilihan terbaik, tapi itu adalah pilihan terbaik kedua karena pilihan pertama sulit untuk dilakukan.
Membakar sampah di dasar sungai
"Membakar sampah itu dilarang lho dalam Perda Kota Bogor.", Pak Ntis menyampaikan. Ya, tapi bagaimana lagi? Jawaban kami serempak sama. Toh, buang sampah ke sungai juga melanggar peraturan. Lagi pula, di Katulampa sini udara cukup terbuka sehingga tidak akan terlalu mengganggu asapnya ke pemukiman warga. Tapi bagaimana dengan karbon yang dilepaskan? Yah, itu pertanyaan juga sebenarnya. Tapi kita kembali lagi pada 2nd best option tadi.
Suara ledakan dari batang-batang bambu yang terbakar memeriahkan suasana pagi itu. Sengatan matahari dan unggunan api membuat suasana semakin panas dan gerah. Banyak hal yang kita temukan pagi itu, dari sisa-sisa lebaran korban yang benar-benar memakan korban akibat masih saja ada orang yang membuang jeroan hewan ke sungai, ada ikan mati karena kekeringan ataupun keracunan, dan jangan tanya berapa banyak Anakonda Ciliwung yang kita temukan. Setiap ledakan bambu terbakar kita sambut dengan ketawa. "Sudah beneran seperti perang ya.", terdengar celetukan seseorang. Ini memang sebuah perang.
Selama hampir 2 jam kami berada di dasar sungai di bawah bendung Katulampa. Kami lakukan apa yang kami bisa. Ya, pilihan terbaik kedua memang bukan lah pilihan terbaik.
Setelah naik ke sungai, Pak Andi dan kawan-kawan di Posko Katulampa sudah menyiapkan sajian 'ngaliwet' yang sungguh sedap dan diakhiri dengan obrolan kopi.
Sungguh luar biasa kan cara kami menggunakan akhir pekan.
Relawan Laskar Karung setelah kegaiatan (Foto: Rey Tisna)

Referensi:
Menteri Siti: 90% Makhluk Hidup di Sungai Ciliwung Sudah Rusak: http://news.detik.com/berita/d-2929961/menteri-siti-90-makhluk-hidup-di-sungai-ciliwung-sudah-rusak





“Baru kali ini aku ‘mabok t*i’!”

Ya, beberapa tahun terakhir ini, sampah kayak apapun bentuknya sudah sering kutemui di sungai, Ciliwung terutama. Dari popok bayi, kemasan plastik, kain lusuh, daging busuk, hingga sampah raksasa seperti sofa dan kasur, bahkan yang mungkin paling jorok sekalipun yaitu kotoran manusia, rasa-rasanya sudah bukan hal yang asing lagi bagiku. Tapi ya, ini benar-benar seperti shock therapy juga bagiku, ternyata semua belum apa-apa dibanding yang kutemui waktu Susur Sungai Ciliwung di Sukasari sekitar 2 minggu lalu. Benar-benar, baru kali itu aku merasakan pusing, wajah panas, mual, hampir muntah dan bahkan nangis berkaca-kaca setelah 2 jam berjalan menyusur tepian Ciliwung di salah satu kelurahan di Kota Bogor itu. Ya, aku mabok! Bukan karena mabok kendaraan atau mabok alkohol apalagi mabok cinta, ini mabok t*i. Mungkin agak kasar ya, tapi memang sepertinya istilah itu yang kutemukan paling pas dengan apa yang kurasakan saat itu. Eits, ini bukan kisah pesimis, jadi lanjut terus bacanya.

Jadi ceritanya, Sabtu 15 Juli 2017 kemarin, kita dari Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor ingin mengadakan Susur Sungai. Jika biasanya ‘mulung sampah’, kita waktu itu ingin nyusur lokasi di Ciliwung yang agak jarang kita datangi sambil lihat-lihat kondisi kekinian bantaran. Kita pilihlah Kelurahan Sukasari dan Babakan Pasar karena masih dekat dari pusat Kota Bogor sehingga aksesnya mudah. Nah, mulai dari jam 9 pagi sampai jam 11 siang itulah, kita menyusuri tepian Sungai Ciliwung di Sukasari. Di situlah, aku dan sepertinya semua teman-teman yang ikut nyusur waktu itu benar-benar diuji kesabaran dan daya tahannya. Setelah berjalan sekitar 5-10 menit dari Roti Unyil Venus Jalan Siliwangi, kita melewati permukiman padat dengan gang-gang sempit terjal menurun, pertanda wilayah itu sebetulnya adalah tebing sungai, kamipun tiba di pinggiran Ciliwung.

“Yang sabar ya...”, kata Pak Tisna. Pak Tisna mah udah sering main kemana-mana, jadi dia mungkin sudah tahu cobaan apa yang akan kita hadapi nanti. Aku sudah mencium aroma-aroma keganjilan ketika kulihat selokan kecil penuh sampah berserakan di sepanjang tangga semen curam yang diapit bangunan menuju tepi sungai. Dan,...

Eng ing eng...

Wilujeng Sumping ti Ciliwung Sukasari!

