Title: SHARK 2nd Season
Genre: Drama, Music
Episodes: 11
Broadcast period: April -2014
Theme song: Sono saki e... by Johnny's WEST


CAST
Shigeoka Daiki as Irie Saku
Abe Aran as Sato Yuto
Yasui Kentaro as Shindo Kota
Hagiya Keigo as Ogawa Haruya
Hamada Takahiro as Hagiwara Kai
etc.




Sudah nonton Shark season 1? Berarti wajib nonton Shark season 2. Meskipun cerita di season 2 ini fokus cerita berganti menjadi kisah grup band lain, tapi ini tetap terkait dengan cerita season sebelumnya. Tapi, yang mau langsung loncat ke season 2 juga nggak masalah.

Sinopsis

Malam konser terakhir  band indie Shark telah beberapa waktu berlalu, dan impian untuk debut di bawah major label harus ditunda beberapa lama, menunggu suara Mizuki sang vokalis kembali.  Band-band baru bermunculan dan meraih sukses di pasaran, salah satunya adalah Cloud 5. Cloud 5, band beranggotakan 4 orang yang dipimpin oleh Irie Saku (bass) telah sukses di debut perdananya. Lagu Cloud 5 sering diputar dimana-mana, fans mereka semakin banyak, dan di bawah label Wonder Records, Cloud5 menjadi band yang sangat populer. Namun, ada harga yang harus dibayar untuk suatu ke-profesionalan. Menjadi band dengan major label adalah babak baru dalam perjuangan sebuah band yang bahkan lebih berbelit dan kadang lebih menyakitkan.  Bagaimana menjaga idealisme musik, bagaimana menghadapi perbedaan antar anggota, dan persaingan yang sengit. Namun, tentu saja banyak hal yang akan terus diraih dibalik semua perjuangan ini.


Menguliti Dorama, Review

Setelah menonton dorama Shark season 1, rasanya penasaran sekali untuk menyaksikan kelanjutanan perjuangan Mizuk dkk. Awalnya agak kaget juga, ternyata fokus cerita dari Shark season 2 bukan lagi band Shark, melainkan band lain Cloud5. Banyak beberapa  komentar dan review yang menyebutkan bahwa Shark season 2 ini lebih membosankan, tapi menurut aku pribadi, justru Shark season 2 lebih bagus. Konflik dan ceritanya lebih dalam dan rumit. Mungkin juga aku terlalu terpesona dengan Abe Aran dan Shigeoka Daiki. So, mari dibahas sekilas.

Ide Cerita (Spoiler Alert)

Bagus. Nah, aku mau lanjutkan lagi dari sinopsis sebelumnya.

Jika di Shark 1 menonjolkan cerita perjuangan band Indie untuk bisa debut dengan major label, maka di season 2 ini lebih fokus pada hal-hal yang terjadi setelah suatu band mendapatkan label.  Tokoh utama adalah Irie Saku, basis sekaligus leader dari band Cloud 5 yang beranggotakan Shindo Kota (gitar), Sato Yuto (Vokal), dan Ogawa Haruya (drum). Saku dan Kota berteman dekat sejak SMA, bahkan bersama dengan Yonezawa Makoto yang juga teman sekolahnya dulu, mereka bertiga tinggal bersama di satu rumah. Setelah kesuksesan debut Cloud5, permasalahan mulai muncul ketika Kota mulai merasa bahwa Cloud5 telah kehilangan idealismenya dalam bermusik. Berbeda pendapat dengan anggota lain, Kota sering mengancam akan keluar. Saku, yang ingin memperjuangkan musik Cloud5 dan juga persahabatannya dengan Kota dan anggota lain menjadi di simpang jalan.

(Di sini terasa banget susahnya jadi pemimpin kalau harus mengambil keputusan. Tidak mungkin mengambil keputusan tanpa ada resiko. Aku suka banget kebingungan-kebingungan yang dialami Saku. Terutama saat dia harus berkompromi dengan idelisme dan keprofesionalanya.)

Saku dan Makoto di apartemen mereka (img: here)

Suatu hari Kota terlibat perkelahian sehingga dia harus diskors beberapa waktu dari aktivitasnya di Cloud5. Di saat itulah Ichika, sang manager yang juga manager Shark, meminta gitaris Shark-Hagiwara Kai untuk menggantikan sementara posisi Kota.  Tidak mudah pada awalnya, namun Hagiwara Kai berhasil menjalin interaksi yang baik dengan Cloud5. Hingga kemudian Kota kembali lagi aktif di Cloud5 dan Kai kembali ke Shark.

Konflik antara Kota dan anggota lain terus berlanjut hingga pada akhirnya Saku memutuskan agar Kota meninggalkan Cloud5. Kai diminta untuk menggantikan posisi Kota secara permanen. Kai menghadapi konflik batin, dia harus memilih antara Shark atau Cloud5? Di saat yang bersamaan, muncul pesaing baru yaitu band Behind The Scene (BTS) yang menjadi sangat terkenal saat Cloud5 mulai terpecah. Bagaimana mereka mengatasi semua ini?  Itu menarik sekali.

Seru banget kan ceritanya! Menurutku, ini terasa lebih realistis dan emosional. Liku-liku perjalanan sebuah band profesional terasa banget di sini. Hanya saja ada satu yang agak mengganggu di tengah-tengah serunya cerita Cloud5, yaitu cerita cinta segitiga Saku-Makoto-Kota. Aku merasa, itu nggak penting banget, malah mengganggu dan terasa ada jarak dengan cerita utamanya.  

