Tampilkan postingan dengan label Kdrama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kdrama. Tampilkan semua postingan




Pernahkah kamu melihat satu drama dan menontonnya ulang. Aku iya,tak banyak drama memang, hanya beberapa drama tertentu yang memang memiliki kualitas super. Aku jarang menonton Drama Korea (K-drama) karena memang lebih tertarik dengan Drama Jepang (J-drama). Tapi beberapa drama Korea ada yang sangat bagus, sampai-sampai aku rela menonton ulang. Setelah, sebelumnya aku menulis tentang '5 hal kenapa The Greatest Queen Seon Deok layak ditonton ulang', kini saatnya menulis tentang satu K-drama yang juga sangat layak ditonton ulang, yaitu PASTA.

PASTA adalah drama komedi romantis berlatar dunia kuliner, tepatnya di sebuah restoran Italia bernama Las Fera di Seoul, Korsel. Cerita yang menarik dan para pemain yang berkualitas (termasuk para beautiful boys yang bikin seger mata) telah berhasil menyihirku untuk menonton ulang kembali drama ini. Dulu pernah nonton yang versi dubbing bahasa Indonesia di Indosiar tiap sore tahun 2012. Meski sudah kedua-kalinya, tetap tidak rugi menonton drama ini lagi.

Aku akan berikan 5 alasan kenapa PASTA, layak untuk ditengok kembali. Yuk mari...

1. Ceritanya tidak biasa dan tidak terlalu panjang (20 episode). Drama romance biasanya gimana sih? Mendayu-dayu, penuh haru biru, adegan-adegan basi yang membosankan. Nah, di PASTA, dijamin tidak begitu. Kisah sentral di drama ini adalah hubungan asmara antara seorang chef  pria (Choi Hyun Wook) dengan seorang koki perempuan (Seo Yeo Kyoung) di satu dapur. Yang menarik adalah bahwa di drama ini, si koki yang jatuh cinta duluan. Keluguan dan sifat keras kepala Seo Yeo Kyoung ternyata lambat laun membuat chef jatuh hati juga. Yang lucu lagi adalah cara mereka menjalin hubungan itu, mereka sering bertengkar dan saling memaki, bahkan kadang memukul juga (meski cuman jitak di jidat yang aku yakin pasti sakit juga). Tapi, dua-duanya sama-sama keras kepala jadinya malah lucu dan imut. Aku suka pasangan ini. Belum lagi, cerita pemanis seperti hubungan persahabatan para koki di dapur, sang pemilik restoran dan para pekerja di restoran. Keluarga si koki perempuan juga sangat lucu dan imut.

2. Para pemeran dengan chemistry kuat. Nah, ngomong soal chemistry (ada gak sih Bahasa Indonesianya?), PASTA jagoannya. Hampir semua tokoh di sini mendapatkan kesempatan untuk bersinar (lebay mode on). Bagaimana tidak? Tokoh utama berhasil menjadi pasangan paling kocak di sini. Meskipun pemerannya (Lee Sun Gyun dan Gong Hyo Jin) menurutku tidak terlalu cantik tapi akting mereka keren. Para koki yang bersaing dan kemudian bersahabat juga lucu. Sang bos Kim San dan sang mantan pacar, chef cantik Oh Sae Yeong pun menawan hati sebagai pihak yang patah hati. Keberhasilan mereka pastinya ditunjang kemampuan akting yang baik dan juga kerjasama yang baik pula.

3. Makanan Italia yang cantik dan yummy di sepanjang episode. PASTA adalah dorama berlatar kuliner yang paling berkesan bagiku. Bagaimana tidak? Sejak di episode 1 sampai selesai, disuguhkan berbagai menu-menu yang dijamin bikin ngiler. Sebagai pencinta pasta dan juga seafood, tentu aku menikmati suguhan hidangan itu. Meskipun cuman bisa lihat (dan ngiler). Maklum, resto Italia biasanya mahal banget harganya, paling cuma sekali dua kali bisa mampir ke sana. Menu pasta yang paling aku suka adalah pasta terakhir yang dibuat oleh Seo Yeo Kyoung yang mengantarkannya menjuarai lomba chef. Kebayang gak sih pasta dari cumi? Yummm....

Yumm Italian Food. Img source: here


4. Ending yang bagus. Di drama ini, endingnya memang tidak klimaks, tapi wajar-wajar saja. Justru itulah kelebihannya. Kewajaran itu malah membuat dorama ini tidak lebay dan terasa nyata. Sang tokoh utama yang menang lomba malah tidak jadi berangkat ke Italia. Sang bos dan chef cantik yang sama-sama patah hati akhirnya semakin dekat. Ehm, sahabat memang yang terbaik. Persahabatan yang terjalin semakin terasa dan menjurus jadi kekasih? Who knows. Dan tidak ada satupun tokoh antagonis yang selalu jahat. Misalnya tokoh Presiden Seol yang meskipun licik tapi malah jadi lucu. Tingkat antagonisnya masih terasa normal, tidak lebay seperti sinetron di tipi-tipi kita. Hehehe

5. Beautiful boys are here. Yang paling mencolok mataku adalah No Min Woo yang sangat super cantik. Alamak, sumpah deh, setelah selesai melihat dia, aku langsung lari bertanya ke Embah Gugel untuk mencari tahu siapa gerangan dan mencari koleksi foto-foto doi. Klepek-klepek... Ternyata cowok ini blaster Korea-Jepang. Pantes wajahnya agak Jejepangan, sudah begitu mulus banget kayak porselen. No Min Woo adalah mantan drummer Visual Key band, yaitu TRAX dengan nama panggung Rose. Memang dia cantik bagaikan mawar yang berduri. Hehehe... Di beberapa scene drama, ada adegan doi shirtless. OMG! Bodinya oke beuttt. I like this boy! Lalu adeknya Seo Yeo Kyung juga lucu, sekilas mirip dengan om x. Oh dia namanya Kim Dong Hee ya, pernah main di Queen Seon Deok juga? Kok aku pangling. Hahaha.. Another beautiful boys are Kim Tae Hoo and Yun Woo.