Ya, bisa dipastikan, kamu tahu apa yang kami lihat kan? Sampah! Yang ngapung, yang di tanah, yang nyangkut, yang apa saja lah ada. Anakonda? Pastinya banyak! Karung mana karung?!! Pak Ntis, mana karung? Hahaha.. Sepertinya jiwa tukang sampah lama-lama jadi bawaan pengen mulung terus. Tapi, kita kudu sabar karena tujuan kita adalah nyusur. Jadi, kita jalan-jalan cantik dulu saja ya sambil poto-poto. Kami pun melanjutkan perjalanan.
Kami sempat selfie bersama anak-anak Sukasari 
Di awal-awal perjalanan, kami cukup dapat banyak hiburan. Di Sukasari ini, lanskap (semoga tak salah istilah) di sepanjang sekitar sungai cukup menarik. Bebatuan keras yang menjadi tepian bak pantai batu ada di sini. Ada anak kecil sedang bermain layangan dengan saudaranya, anak-anak lain sedang main air di sungai, ada pohon kelapa yang melambai ditiup angin sepoi-sepoi. Dan, aliran sungai yang cukup deras membuat seolah-olah dia bersih, padahal enggak, karena sampah-sampah pada hanyut semua. Ya, meskipun ada juga nih di dekat seindah ini, benar-benar pemandangan spektakuler, ‘kasur springbed keramat di tengah kali’! Buset banget! Siapa yang tidur di situ coba? Jin penunggu? Kepikiran banget, segeblek apa orang yang tega buang springbed ke kali?!! Mungkin belum kenyang makan bangku sekolah, atau jangan-jangan menu bangku sekolahnya kurang bergizi? (apaan sih!)


Springbed ajaib, tempat tidur siapa ini? (foto: Rey Sutisna)
Ya, begitulah kira-kira. Selama mungkin 30 menitan waktu dihabiskan di tempat menarik itu, sambil ngobrol ringan tentang Ciliwung. Ngambil sejumlah video dan juga foto. Faiza, kawan baru dari Jakarta yang baru perdana banget ikut nyemplung ke Ciliwung sepertinya seru banget ngobrol dengan anak-anak kecil yang sedang main air. Semangat kakak..
Dan kitapun lanjutkan perjalanan. Dan mimpi burukpun dimulai.

Keindahan lanskap yang di awal tadi kita temukan sebenarnya memang bonus untuk apa yang akan kita lewati. IYA! Sepanjang perjalanan di tepi bantaran (mungkin sekitar setengah kilometer lah, gak tahu lah, pokoknya sampai Sukamulya) semakin lama semakin lama semakin warna-warni dengan aneka sampah! Dimana-mana sampah, hingga saat kita berjalan kaki pun harus pandai-pandai melangkahkan kaki agar tak menginjak sampah, atau meminimalisir lah. Arrgghh! Sulit lah menggambarkan betapa mengerikannya apa yang kami lihat waktu itu, lihat lah sendiri. Sengaja aku pasang hanya 1 foto sampah karena jijay banget, tapi hampir semua tempat ya seperti itu kondisinya. Untuk yang kepo gambar-gambarnya silakan saja intip facebook atau twitter KPC, dijamin banyak koleksinya. 

Hampir dimana-mana seperti ini. 
Dan waktupun belalu, hingga kemudian, setelah selama hampir 2 jam di sungai, aku tiba-tiba pusing. Kenapa? Pas kutengok ke bawah ada si lalet ijo nempel ke yang ijo-ijo. Ya, kita tahu sih, memang pada kenyataannya hampir semua saluran MCK warga yang tinggal di sekitar sungai mengalirkannya ke Ciliwung. Aku juga tahu itu. Tapi, ketika melihat si lalet ijo itu aku puyeng. Sumpah puyeng. Om Parno yang mengajak semua tim untuk foto bersama pun hampir kutolak. Tapi, kupaksakan turun juga. Kita nangkring di batu-batu besar yang tersisa dari Ciliwung sebagai kenangan Susur Sungai hari itu. Hingga kemudian, ada pipa yang mangarah ke sungai mengalirkan air dengan kencang. Airnya muncrat kemana-mana, warnanya aaaarrgghh..... geuleuhhh.. Sepertinya di atas rumah-rumah itu ada yang lagi semedi! OMG, ingin segera kulari dari kenyataan ini. Dan setelah itulah, kami putuskan untuk selesaikan nyusur ini. Aku tak tahan lagi. Aku sudah mabok t*i.

Pengen pulang mandi dan gosok gigi, ngilangin daki, ngilangin memori. Tapi, tak baik juga rasanya jika apa yang kita lihat hanya disimpan untuk diri sendiri. Hal-hal yang kita temukan tepat di tepian Ciliwung tak akan bisa didapatkan jika hanya melihat dari kejauhan, dari kaca mobil, dari jendela mall, dari mana saja tanpa menyentuh langsung apa yang di sana. Susur sungai ini seperti membangkitkan kesadaran yang selama ini aku tak tahu, bahwa sesuatu yang lebih serius telah terjadi. Secara emosional, aku merasa hatiku rasanya miris, teiris-iris, sakit dan sedih. Tak hanya aku, mungkin semua kawan-kawanku yang ikut nyusur hari ini. Sekarang lalu apa?