Meskipun nasib band Shark seakan semakin suram di season ini, tapi ya sudahlah, aku tidak terlalu kecewa. Kenapa? Karena banyak lagu-lagu bagus dan juga ada Abe dan Daiki. Hehehe… Para fans Shark gak perlu kecewa juga karena mereka bakal nongol kok meski sebentar. 

Plot

Tidak terlalu beda dengan season 1, Shark season 2 memiliki alur maju yang enak diikuti. Mungkin bedanya adalah di season ke 2 ini lebih nyantai, tidak seperti sebelumnya yang lebih cepat. Itu tidak menjadi masalah sih, sama-sama bagus kok. Dan yang paling menyenangkan adalah klimaksnya di episode terakhir nonjok banget. Pas dan puas! Ups, bocoran dikit, ada ending clifhanger yang mungkin menjadi pertanda akan ada season 3. Yah, meskipun itu sudah 2 tahun lalu sih ya. Hehehe.

Cast

Siapa sih cewek yang tidak suka para JE boys?  Dorama ini tentu juga bertabur para JE Boys yang memanjakan mata. Selain enak dipandang, beberapa dari mereka juga juga bisa berakting. Beberapa akan aku sorot.

Daiki Shigeoka. Aku suka sekali dia sebagai Irie Saku. Menurutku, pas sekali dia dengan karakter Saku yang tegas meskipun berhati lembut. Awalnya aku berpikir, wajah dia terlalu imut untuk jadi leader band. Tapi, lama-lama dilihat dia makin kelihatan kharismanya. Yoii…

Daiki Shigeoka as Irie Saku (img: here)
Abe Aran.  Hemm, adeknya Yamapi ini mah nggak perlu banyak alasan kenapa harus disukai. Imut banget. Senyumnya itu lho! Meleleh hatiku. Tapi, dibalik wajahnya yang modal banget itu, dia juga jago akting. Vokalis yang playboy, ceria, dan sungguh menarik perhatian. Abe--- I love you! Hahaha..

Abe Aran as Sato Yuto

Hamada Takahiro. Di season 2 ini dia jadi ganteng. Sebelumnya, di  Shark 1, Kai nggak seganteng saat jadi gabung di Cloud5. Pilihan yang bagus Kai. Bahkan, Samantha pun suka sama Kai. Kai-kun! Ops, ngomongin akting sih, ehem ya bagus sih, meski rada biasa. Hehehe.

Hamada Takahiro as Hagiwara  Kai 

Yasui Kentaro. Nah, ini nih yang bikin sebel sepanjang episode. Sekilas memang dia mirip Akanishi Jin, sedikit aja, tapi Yasui Kentaro mendapat peran sebagai Kota yang selalu membuat masalah. Yah, rasa sebalku ke dia adalah bukti bahwa dia punya kualitas akting yang cukup baik pula.

Yasui Kentaro as Shindo Kota 
Dan lain-lain, tidak kubahas karena nanti kepanjangan pastinya. Sorry Haruya, you didnt get my attention. Eh, satu lagi karakter pendukung yang lucu, namanya Ivan yang meranin Samantha, cewek or cowok yang bekerja sebagai asisten Matsuyuki, produser Cloud5. Dia lucu banget, sumpah. Itu lho, yang suka sama Kai-kun.

Setting

Ya, suka sih. But, nothing special. Intip review-ku untuk Shark season 1 untuk melihat penilaianku, soalnya nggak beda jauh. Hehehe.

Kostum

Ini lebih baik dari season 1. Kenapa? Karena mereka lebih sering ganti baju. Tidak seperti sebelumnya yang sampai episode terakhir para pemainnya nggak pernah ganti baju. Suka banget stylenya Daiki dan Abe. Paling rambutnya Abe yang rada-rada alay gimana gituh. Tapi, gak apa-apalah. 

Musik

Bagus. Aku suka semua lagu-lagu mereka. Paling suka lagu No Way Out, lalu Break Out. Sono Saki e yang juga lagunya si Johny West juga lumayan bagus. Yah, untuk ukuran lagu-lagu band yang anggotanya ganteng-ganteng gini sih, pasti lagunya jadi bagus. Suara Abe Aran juga so cute.

--
Mungkin, sudah dulu. Nanti kepanjangan malah malas baca. Intinya sih, Shark 2 bagus. Masih cocok buat nonton maraton karena per episode cuman 23 menitan, kecuali untuk episode terakhir. So, for you all the Johnny Boys’ fans, you should watch this dorama! It’s so yummy!

More info: d-addicts 

Skor  8.5/10




It's time to move on! O jikan desu!

Rasa gelisah, rada-rada takut, tapi juga bersemangat rasa-rasanya menjadi rutinitasku beberapa minggu terakhir. Pertanda babak baru dalam perjalananku harus segera dimulai. Ini pasti menyenangkan! Masih dengan hati berdebar-debar aku menjadi was-was, kejutan apa di depan sana? Mari kita songsong petualangan baru. Badai dan hujan tidak jadi penghalang, karena pemandangan di puncak sana sungguhlah sangat indah, dan kasur sehabis turun gunung adalah yang terbaik. Go for it!