The beautiful cook, No Min Woo. Img source: here


No Min Woo as Rose, TRAX's beautiful drummer. Img source: here


--------------
Yap yap. Kira-kira itulah 5 alasan kenapa PASTA layak ditonton ulang. Itu menurut versiku. Mungkin kamu punya alasan lain atau mungkin ada dorama lain yang perlu layak ditonton ulang? Kasih tahu aku ya..

Lady Mishil dan Queen Seon Deok (img source: here)

Minggu-minggu kemarin aku nonton lagi drama kolosal Korea yang paling kusukai, yaitu 'The Greatest Queen Seon Deok' aka 'Seon Deok Yeo wang'. Meskipun rasa-rasanya buang waktu untuk nonton 62 episode yang rata-rata per-episodenya 1 jam, tapi tetap saja persaingan antara dua perempuan hebat di sejarah Korea ini masih sangat memukau. Nonton ulang pun tidak rugi, kamu bisa terkesan lagi, jengkel, marah, mewek, nangis lagi dan lagi. 

(Aku tidak akan membahas semua kisahnya karena sangatlah panjang. Bagi yang mau lihat informasinya  ke sini saja, review yang lumayan bagus di sini atau sini.)

Lalu apa sebenarnya yang paling menarik dari drama ini? Menurut pendapatku pribadi adalah sbb:

1. Ceritanya sungguh luar biasa dan konon ini adalah kisah nyata. Queen Seon Deok adalah ratu pertama di sejarah Korea. Bukan ratu karena istri raja, tapi ratu sebagai penguasa. Aku paling suka cerita-cerita wonder-woman seperti ini. Karena kebetulan aku juga perempuan dan masih bermimpi pula untuk menjadi wonder-woman.

2. Lady Mishil yang diperankan oleh Go Hyun Jung sangat memberikan kesan yang sangat mendalam. Aktingnya sungguh luar biasa. Bisa jadi Lady Mishil adalah tokoh antagonis wanita paling hebat dalam sejarah drama di Korea. Wanita cantik, jenius, dan ambisius yang menawan kekuasaan negara. Para lelaki semua bertekuk lutut di hadapannya. Sungguh senang rasanya melihat Lady Mishil selalu duduk di pucuk pimpinan kelompoknya yang hampir semuanya laki-laki. Bahkan kaisarpun takut sama dia. Wow, keren banget deh pokoknya.

3. Pertarungan antara dua perempuan penguasa yang sangat epic. Di salah satu adegan, Lady Mishil dan Deok Man (aka Queen Seon Deok) bernegosiasi di suatu tempat pertemuan. Kedua perempuan ini duduk di bawah gazebo di tengah-tengah padang luas sembari dijaga para pengawalnya. Hanya mereka berdua perempuan di tempat itu, dan merekalah pemimpinnya. Wow lagi deh! Gila, keren banget! Saking kerennya aku sampai merinding. Jika mau, perempuan itu sebenarnya sangatlah kuat. Setuju kan. Hehehe... (Aih, bahaya nih. Tiba-tiba aku ngimpi jadi presiden. Wkwkwkwk)

4. Bidam aka Kim Nam Gil is so hot, sexy, handsome, and emotional. Aku masih ingat dulu pertama kali melihat karakter Bidam, aku langsung bergumam, "Akhirnya, setelah lebih dari 20 episode, muncul juga tokoh yang ganteng!". Ya ya ya, Bidam sungguhlah sangat rupawan. Meskipun pertama kali muncul dalam pakaian gembel, tetap sama ganteng. Dan sebenarnya bukan hanya gantengnya yang membuatku jatuh cinta. Aktingnya itu lho! Sumpah, sungguh sangat membuat emosi jiwa. Kim Nam Gil jago banget memerankan karakter ini. Bidam yang naif, lugu, dan sadis sangat baik diperankannya. I love Bidam.

Goergeus Bidam (Img source: here)

5. (Not) Happy Ending Love story. Adegan terakhir Bidam selalu menghantuiku. Why? Why? Kenapa dan Kenapa? Sedih banget rasanya. Bahkan di kedua kalinya aku menontonnya, aku masih berlinang air mata. Sedih benar rasanya. Bidam mati mengenaskan, tapi paling tidak dia tahu kebenarannya dan dia mati di depan gadis yang dicintainya. Lalu Deok Man? Aduh, ketika dia jatuh pingsan tak lama setelah Bidam mati sungguh menyayat hati. Mereka saling melihat meskipun hanya sebatas tatap kosong Bidam yang sudah tak bernyawa. Setelah 3 hari pingsan, Deok Man pun menyusul Bidam meninggalkan dunia ini. Sungguh tragis kan. Yah, paling tidak mereka pergi di waktu yang hampir bersamaan. Kisah-kisah tragis romantis biasanya tak jauh dari seputaran, 'Jika tak bisa hidup bersama, lebih baik mati bersama'. Hiks hiks hiks. Kira-kira seperti itulah. Sedih tapi tetap saja romantis. (Jadi ingat kisah Bi Cheon Moo. Mirip)


Sudah ah,
Cuman sedikit tulisan untuk mengenang kisah Queen Seon Deok yang sungguh luar biasa. Masih sedih gara-gara Bidam mati...