“Ya, ini PR kita bareng-bareng.”, kata Om Parno pada Pak Udin, warga sekitar yang kebetulan sempat ngobrol dengan kita. Permasalahan sampah sungai ini lebih pelik daripada sekedar ‘kesadaran buang sampah di tempatnya’ yang kurang. Tapi, aku sih percaya, kalau beneran bisa bareng-bareng, sebenarnya ini adalah urusan sederhana. Kita, manusia, yang normal-lah, pasti tak suka dengan bau busuk sampah, kotornya, sumber penyakitnya. Masa sih manusia normal tidak mau tempat tinggalnya bersih? Pasti mau. Hanya saja, kadang kita-kaum urban yang merasa sudah agak tertib buang sampah-kurang paham bahwa mereka yang nyampah di sungai ini, memiliki prioritas lain yang mungkin saja dianggap lebih penting dari urusan sampah. Atau, mereka sebenarnya ‘bingung’, mau buang sampah dimana? Atau memang menganggap Ciliwung itu tempat sampah? Atau apa lagi? Ayoklah kita cari tahu.

NB: Meskipun demikian, aku tak akan kapok ke kali.

Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang (Sukasari, 2017)


 Pengen tahu aja... Ya, memang sepertinya rasa ingin tahu adalah hal yang wajar bagi manusia. Siapa sih orang yang tidak ingin tahu? Sejak kecil pun kita biasa bertanya, ini apa, itu apa. Sering kan memperhatikan anak kecil yang serba ingin tahu. Nah, masalahnya sekarang adalah yang ingin tahunya ini kebablasan. Bagaimana bisa kebablasan? Batasnya apa dan siapa yang menentukan? Siapa hayo?

“Eh lo tau gak, si Ani sekarang punya pacar baru lagi lho.. Bayangin aja, pas sudah sekarang dia mantannya 25 orang! Lo tau gak siapa namanya dan orang mana? Penasaran gw sama calon mantannya. Hahaha”, kata si Yeyen pada si Noni.
“Si Gori katanya kawin ya. Kok bisa sih orang kayak dia cepet kawin? Siapa ceweknya? Orang mana? Jangan-jangan uda DP duluan.”, masih si Yeyen ngobrol sama si Noni.
“Eh, si Siro ganti kerjaan tuh. Berapa dia dapat gaji ya? Gw denger sih tempat kerjanya agak gak bener gitu deh. Iya gak sih?”, Yeyen masih aja ngrobrol sama si Noni.

Eh, buset. Nih orang ya, pengen tahu aja urusan orang lain. Apa gak ada kerjaan dia? Hem, sepertinya enggak juga. Dia punya kok kerjaan. Apaan? Ngepoin orang. Selalu ingin tahu hal hingga sedetil-detilnya, bahkan hal remeh-temeh nggak penting yang malah bikin orang lain sebal. Tapi, ya begitulah orang. Ada yang bilang, kepo ini bawaan.

Kepo yang kumaksud di sini bukan kepo penasaran ala ilmuwan, tapi lebih ke kepo si biang gosip yang ibarat akun instagram itu mirip si emak Lambe Turah. Nah lho, yang follow si emak LamTur bisa dipastikan juga para kepo-ers. Yah, masih itungan wajar sih kalau ngepoin seleb mah. Tapi kadang ini, orang biasa aja lho dikepoin. Gak ngerti apa faedahnya buat dia juga.  Apa mungkin ada rasa puas gitu ya jika dapat informasi, apalagi yang eksklusif tentang seseorang? Sudah gitu, biasanya si pengepo ini gak akan berhenti di sini, tapi jadi corong woro-woro, pemuas nafsu bagi para pengepo lain ataupun bagi orang lain yang bahkan gak mau tahu.

Pernah gak kamu diajak ngobrol, nongkrong cantik di kafe sama teman-teman, ujung-ujungnya diajak nggosipin orang, yang biasanya adalah teman sendiri? Sering! Pasti lah sering. Tahu aku... Itu kayaknya hal biasa terutama di kalangan emak-emak gahol dan para pemudi masa kini yang juga calon emak-emak itu. Gak afdol lah, ngumpul tanpa ngomongin orang. “Kalau ada cewek-cewek ngumpul, pasti yang diomongin teman-temannya, semua, kecuali mereka sendiri yang ngumpul.”, itu mitosnya. Si Raditya Dika pun pernah ngomongin di salah satu standup comedy-nya tentang hal ini. “Betapa mengerikannya persahatan antar cewek-cewek”.

Nah, menurut aku nih ya.. Emang pada dasarnya kita ini nih, cewek punya ke-kepo-an luar biasa atas apapun isu manusia, terutama manusia yang dekat dengan kita. Ibarat cowok suka ngomongin game dan otomotif, kita ngomongin orang! Jadi, itu sah-sah aja lah. Nah, balik lagi ke batasan, apa sih batasannya?