Sunset at the Cedar Hill @sudiyah262


Ada saat aku terbakar oleh gairah
Ada saat aku takut akan kesenyapan
Ada saat aku terhanyut oleh kehangatan
Ada saat aku membeku oleh hempasan garis hujan

Jalan setapak beku berlumpur menuju rumahku
Sebuah teka-teki tak terkuak
Kehidupan yang kukenal bagai ibuku sendiri
Atau keperkasaan bapak ketika ia hanya murung dalam diamnya

Menjelma dalam kokohnya misteri
Bersembunyi di balik pekat halimun ini
Bersenandung lewat gemerisik sepoi dan lantunan melodi

Aku memujamu
Tak sungkan aku bersimpuh di tanahmu

Gumamku adalah rayuan
Dalam lirih lagu bisikan
Lamunku adalah kekaguman
Dalam imajinasi tak terbatas bayangan
Sentuhanku adalah pelukan
Dalam hangatnya mentari siang

Ingin ku merayuMu Tuhan
Di sini
Saat ini juga


(Saat kugenggam segelas plastik kopi hitam di puncak Salak 2, tiba-tiba menyeruak dalam ruang pikir. Beruntung benar punya banyak kawan yang punya hobi sama. :) )







Title: Omotesando Koukou Gasshoubu! /High School Chorus
Genre: Youth, Music, School
Episode: 10
Broadcast period: 2015 July - September
Theme song: Sukida by Little Glee Monster

CAST:

Bagi yang doyan dorama musikal, Omotesando Koukou Gasshoubu! sepertinya menjadi wajib hukumnya. Kenapa? Nah, ada sejumlah poin menarik kenapa dorama ini menjadi laik ditonton dan dinikmati. Bahkan, aransemen vokal di dorama ini dapat penghargaan spesial lho dari Television Academy Award. 

Sebelum baca reveiwnya, simak dulu sinopsis singkat dari d-addicts (Inggris ya :P) 

Sinopsis 

Set in a high school chorus club that faces dissolution, this school drama tells the story of an unconventional high-school girl and how her determination to save the club changes the chorus members and the teacher.

Makoto who has moved from Kagawa prefecture to Omotesando high school in Tokyo is looking forward to joining the once-famous chorus club she had always admired. As she arrives, however, things are not as she had expected. The club hardly has any members, and its instructor - Ariake - who first taught Makoto the joy of singing is a mere shadow of his former self living in misery. Despite the unexpected reality, Makoto is determined to achieve her "goal" in the chorus club where her parents enjoyed their students life. However, her classmates react to her efforts to recruit new members with only hostility, with some even telling her to stop being engaged in the club. -- TBS

REVIEW - Menguliti Dorama

Awalnya, aku tidak terlalu tertarik menonton dorama ini, tapi setelah aku melihat daftar pemenang di TV academy award musim kemarin, ada beberapa kali dorama ini nongol sebagai pemenang, misalnya aktris muda belia Yoshine Kyoko yang berhasil menyabet gelar sebagai pemeran terbaik wanita dan juga penghargaan khusus untuk musiknya. Dan ternyata, aku tidak kecewa. Dorama ini memang cukup bagus. 

Ide Cerita
Sebenarnya sih ceritanya sederhana banget kan, seorang gadis SMA yang hobi menyanyi, datang ke sekolah baru dan menjadi inspirasi aktifnya chorus atau gasshou atau padusa  (paduan suara) di sekolah barunya. Dengan latar cerita, dia ingin menyelamatkan orang tuanya yang hampir bercerai dengan mencoba menemukan lagu cinta yang mungkin bisa mengingatkan orang tuanya tentang masa muda mereka. Yeah, gitu deh. Cerita ini juga diselingi dengan kisah cinta ala remaja dan juga romansa keluarga. Cerita yang sederhana tapi sangat mudah dinikmati dan juga sangat manis. 
Ada beberapa hal yang mau disampaikan oleh dorama ini sepertinya, dan berikut ada sejumlah hal yang menjadi catatanku: 

  1. Follow your passion! Ikuti panggilan hatimu. Kagawa Makoto yang mencintai bernyanyi di sebuah chorus terus  tanpa menyerah mengejar panggilan hatinya. Hingga akhirnya dia bisa menjadi inspirasi orang-orang di sekitarnya. Enjoy yourself by follow your passion!, gitu kali ya. 
  2. Family is everything. Yup, keluarga itu bagaimanapun juga adalah keluarga, sebaiknya tidak berpisah. Apapun yang terjadi mereka adalah yang selalu ada buat kita. Ikatan dalam sebuah keluarga tak tergantikan. 
  3. Friendship is never die! Apa sih yang bisa ngalahin serunya, indahnya dan berwarnanya persahabatan saat remaja?! Ya, jika orang bilang masa SMA adalah masa paling bahagia, aku setuju saja. Persahabatan anak-anak di Ometesando Gasshou cukup bisa menggambarkan indahnya masa itu. Eaa...
Lagi pada latihan nyanyi. 
  1. Sing with your soul! Khusus bagi yang doyan nyanyi, maka ketulusan menjadi modal penting agar lagu kita dapat kita nyanyikan sepenuh hati dan sampai pada mereka yang mendengarkan. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak gasshou ini bagus banget. Di beberapa lagu aku bahkan sampai menangis terharu. Lagu di episode 6 dan lagu terakhir 'Ai no Uta' adalah lagu yang kena banget. 
  2. Enjoy love while you're young. Nikmati cinta monyet. Yohai, mumpung muda nikmati cinta. Cinta saat kita muda adalah cinta tanpa syarat. Karena semakin dewasa, cinta kadang berubah jadi itung-itungan untung rugi untuk investasi masa depan. Kalau pas SMA kurasa perasaan itu lebih bebas, maka ungkapkan dan nikmati masa-masa itu. Ada cerita cinta segitiga Makoto - Natsume - Yuria; cinta segitiga luar biasa Rina - Daisuke - Tasuku, Cinta tak berbalas aka friend zone Rentaro - Miko, dan lain-lainnya. Aih, jadi ingat ceritaku sendiri. :)
Makoto dan Natsume, cute banget kan. (img: here)

  1. Ada yang mau nambahin?
CAST
Para pemerannya seger-seger. Orang-orang muda yang penuh dengan gairah muda dan juga ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Hehehe... Yang pasti Shison Jun berhasil mencuri perhatian sebagai seorang flower boy di sini. Aktingnya lumayan baik dan tatapan matanyan itu lho, dalem. Yoshine Kyoko sudah dapat penghargaan jadi ya, pasti lah bagus. Semangatnya itu seakan ikut memberiku semangat juga. Yoshimoto Miyu yang merani Tani Yuria cantik banget, sumpah. Akting antagonisnya di separuh episode awal keren. (Btw Shison Jun dan Yoshimoto Miyu nanti reunian di 5 to 9, ada adegan kissing juga, yuhuu...super spoiler.) Anak-anak gasshou lain juga oke. 

Ariake Sensei (img: here)

Lalu bagaimana dengan sang guru Ariake Sensei? Shirota Yu jelas lebih ganteng sekarang dibanding dulu. Biking melting deh lihat bodinya yang tinggi besar itu, hahaha... "30, guru, single:, Kalau gurunya kayak gini, bakal rajin sekolah pastinya. Ibu Kepala sekolah aku juga suka, rasanya ngayomi gitu. 
Cast lain gak perlu dibahas ya karena nanti kepanjangan. :P
Euy, Nakashima Mika juga akan main lho jadi bintang tamu di salah satu episodenya. Keren banget deh pokoknya. Dia juga cantik banget. 

Nakashima Mika bareng sama anak-anak gasshou. (img: here)


Setting
No Komen! Bagus kok, Tapi tak banyak yang bisa diomongin. Ya, kalau paling memorable ya pastinya halaman sekolah yang jadi tempat memorinya orang tua Makoto yang juga jadi tempat latihan anak-anak gasshou. 

OST dan Lagu Tema
Nah, ini adalah bagian paling menarik soalnya ini dorama musikal. Karena di tiap episode ada minimal 1 lagu. Karena sudah ada yang bikin daftar lagunya langsung saja ya kunjungi halamannya di sini, siapa tahu kamu mau kepo. :) 

Secara keseluruhan aku menikmati nonton dorama ini. Coba deh kamu juga nonton dan nikmati lagu-lagu indah yang dinyanyikan oleh Omotesando Koukou Gasshou! 

My personal score: 8/10 
Yang mau ngintip website resminya : TBS 
Lebih lanjut bisa lihat juga di: d-addicts ; asianwiki
Yang mau nonton: cari link-nya sendiri ya. hehe

Beberapa hari yang lalu aku nonton di bioskop untuk ke-2 kalinya filem 'The Revenant'. Ya memang itu adalah filem yang sangat bagus hingga untuk nonton lebih dari sekalipun sangat worthed atau nggak ada ruginya. Bukan sekali itu saja aku nonton satu film sampai lebih dari satu kali, yaitu 2 kali. Belum pernah juga sih aku nonton sampai 3 kali ulangan. Nah, aku jadi ingin mendaftar sejumlah film yang pernah kutonton ulang itu. Berarti, film-film berikut ini bagus menurut penilaianku, sehingga mengeluarkan duit dobel untuk nonton cerita yang sudah kita tahu pun rasanya gak rugi. Yah, meskipun nonton ulang bisa jadi karena diajakin atau digratisin sih, sikon saja itu. Tapi yang jelas, film-film ini mayan bagus lah buatku. 

  1. THE REVENANT 


Kalau mau tahu tentang filmnya buka ada di imdb.    
Kenapa? Karena film ini sangat indah visualisasinya. Meskipun ceritanya rada-rada gory dan sadis, tapi keindahan sang Mother Nature dan juga kejamnya human nature seakan menghipnotis banget. Musik garapan Sakamoto Ryuichi juga indah meskipun mencekam. Pokoknya indah banget deh. Rugi gak nonton film ini. Ya, tinggal tutup mata aja sih pas adegan berdarah-darahnya. Haha.. Terimakasih buat teman nonton yang ke-2 ya, yang sudah bela-belain nonton ini, padahal sebenarnya aku yang ngebet. 









2. CHAPPIE

Tentang filmi ini -> imdb
 Nah, kalau Chappie ini awalnya nonton gak sengaja karena memang bingung lagi mau nonton apa, dan kebetulan banget waktu itu ada yang bayarin. Yuhuu.. gretongan. Dan ternyata, film yang bercerita tentang robot polisi lucu dan lumayan bagus. Ceritanya cukup membuat kita terharu dan terhibur lah. Selain itu, duo rap rave group dari Afrika Selatan  'Die Antwood' yang ikut main di sini, ternyata unyu banget, lagunya juga easy listening. Jadi deh, abis nonton Chappie langsung kepo sama mereka. Nah, nonton yang ke-2 kalinya itu gara-gara teman ngajak nonton terus film yang dipajang waktu itu gak ada yang menarik, akhirnya kusarankan saja Chappie meski aku sudah nonton dua kali. dan yap! teman-temanku juga pada suka. Tuh kan.. bagus. 