Temanku dulu waktu kuliah pernah bilang, “Hak itu dibatasi hak orang lain. Kebebasan kita itu dibatasi kebebasan orang lain.” Nah, kayaknya dalam kepo-kepoan ini juga berlaku, ‘kepo kita dibatasi kepo orang lain’. Maksudnya gimana? Ya, kita perlu kepo pada hal-hal yang bagi kita masih bisa dikepon lah. Kalau kita nggak mau orang lain kepoin kita tentang satu hal, ya balik lagi aja kita jangan kepoin hal yang sama ke orang lain. Kalau kamu gak mau orang lain tahu tentang pacarmu, ya jangan tanya tentang pacar orang lain. Gampangnya sih gitu. Meskipun dengan batasan ini, menjadi sangat relatif sekali antara satu orang dengan yang lain. Tidak sama. Tapi, menurut aku sih tetap ada batasan universal lah yang orang harusnya sih ngerti di mana mereka harus berhenti kepo. Pikir-pikir aja sendiri.

Lalu, aku gimana? Kepo-an juga gak orangnya? Yaiyalah, secara... Aku masih berusaha untuk menjadi pengepo yang masih tidak melampaui batas. Jujur saja, memang ada kesenangan tersendiri ngomongin orang. Dosa sih katanya, tapi gak melulu apa yang kita omongkan hal yang jelek kok, ya kalau jelek pun itu hanya ‘fakta’ yang perlu diperbincangkan. Hahaha.. Dan, aku juga selalu percaya, karma itu ada. Aku kepo-in orang, pasti orang juga kepo-in aku. Biarin aja lah. Malah itu jadi pengingat bagiku untuk selalu berhati-hati bertindak, karena sekarang nggak cuman wartawan aja yang kerjaannya pengen tahu.








Di suatu pagi yang cerah, aku teringat pada suatu ketika, pada suatu saat aku tak pernah berpikir tentang apa makna tersembunyi di balik aksi manusia. Pikiranku hanya satu, bahwa semua manusia itu indah, bahwa semua manusia adalah kebaikan. 

Pagi ini, aku teringatkan. Aku teringatkan pada satu masa ketika hatiku damai dan tenteram. Sekalipun tak pernah kusimpan prasangka karena aku yakin keindahan kehidupan. Aku yang merasa bahagia, meski hanya oleh sorotan mentari pagi hangat yang menyapa. Aku yang tersenyum lebar, seakan mengerti bahasa alam ketika sang angin menerpa. "Ya, aku mengerti.", bisikku saat itu. 

Hingga kini, pagi ini, aku pun mulai ingin berani bertanya, "Aku yang dulu masihkah sama?". Sejenak kuingat satu masa sebelum pagi ini, ketika aku pun mulai ragu dengan diriku sendiri, aku mulai mempertanyakan secara tajam tentang aku yang masihkah aku? Dan, aku tak berani menjawab. Prasangka buruk membuatku sementara lupa, niat yang terbelokkan membuatku buta. Aku tidak suka ini, aku tidak ingin ini. 

Pagi ini, bersama sinar hangat mentari pagi yang mengetuk hari setelah sekian lama muram dan menangis, aku juga ingin mencoba memanggil diriku dulu. Aku yang lebih bisa tersenyum lebar, dengan dada penuh udara kebebasan, dengan kepercayaan bahwa keindahan itu adalah mutlak di semua kehidupan. Karena aku ingin percaya, bahwa di atas semua apapun itu, cintaku adalah untuk Sang hidup dan kehidupan, dan untuk Sang Dzat yang memberikannya. 

Semoga lain kali, aku akan selalu mengingat pagi ini. Meski tanpa secangkir kopi, meski tanpa sebatang rokok, aku bisa merasakan betapa indahnya hari ini. 



Dramaga, 22 Februari 2017
I am a fangirl. Then, there's nothing happier than meeting your idol. And tonight will be a happy night. It's very special for me because I'll meet one of my precious idols since my tenage years. I'll meet Shane Filan in few hours.

As the lead singer of Westlife, I have known him since Westlife's first album and his voice caught in my memory. I know not only  all of Westlife's songs but also most of his solo songs. I grew up together with his voice. If I remember now, he gave me so much youthful happiness and so many beautiful youth memories. 

I am so excited and really grateful for this wonderful chance in my life. Let's see what crazy happiness may happen tonight. 

Really big thanks to my self for giving me special gift, the best birthday this year. Going older can never be this fun! 



Bagaimana bisa seseorang menjadi sangat berarti bagi orang lainnya? Apakah ada benar satu jiwa yang melengkapi jiwa lainnya? Apakah ada benar seseorang yang menjadi cahaya ataupun gelap bagi hidup jiwa lainnya? Apakah benar-benar ada semua yang disebutkan sosok dalam jutaan puisi cinta? Apakah ada semua itu? Ilusi yang dimainkan oleh alam dan pengaturnya.  

Apakah aku juga menjadi korban dari ilusi dunia yang seolah menghilangkan eksistensiku yang 'sendiri'? Tak terbayangkan hidup sendiri tanpa jiwa yang lainnya. Rasanya sedih dan hilang dari kehidupan dan realita. Hidup seakan acak dan buram meski nyata dan fakta di depan mata. Semua terbutakan oleh ilusi itu. Hingga kadang sakitpun menjadi bebal karena obat bius ilusi yang sering disebut cinta itu. Apakah aku terkena? 

Meskipun, tak sedikit, tak tahu banyak pula, bahwa ada banyak hal lain yang bisa kita lakukan, bisa kita lihat dimana saja, kapan saja di dunia. Apakah eksistensi cinta itu menjadi lebih penting dari hal lainnya. Apakah ada perbedaan dimensi dari cinta? Bisakah kita menafikan rasa ilusi itu dan mentertawakannya di kemudian hari? Bisakah sepenuhnya lepas? Dan apakah ada sesal ketika kita mengikutinya ataupun menyangkalnya?  