3. COMIC 8, Casino Kings Part 1. 

Tentang Comic 8 -> imdb
Kalau cerita nonton 2 kali film ini sebenarnya gak beda jauh sama Chappie, gara-gara diajakin lagi nonton dan ternyata gak ada pilihan lain. Memang, Comic 8 adalah salah satu film komedi unggulan di Indonesia, lucu banget,  eh, lucu aja sih. Tapi aku suka. Ceritanya ala ala action gitu tapi kocak. Dialog-dialognya juga cukup cerdas dan ngocok perut. Yaiya lah ya, secara mereka para komik professional. 











Lhah, terus apa lagi ya? Kok aku lupa. Kayaknya itu dulu deh, sejumlah film yang sempat kutonton 2 kali. Nanti kalau udah ingat disambung lagi. 



 
Title (romaji): Tamiou
Genre: Comedy, drama, political
Episodes: 8
Broadcast period: 2015-Jul-24 to 2015-Sep-11
Theme song: Stress Free by miwa

CAST
Endo Kenichi as Muto Taizan
Suda Masaki as Muto Sho
Motokariya Yuika as Minami Mai
Jiyoung as Murano Erika
Takahashi Issei as Kaibara Mohei

Kenapa nonton Tamiou? Tentu, karena Tamiou adalah dorama terbaik di musim panas 2015 ini! Masaki Suda dan juga Kenichi Endo akan membuat penontonnya tertawa geli melihat kisah konyol Perdana Menteri Jepang yang sangar dan anak lelakinya yang rada-rada bodoh. 
Simak ya, sinopsis dulu baru review-ku. 

Sinopsis 

(dari d-addicts.com /Bahasa Inggris ya..)

One day, the current prime minister of Japan, Muto Taizan, and his useless son, Sho, suddenly discover that they have switched bodies. With no known cause or solution at hand, Sho reluctantly ends up appearing in the Diet on his father’s behalf. But he completely cannot follow the deliberations as well as the questions and answers because it has been his routine to skip his studies. He is also repeatedly caught making childish responses or misreading kanji in documents. However, untainted by the adult world, Sho's straightforward opinions and genuine feelings start to mobilise the Diet and the public. On the other hand, Taizan has to lead the life of a university student and search for a job on behalf of his son, but with the brains of a prime minister. He refutes arrogant interviewers with his overwhelming knowledge and debating skills. Although Taizan wins the war of words, he is an absolute failure in the interviews itself. Furthermore, several peculiar girls whom Sho has had relationships with appear and makes Taizan more bewildered. 


Para pemeran utama di sini semua..
(img: here)

Menguliti Dorama


Beberapa alasan kenapa harus nonton TAMIOU.

1.  Ceritanya! Sumpah konyol tapi lucu
Cerita tukar badan sebenarnya bukan hal yang baru-baru banget sih, tapi TAMIOU tetap segar ditonton karena kekonyolan ceritanya. Bayangkan, seorang PM yang tidak bisa membaca kanji dan salah baca teks pas pidato kenegaraan! Atau, seorang mahasiswa yang bodoh tiba-tiba menjadi sangat cerdas? Hahaha, dibumbui intrik-intrik politik yang ringan-ringan saja dan sangat mudah dicerna, TAMIOU sangat asik diikuti jalan ceritanya. Mengalir dengan tempo yang cepat dan hemat. Ya ya ya, cuma 8 episode saja! Bisa banget untuk maratonan di akhir pekan.

2.  Cast yang keren!
Ada yang kenal Om Kenichi Endo, pasti kenal dong. Si Om yang sering jadi detektif polisi ini (Ingat di Monster 2012, Border 2013, dan AndoLoyd 2013), kali ini jadi seorang PM, dan lebih sering jadi mahasiswa yang pura-pura jadi PM. Kesan angker dan bermuka seperti buaya akan musnah di sini karena si Om ternyata sangat unyuuuu meranin jadi mahasiwa. Sedangkan peran utama lain yaitu Masaki Suda  juga sangat baik memerankan Mutou Sho, si mahasiswa bodoh dan kemudian menjadi PM. Waduh beribet ya, intinya antara Kenichi Endo dan Masaki Suda, mereka berbagi peran yang sama.
Pemeran lainnya, mayan juga lah.  Jiyong yang meranin Erika sangat cantik dan seksi. Yup, bintang Korea ini kok fasih banget ya Nihongo-nya?

Masaki Suda lucu juga dengan rambut kritingnya.
Img: here

3. Settingnya bagus dan kostumnya rapih
Pengen tahu gimana ruangannya Perdana Menteri Jepang? Atau ruangan sidang angota dewan? Nah, boleh banget nih. Penonton akan diajak-ajak melihat-melihat ruangan-ruangan penting tersebut. Ah, tapi gak yakin juga sih itu ruangan aslinya. Hehehe.. Latar-latar lainnya gak terlalu berkesan sih, kecuali lantai atas rumah  yang awalnya mau dibikin museum itu, wow rada-rada angker gitu deh.
Nah, kalau kostum. Aku suka lihat cowok pake suit lengkap. Wah, puas deh lihat para tokoh-tokohnya pakai baju formal terus. Tapi, seru juga lihat Kenichi Endo pake celana jersey warna terang, kaos bergambar kartun dan cardigan pink? Hahaha.. Dan tentunya yang rambut kritingnya itu lho..kakkoii!