Banyak pertanyaan yang hanya akan terjawab dengan pertanyaan. Kadang akupun menganggap kehadiran satu orang itu menjadi antara maha penting hingga kadang terlupakan. Apakah dia menjadi lebih penting dari kehidupan kemanusiaan lainnya? Akupun bingung. Hingga kadang aku salah menempatkan kata tidak sesuai dengan maknanya. Mungkin ini pula ilusi yang dimainkan cinta. Tatanan bahasa yang salah menjadi termaafkan atas nama sebuah puisi cinta, atas nama keindahan yang kadang hanya semu dan maya. 

(Curhatan siang sembari mendengar Aline bernyanyi sendu lagu lama Slank, Anyer 10 Maret. Uwahhhh..., sepertinya aku jatuh cinta.) 





Highly recomended if you like pretty boys, historical story, and adventure! 8.5/10 from me!

Oke, kali ini aku akan menulis sedikit review tentang Nobunaga Concerto (2014).Sudah pasti pada tahu kan ya. Dorama yang bercerita petualangan Saburo di jaman Sengoku dan menjadi Oda Nobunaga, satu tokoh paling penting di sejarah Jepang. Ceritanya yang pasti seru. Yang sudah baca manganya pasti ngerti kan betapa populernya cerita Nobunaga Concerto ini. Aku belum baca sih tapi aku cukup menikmati menonton dorama ini. Okey, mari sedikit bahas. Kenapa harus nonton dorama ini. 

1. Pemeran utamanya Oguri Shun. Cukup sudah sebagai penggemar dorama, nama Oguri Shun adalah jaminan untuk menontonnya. Sejak tenar sebagai Hanazawa Rui di Hanna Yori Dango, Oguri Shun semakin bersinar karir aktingnya di dorama. Dan, Nobunaga Concerto adalah salah satu dorama doi yang wajib ditonton. MSyeskipun, untuk menjadikan Oguri Shun memerankan anak SMA kok maksa banget ya. Secara doi udah om-om 30an. Aku tetap tidak bisa membayangkan Saburo itu masih anak belasan tahun. 

Oguri Shun as high school student Saburo

2. Ceritanya seru. Cerita time-slip menurutku nggak pernah basi untuk diangkat. Ya mungkin karena mesin waktu saat ini masih belum ada. Cerita yang diangkat dari manga karya --- ini bercerita tentang Saburo, anak SMA yang tiba-tiba terjebak di jaman Sengoku atau jaman perangnya Jepang sekitar pertengahan abad... Saburo kemudian bertemu orang yang berwajah dan bersuara mirip dengannya yang ternyata adalah Oda Nobunaga. Apakah di sini ada yang tidak tahu siapa Oda Nobunaga? Hehehe.. 

Saburo dan Nobunaga pun akhirnya bertukar tempat dan petualangan Saburo pun dimulai. Perseturuan kakak beradik Nobunaga-Nobuyuki yang diakhiri dengan Seppuku Nobuyuki, berbagai peperangan antar klan, hingga ambisi penyatuan Jepang. Muncul kemudian tokoh penting yaitu Denjiro yang punya dendam kesumat dengan Oda Nobunaga yang asli dan kembalinya Oda Nobunaga sebagai Akechi Mitsuhide. Bagi para penggemar cerita sejarah Jepang pasti tahu lah siapa mereka itu. Seru banget! 

Dalam 11 episode, Nobunaga Concerto mencoba meringkas sejarah Oda Nobunaga sejak jaman abg-nya hingga menjelang insiden di kuil Honnoji yang terkenal itu. Selama 20 tahun lebih sejarah Oda Nobunaga dirangkum secara cerdas di dorama ini. Jika ada yang agak mengganjal mungkin adalah penampakan para tokoh-tokohnya. Masa iya, dalam rentang waktu puluhan tahun wajah Saburo dkk nggak berubah sama sekali, gayanya masih sama dan gitu-gitu aja. Hahaha.. Sejak Oichi (adek Nobunaga) masih gadis sampai punya 3 anak perempuan masa masih sama banget tampilannya. Aneh banget kan. Nah, karena itu juga aku tidak merasakan ada rentang waktu yang lama antar kejadian, seperti hanya kejadian dalam beberapa tahun saja begitu. 

Oiya, yang menarik dari kisah Saburo vs Oda Nobunaga ini mencoba mengetengahi kisah sifat Nobunaga yang katanya bertolak belakang. Ada yang bilang dia kejam minta ampun tapi ada pula yang mengetengahkan Oda Nobunaga sangat baik hati. Nah, sang mangaka sepertinya punya solusi jitu, yaitu ternyata memang ada dua orang yang berbeda. Hehehe.. 

3. Banyak ikemen yang bikin mabok kepayang. Hahaha.. Sebut siapa? Ada si cute Mukai Osamu, Yamada Takayuki yang cool, om Fujiki Naohito, Fujigaya Taisuke, Takahashi Issei, Yuya Yagira meskipun hanya 1 episode. Dan, ada satu lagi yang mencuri perhatianku saat ini meskipun di dorama ini hanya nongol beberapa detik. Siapa? Yup, Mamiya Shotaro. OMG, I love him so much. Sepanjang menonton dorama ini, mata benar-benar seger banget. Nggak cuman cakep, mereka juga keren aktingnya. 

Mamiya Shotaro as Tatsuoki Saito

4. Good cast, good act! Kalau menurutku sih, para ikemen tadi gak cuman jual tampang lah tapi aktingnya juga cukup baik. Catatan khusus untuk Yamada Takayuki yang bisaan banget jadi jahat tapi tetep keren. Meskipun minta ampun jahatnya tapi mata tak bisa berpaling dan seringainya itu lho. Yang berkesan juga adalah Takahashi Issei yang cool banget meranin Azai Nagamasa. Merinding banget pas adegan terakhir dia seppuku. Nangis sumpah, melihat dia harus memilih pilihan yang sangat berat. Pilihan apa itu? Nonton sendiri ya. Yang masih kagok akting menurutku si cantik Fujigaya Taisuke. Ha, masih muda.. Shibasaki Kou tak lupa, keren. Maklum sudah senior. :)

5. Cliffhanger ending. Endingnya klimaks dan bikin greget. Sampai sekarang aku masih nungguin filmnya rilis edisi dvd. Penasaran sumpah apa yang akan terjadi di kuil Honnoji. Ya, dorama ini akan bersambung di movie-nya. Jadi, siap-siap disajikan akhir paling menggantung yang bikin super penasaran. 

Jadi, bagi kamu pecinta dorama yang mungkin belum sempat nontoh dorama ini, kamu harus nonton! Atau kalau sudah pernah nonton, bolehkah kita bertukar kesan tentang Nobunaga Concerto ini. Silakan tinggalkan kesan pasti akan direply. Hehehe..

Secara personal aku kasih skor 8.5/10. Highly recomended!

---------


Title  : Nobunaga Concerto/ Nobunaga Kyousoukyoku
Genre : Jidaigeki, youth
Episode: 11
Broadcast period: Oct - Dec 2014
Theme song: Ashioto- be strong by Mr. Children


CAST


More : asianwiki
Main juga ya ke blogku yang khusus untuk dorama di sini.


Tobat cah, wes ongko 3 iki umurmu. :P

Tak pikir-pikir aku durung tau nulis tentang 2.3. Padahal, ora maido 2.3 wes tau dadi hal penting banget pas aku isih abege, dadi cah sekolahan, cah seragaman jaman naliko semono. Horok! Kok tibo-tibo aku rumongso tuwo. Hahaha. Oke, mumpung ono bahan lan ono niatan, aku arep nulis sethithik nyangkut 2.3, ngepasi dino iki mau bar ketemu karo sebagian prokonco 2.3. Reuni halal bi halal critane. 

Wes tho, pokoke acara dino iki seru lah. Sik, tak rangkum pembukaane. Jarene kumpul jam 1 neng alun-alun, cedhak starstrek opo emboh jenenge wareng bestik neng poncot komplek Pemda Boyolali sing anyar. Jebul wes jam 11 dikandani yen warunge bukake jam 3. Arep ganti lokasi yo repot wong podho sing bingung golek panggonan, arep ganti wektu nanggung temen. "Sing penting ngumpul kene sik ngarep Startrek.", jarene Lek Harowi sing dadi relawan dadakan panitia gegoro teko paling risik. Aku tekan jam 1 kurang 5, ketemu Lek Har wes nunggu kono karo anak lanange- Okta jenenge. Yes! On time. Yoi gaes, aku paling seneng yen iso on time. Kesuwen nunggu akhire nggolek warung cedhak alun-alun. Luwe aku durung madang ket isuk. Golek-golek panggon ketemu warung Soto Lamongan kidul mejid agung. Bar mangan semangkok soto, mbak Nia Supit teko karo bojo, anake 'Asya' lan adine 'Dani'. Pirang suwe trus Gogon teko karo nyonyahe 'Risma', trus nyusul SW lan Majid. Yoiii rame.. Neng po iyok o ngumpul neng warung soto. Akhire pindah lokasi neng warung Opallet mburi SMP2 sing kebetulan junior Persada 'Ozy Fauzy' kerjo ngkono. Akhire, lokasi ne dadi kene. Nyusul ndanganu Agung, DS, Fifi. Wes pokoke gayeng (Rodo lebay thithik ben podho ngiri)... 

Aku mau ra sempat lho cah, ngomong kesan dan pesan nggo poro konco. Hehehe.. Gagal fokus gegoro sambutane Paklik sing mantap jaya! Aminnn.. Wes, tak tulis kene ae yo. 