Mau lihat Om Kenichi Endo dan Masaki Suda main sumo? :P
(img: here)


4. Lagu Tema dan OST
Yup, lagu temanya di akhir drama, dinyanyikan oleh Miwaa berjudul Stress Free. Lagunya ceria dan menambahkan kesan bahwa dorama ini adalah dorama komedi yang ceria. Yuhuuu… Kalau OST, aku tidak terlalu memperhatikannya sih. Hehe..


Oke deh, kayaknya cukup lah segitu. Akhir –akhir ini aku sibuk banget dengan kegiatan lain jadi rada susah nyari waktu buat nulis. Tapi, aku akan sempatin sehingga makin banyak dorama yang bisa kureview. Pokoknya nonton TAMIOU deh, lumayan buat ngisi waktu. Sumpah lucu! Gak percuma ini dorama yang jadi best dorama di Television Drama Academy Award untuk Summer 2015, ngalahin Death Note yang waktu itu lagi anget-angetnya. :P



Menikmati lagu, ini asalah salah satu adegan paling sweet juga.
(img: here)


So, mari menyanyi dan nonton dorama! :D

Bahwa sebuah perjalanan itu, traveling itu, tidak terbatas pada jalan-jalan badan saja, mengunjungi tempat baru saja, bertemu orang baru saja dan belajar budaya baru saja. Bertemu dengan sisi lain diri sendiri juga adalah sebuah petualangan yang menakjubkan! 

Well, (Fyuh, sebenarnya aku paling anti nulis campur baur bahasa Indonesia-Inggris tapi memang kadang 'rasa'nya beda, feelnya beda. Hahaha.. So, lupakan dulu sekarang.) . Balik lagi, well, cerita ini berawal ketika pada suatu libur panjang akhir minggu aku bingung mau ngapain. Mau naik gunung gak ada temen, mau jalan jauh dikit duit mepet dan jalanan macet dimana-mana, ngabisin waktu di rumah rasanya sayang banget. Hingga kemudian Sheila, seorang kawanku yang kece badai, ngusulin "Mbak, gimana kalau kita cosplay-an?". 

Semua orang pasti punya hal-hal yang ingin dilakukan dalam hidupnya, yah semacam Bucket list lah (siapa yang sudah lihat filmnya? Cung!) yang berisi hal-hal yang ingin dilakukan sebelum waktu hidup habis, 'Things to do before you die!'. Nah, aku dan pastinya kamu juga punya kan daftar semacam ini. Aku juga ada! Selain ingin bertemu penguin langsung di Antartika, salah satu daftar di Bucket list-ku adalah bermain kostum atau Cosplay.

Ajakan Sheila tentunya adalah pertanda bahwa saatnya telah tiba satu dari bucket listku perlu dicoret. Sip, mari kita cobain bermain kostum, berdandan memainkan suatu karakter dalam balutan kostum dan pamer di depan orang banyak. Rencana untuk ber-cosplay di Tokyo bolehlah tertunda, kita bisa berekspresi juga di dekat sini, dan Kota Tua Jakarta adalah pilihan utama. Apa yang cocok dengan Kota Tua, tentunya noni-noni Belanda ( yang ujung-ujungnya malah cosplay jurig). Haha! Let's just do it.

So, hari itu tanggal 26 September, aku dan Sheila dibantu Habibah yang setia jadi asisten dan juga Jamani Uyee sang fotografer melakukan petualangan seru. Yah, minimal buatku lah. Aku merasakan kesenangan yang mirip saat kurasakan saat aku jalan-jalan. Ada rasa baru, ada petualangan baru. Bedanya, ini bukan lagi eksplorasi ruang, budaya dan manusia di luar sana, tapi lebih ke sesuatu yang ada pada diriku sendiri yang selama ini masih terpendam. Dan ketika dia dibebaskan, wuhhh rasanya itu lho, kayak sedang menatap megahnya Gunung St. Helens di Washington sana. Sumpah deh!

Jadi, kesimpulanku adalah konsep traveling itu bukan melulu jalan-jalan, bisa juga dengan mewujudkan hal-hal yang sangat ingin kita lakukan, segila apapun, seaneh apapun, se-absurd apapun. Yah, asal jangan yang kriminal aja.

Terimakasih ya,
  • untuk Sheila sang partner yang mau gila bersamaku,
  • Untuk Jamani Uyee yang mau jadi fotografer kami (I am your fan!)
  • Untuk Habibah yang menjadi asisten terbaik
  • Dabibah untuk kostum
  • Dan untuk diriku sendiri juga yang mau melakukan petualangan seru ini.


Berikut adalah beberapa foto karya sang fotografer saat kami cosplay-an kemarin. Keren kan! :)  Lain kali bolehlah cosplay-an lagi. Jadi zombie kayaknya seru juga. :D

Note: Aku tidak pakai buka kbbi ataupun oxford dictionary, jadi arti kata ya suka-suka.. hehe


Dandan dulu :)

Another good shot! :)

Ujung-ujungnya jadi begini :P
Kayaknya ini yang paling bagus deh. :)

Fotografer kita +jamani uye 

Behind the scene lah ceritanyah :)



Let's travel, let's adventure, let's have fun! 
(Catatan: Riska, Bang Asun, Pak Ntis, Habibah, dan nama-nama yang kucatut, mohon ijinnya ya.. Hehehe)


Siapa yang suka bangun pagi di akhir pekan?!  Adakah? Apakah aku? Akupun ragu. Dan ini adalah cerita tentang Sabtu pagi-ku di pertengahan Desember. Cerita yang berlatarkan Ciliwung dan ke-tiba-tiba-an (mungkin kalau istilah Inggrisnya Ke-suddenly-an kali ya) niatku yang ujug-ujug muncul. Simak ya.