Selfie sik neng Soto Lamongan dul mejid agung

Mas Gogon, sang panitia abadi, EO paling kece sejagad 2.3, suwun yo Mas Gogon wes ngebosi paling gedhe. Hahahaha.. Tak sebut jenengmu paling sepisan iki soale dadi sponsor utama.  Sekalian syukuran yo Gon, kan manten anyar. Gogon pinter banget ki lho golek bojo, ayu rek. Gon, pokoke yen kelingan Gogon ki mesti kelingan karo bola-bolone sing malah dino iki ra iso melu, Soleh (sing jarene sibuk usaha manuk) karo Dani Cenil (Pak polisi sing jarene nglatih Gajah Lampung). Kelingan ora kowe podho senenge ngece aku "urung odas, urung adus!" gegoro tampilan kucelku. Hehehe. Saking anyele ben ora diwodo urung adus, aku yen mangkat sekolah tak telesi rambutku ben katon bar adus. Hahaha. Padahal yo ra ngefek, tetep ae. Trio paling bersejarah lah Gogon, Soleh, Cenil iki. Yen mengko podho ngumpul wong telu lan ono aku, jal saiki wani ora nggawei aku?! Ahahaha.. 

Lek Harowi. Oalah Lek, sepuro yo aku ki ora tahu updet critomu. Iki urung suwe aku lagi weruh tentang perjuanganmu nglawan penyakitmu. Pokoke sing penting sehat terus Lek. Lek Har ket mbiyen koyone yo ora malih, carane ngomong ki lho, sesuatu banget. Wes ngono saiki lek Har semangate menggebu-gebu banget. Sukses lho Lek nggo kabeh-kabeh rencanane. Aku melu ndonga muga-muga Lek Har cepet iso menyang Jakarta ben iso ndelok Monas! Yen ono kesempatan sopo ngerti iso ndelok festival 'n*de' nyang Amrik kono sing tak crito mau lho. Koyone kan Lek Har tertarik. Hihihi.. 

Poto sik cah

Supit, mboh kapan yo ora tahu pethuk Supit tapi Supit ora patek malih sik. Yoi Supit, awet nom (koyo SW sing ora malih babar blas!). Supit wes duwe anak lho, jenenge Asya. Ndek mau anake ngrebut hpne anake Lek Har ngasi nangis. Haha.. Cilik-cilik, meneng-meneng tapi usil. Tiru sopo yo? Sukses yo Nia. Kelingan Supit dadi kelingan Yekti. Sopo iki sing reti kabare Yekti? Mbok diupdet yo. Ice Juice Marice DS, oalah  DS iki piye kabare yooo, aku jan pangling temen. Saiki bulett banget. :) Ice ki sepaket karo mbak Wi'. Neng ndi saiki mbak Wi'? 

Fifi, piye iki kabare lima sekawan? Kelingan ora mbiyen mejone awak dhewe cedhak terus, aku-kris lan fifi-tw. Goro-goro kuwi dadi kerep nggosip. Plus ditambah Santi. Pas neng mBali kae lho awak dhewe sekamar. Hehehe. Fifi saiki yo tetep ora manglingi kecuali yo saiki luwih ceria. Secara, wes ono kakang mas-e, sing jebule konco SMPne Uun. Oalah, donya kok sempit temen. Sukses yo Fi. Kabar-kabar terus yo. 

Selfie sik karo mbak Nia lan Asya

SW, hehehe, iki tonggoku sedeso, ket SD wes kenal yo, kadang dolan bareng neng ndeso yo. SW, kowe kok awet men ora malih-malih? Bedone yo mung buntute wes akeh. Aku mau ora akeh sih nggosip karo SW dadi ra pati updet. Wes ngko ae lah yo disambung. Hahaha... Yen Majid yo mau rodo akeh ngobrol soale lungguhe pas ngarepku. Sing diomongno tapi yo ora adoh-adoh seko masa lalu sing marahi ngguyu. Opo Jid? Yoi, Shiro-chan. Kelingan ora kae neng Bali dho ngantri njuk poto karo kowe? Shiro-chan, yo aku barang kan fansmu. Ojik, ojo nesu yo, kowe mau yo dibahas thithik. Lha, nyambung sih. Haha.. 

Mas Tekad, kembaranku sing ora ono miripe babar blas. Mbok yen ulang tahun ki sekalian bareng. Wekekek.. Tekad tambah lemu cah. Atlet pingpong sing jarene saiki pindah dadi atlet futsal. Mas Tekad Asmoro Seto Cahyo Utomo Noto Boto Limo Mangku Segoro.. Jenengmu ki Kad, dowone ora ono sing ngalahi. Kad, ambokno awak dhewe lahire bareng kok kowe wis dhisiki ono gondelane! Aku mbok tinggal! :P Tapi tenang ae, Agung yo isih single hepi. Hahaha... Isih ono koncone aku. Woles yo Gung, sukses karo usahane. Mengko yen tongkrongane wes dadi kabar-kabar, sopo reti ngko yen ono acara iso dadi tuan rumahe. Amin. 

Mbak Uun sing direwangi nyetir seko Semarang-Salatiga (oiyo, Deni piye kae?), Mas Ojik sing lagi tekan pas wes podho bubar, suwun banget lho. Mengko kapan-kapan yen jodho lak yo pethuk. Kristianti, konco semeja sing paling keceh saiki lagi sibuk ngurusi dedek bayinya. Sehat selalu yo Kris, selamat menjadi Ibu. Mas Duta sing jarene lagi tepar neng Purwokerto, Mas Anang sing jarene arep mangkat yen mbak Ana mangkat trus dadine yo tetep ora mangkat (hahaha), Mas Jujuk sing jarene isih langsing, Mas Susi sing paling guanteng, mbak Endang nduts, moga-moga lain kali iso gabung yo. 

Cedhak e dho sms-an lho
Trus prokonco sing kok ora krungu kabare; Toyib kae piye kabare? Sih dadi marbot ora?; Umi karo Haryanti yoan kok ora tau krungu kabare?; opo maneh Paijo kae opo isih urip? Hahaha...; Dian Timtim sing jarene dadi dokter khewan?; Dian Papua sing sombong banget jarene rak tahu mbalesi komen fesbuk?; Pak dokter Arga; Kuncung sing jare dadi bapak; sopo maneh iki sing urung tak sebut? Sepuro yo yen ono sing keleler. 

Pokoke cah, aku yo rumongso kok yen saiki awak dhewe mesthi wes sibuk karo urusane dhewe-dhewe, seko ngurusi keluarga, ngoyak karir, sibuk usaha lan liyo-liyane. Aku yo ho o. Tapi, tetep yen ono wektu lan kesempatan aku bakal tak sempatke, soale 2.3 iki adalah 'kenangan istimewa' yen oleh nyilih kata-katane mbak Uun. Yo mesthi istimewa tak tergantikan. Akeh banget lah crito sing yen tak eling-eling mung marahi ngguyu. (Horok! Aku malah kelingan jaman aku nggambar sirah gundul ono tulisan ekonomi trus aku disetrap karo Pak Gimin guru ekonomi kae lho. Kowe dho kelingan ora? hahaha.. sumpah aku nulis karo ngakak!). Kapan maneh yen bar lebaran opo kapan ono wektu, paling ora ketemu lah yok, rak ketang mung ngopi segelas rong gelas, ngobrol ngalor ngidul ngelingi jaman semono, bagi-bagi crito pengalaman uripe dhewe, opo sekedar ngrungokne pidatone Lek Har kae. hehehe.. InsyaAllah ngasi tuwo awak dhewe isih isoh guyub koyo ngene. Wes semono ae aku sing nulis yo. Wes ngantuk aku. 

Mesthi mbengi iki aku kepenak turune, ngelingi jaman SMA sing paling berkesan bareng cah-cah 2.3 sing paling tak sayangi kuabehh!  Iki tak cuplikne lirik lagu sing aku seneng banget lan cocok nggambarke rasaku nggo kowe cah-cah 2.3. Yok nyanyi bareng! Forever young I wanna be forever young... la la la... ha ha ha... 

"It's so hard to get old without a cause
I don't want to perish like a fading horse
Youth's like diamonds in the sun, 
And diamonds are forever "

--Alphaville/ Forever Young--



-----

Galeri poto


Lek Har lagi pidato sambutan. Hehe

Gaya sik cah.

Poto sakdurunge Nia bali dhisik

Jarene mas Gogon ongko 10/ hahaha

Rupane podho ora jelas kabeh kakean gaya. :P


-------

Di bawah pinus (Tapos - Bogor)

Ada kalanya aku merasa sangat emosional secara spiritual, merasa dekat banget sama Tuhan dan segala misteri kehidupan. Bertanya-tanya melintasi dimensi dan menanyakan eksistensi. Siapa aku? Apa itu hidup? Apa itu keberadaan? Apa itu makna menjadi manusia, menjadi hidup di ruang dan waktu? Pertanyaan yang membawaku berkaca-kaca dalam keharuan mendalam. Sesuatu yang belum dan mungkin tak akan kupahami adalah sebuah keajaiban. Hidup ini yang tak akan pernah kupahami adalah keajaiban. Misterinya membuatku tumbuh dalam pertanyaan yang membuatku damai dalam gelisah pencarian. Tak terbatas apapun kecuali ketidak-tahuanku, aku mencintaiMu, dan aku akan selalu bertanya padaMu. 

"Hidup ini indah, bila aku selalu ada disisiMu setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas yang terakhir, dan kita pun bertemu." -(Hidup ini indah - Dewa)









Ketika aku rindu rumahku. Rindu masa-masa terindah saat mimpi dan nyata bersatu. Saat orang-orang tercinta masih disekelilingku, memelukku, mengusap  air  mata bocahku. Ayah, ibu dan saudara-saudaraku. Aku rindu. Dan, kini kembali aku jadi bocah ingusan yang kangen rumah. Meskipun aku sadar betul, tanpa ampun sang waktu mungkin telah mengubah rumah yang dulu pernah kukenal, atau hanya aku yang telah berubah. Satu yang pasti, aku pernah menjadi anak kecil yang bahagia, dikelilingi orang tercinta, dan melaluinya dengan sangat sempurna. Terimakasih semua.

Kulalui masa kecilku
masa bahagia yang t’lah terukir indah
dihatiku…
Satu masa t’lah kulewati
satu impian t’lah ku raih untukmu
ayah bundaku

Namun kasihmu bagai puisi
hangat senyumu menerangi jiwaku
selamanya…
Perjalananku bagai cerita yang tak mungkin
berakhir bahagia tanpa doamu

Tiada tempat yang paling indah
selain rumah kita
Tiada masa yang paling indah
selain bersama mereka yang tercinta

Bawalah aku kembali kemasa kecilku dulu
dan biarlah kukenang rasa itu
sebagai pelepas rinduku…


'Bawalah Aku Kembali' (Ihsan Tarore ft Dira Sugandi)





suatu senja di Tanjung Pendam