Jumat malam itu aku buka-buka dan kubaca SMS masuk. Satu SMS yang selalu hadir tiap Jumat itu berbunyi: "KPC Bogor Sabtu 12/12/15 mulung sampah bebersih Ciliwung. Kumpul pkl 08.00 wib di depan mesin pencacah plastik KPC Sempur. CP Joko 021xxxx.". Aih, beberapa kawan-kawanku di Bogor pastilah sudah sangat akrab dengan SMS itu. Kamu juga sering dapat ya? Hehehe.. Seingatku dulu, ada ratusan nomer HP yang mendapatkan SMS rutin itu tiap Jumat. Dan ini sudah tahun ke-7, KPC Bogor bergelut dengan Ciliwung, mengajak puluhan-ratusan-bahkan ribuan orang untuk menengok kembali sungai yang pernah jadi wajah sejarah Pajajaran ini. (Kenapa sejarah? Aku teringat cerita jalur tamu dan jalur bangsawan, cerita dari Mas Hari Kikuk tentang sungai ini di jaman dulu.). Kubaca sekilas SMS itu, dan ujug-ujug aku merasa berkepentingan untuk ke Sempur. Okelah, fix! Besok pagi aku ikut mulung. Kuajak Habibah, kawan kosanku yang masih muda belia, dan tak banyak cingcong dia langsung jawab "Oke mbak!".

Tidak jauh, meskipun tak bisa dibilang dekat juga. Kami sampai di Sempur, turun dari angkot 03 yang sesak, jam 8 kurang sepuluh menit. Di tempat berkumpul kulihat seorang ibu paruh baya sedang asik menikmati sebatang rokok. Alamak, jadi pengen juga. Ups, tahan dulu. Kusapa si ibu dan kutanya apa dia datang untuk KPC. Eh, ternyata dia hanya sedang menikmati pagi rupanya. Ah, yasudahlah. Tak berapa lama, Pak Joko sang CP (Contact Person) muncul. Dia mengatakan akan datang juga kawan dari IPB, tepatnya dari Fakultas Ekologi Manusia yang ingin gabung mulung Sabtu pagi ini. Ah, baguslah. Semakin rame biar semakin seru. Dan datanglah mereka, 5 cewek berkerudung dengan kaos hijau pastel kembar. Salah seorang membawa tripod dan lainnya membawa kamera DSLR. Tarohan, pasti tugas kuliah. Hehehe.. Dan memang benar dugaanku.  Mereka pun membuat entahlah, semacam film mungkin, dengan mewawancarai Pak Joko. Aku dan Habibah, melihat-lihat saja sambil sesekali selfie di pinggir sungai. Waktu berselang dan Pak Ntis datang membawa senjata kami: KARUNG!!!

Laskar Karung KPC - Sabtu pagi itu
(Photo by: Sutisna Rey)
Aku dan Habibah mulai mulung duluan. Kuambil 2 karung, satu untuk seorang dan kami turun ke sungai. Kulihat, sampah banyak nyangkut di tepi sungai, terbawa banjir semalam. Gak kebayang, sampah dari mana saja ini? Mulailah aku dan Habibah mulung apa yang bisa dipulung, mulai dari bungkus detergen, bungkus indomi, hingga kutang dan puluhan popok bayi. Nah, yang terakhir itu perlu digaris-bawahi, POPOK BAYI. Astaga,...! Kenapa ya orang-orang ini? Sakit jiwa? Kenapa banyak banget ya popok bayi di kali? Sejak mulung kapan tahun, popok bayi seakan jadi tamu wajib. Bahkan, pernah nih, aku dapat popok bayi yang masih segar berisi. Pasti tahu kan isinya apa? Pokoknya, warnanya gak kalah gonjreng dibanding bendera partai sebelah itu. Jadi gatel pingin ngomongin popok nih. Yuk mari,..

Penggunaan popok bayi sekali pakai sepertinya memang menjadi hal yang perlu diperhatikan. Karena sepertinya, para ibu-ibu (atau bapak-bapak?) penggunanya masih bingung bagaimana cara mengelolanya. "Make'nya sih gampang. Sekali bayi brott langsung buang gak perlu dicuci." Iya sih. Tapi, buangnya gak harus di kali juga. Lalu dimana? Di tempat sampah? Bau kali, jorok, dll. Lah, dikira dibuang di kali gak jorok? Sebenarnya aku pun gak tahu gimana caranya buang popok bayi bekas yang benar. Maklum belum pernah ber-bayi. Apakah di kuning harus dibuang dulu di WC, atau langsung aja buang bareng sama popok-popoknya. Entahlah. Tapi yang jelas, yang make harusnya tahu. Yang jual harusnya juga ngasih tahu. Btw, dikasih tahu gak sih? Jadi ingat sama Jeng Riska, sang dewi Ikan dari Surabaya yang pernah getol mengangkat fenomena popok bayi ini juga. Jeng, gimana sekarang kondisi Kali Surabaya? Apakah popok masih banyak dijumpa? Bang Asun sempat mengajak ber-ide,"Gimana ya caranya biar orang gak buang popok di kali? Apa perlu kita bikin mitos? Orang kita kalau ke mitos lebih cepat percayanya!". Ah, bener juga kataku. Bikin aja rumor,"Buang popok di kali bisa bikin ruam pantat bayi.". Kali-kali aja itu manjur. Sudahlah, popok bayi mah. Lanjut  lagi,..

Oops, ada popok bayi pasti di sana!
(Photo: Sutisna Rey)

Kawan-kawan dari IPB pun ikut nyemplung bersama, jadi ada 5 tambah 2 tambah 2, ahh. 9 orang totalnya yang mulung hari ini. Lumayanlah. Kami bersemangat mengangkut sampah-sampah itu. Aku, paling senang, mengais-ngais sampah yang nyangkut di celah batu. Sampah kayak gitu, kelihatannya dikit, tapi wooo...aslinya banyak. Lebih seru lagi kalau nemu 'Anaconda Ciliwung'. Dijamin keringat mengucur deras. Satu demi satu sampah kami masukkan karung, hingga kemudian tercium baru menyengat yang hampir membuatku muntah. Di dunia ini, hanya satu bau yang bisa membuat mataku langsung merah berair dan perutku seakan mau keluar. Bau bangkai. Dan di Sabtu pagi inipun, bau ini hampir berhasil membuatku mual. Aku tidak sanggup lagi dan tak berapa kami penuhi karung, kami berhenti. Kebetulan karung juga sudah habis, meskipun sampah masih berserakan. Cukup hari ini. Kamipun berpisah dan kembali ke aktivitas masing-masing. Hampir jam 10 pagi waktu itu.

Sambil berjalan di tepi sungai, Habibah mengatakan, "Enak juga ya melakukan begini di akhir pekan?". Aku pun sedikit terhenyak dengan pernyataan itu. Enak? Apanya yang enak? Kalau enak kan pasti banyak orang yang akan turun. Aku berpikir, apa yang bisa dilakukan untuk menjadikan orang juga merasa 'enak' seperti yang Habibah rasakan, seperti juga yang aku rasakan. Rasa enak yang absurd inilah yang mahal. Rasa 'enak' inilah yang bisa menjadi fondasi dasar semua kegiatan yang berdasarkan ke-suka-rela-an atau voluntarisme. Tak ada orang yang dibayar di sini, tak ada fasilitas apapun di sini. Bahkan, yang akan ditemui adalah gundukan sampah yang bahkan menggunung, berbau busuk dan menjijikkan. Tapi, ada yang bilang itu semua 'Enak'.

Aku teringat dulu, setahun lalu aku sempat menanyakan hal yang sama pada beberapa orang di Oregon sana, "What makes you do that voluntary works? Why do you want to do it?". Kenapa orang mau-maunya bersihin rumput di taman kota, kenapa mereka mau nyumbang duit banyak untuk restorasi ikan? Buat apa mereka merelakan waktu untuk ini dan untuk itu? Dan jawabannya hanya sederhana, "I feel good with it.". Sesederhana itu saja. Orang merasa baik, orang merasa enak. Mungkin seperti Habibah bilang 'enak' tadi. 

"Apa kamu punya ide untuk KPC Bogor Net?", tanya Bang Asun dan Pak Ntis siangnya, di kantor FWI yang sudah jadi rumah singgah wajib sehabis mulung, selain tentunya kantor INFIS. Pertanyaan ini agak-agak berat gimana gitu ya. Jujur, aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri dan kerja yang sebenarnya sibuk gak sibuk. Setelah beberapa waktu aku tidak datang di Sabtu pagi, aku merasa tidak layak menjawab pertanyaan itu. Tunggu, tunggu! "Come on Net, this is not very you! ", kudengar aku memarahi diriku sendiri. Hahaha... Oke, oke. Aku coba jawab pertanyaan itu.

Jadi, sama seperti yang kuceritakan tentang Habibah dan rasa 'enak'nya yang absurd itu. Intinya adalah bagaimana membuat orang merasakan 'enak' itu, 'feel good' itu. Bagaimana membuat Ciliwung mempesona bagi mereka? Bagaimana membuat sungai ini menjadi ajang orang-orang berekpresi. Orang yang mau ibadah, bisa bersyukur dan beramal di Ciliwung. Orang yang agak narsis (saya misalnya) bisa selfie-selfie sambil mulung sampah Ciliwung biar kelihatan jadi orang baik. Hahaha.. Yang doyan bermedsos, bisa update status entah di Fesbuk, Twitter, Path, instagram atau apapun lah dengan hashtag Ciliwung. Orang yang doyan nulis pasti akan banyak bahan tulisan. Orang yang suka riset bisa juga cari bahan riset. Atau orang yang memang doyan nyemplung kali  ya tinggal nyemplung aja. Hehehe.. Sepertinya sederhana kan. Memang pada dasarnya, niat ber-voluntary, umumnya sederhana. 

Bagaimana cara? Yok cari bareng-bareng. Yang jelas nyata bagiku adalah, kalau tujuannya kampanye ya harus dilihat banyak orang, didengar banyak orang. Biarkan orang tahu dan melihat. Kalau mereka lihat kita 'enak' toh mereka pasti akan ikutan. Kalau 'enak' sendiri mah apa bedanya sama 'itu'. Hahaha... Maaf, saya nulis ini sudah agak malam sih,  jadi sedikit nyrempet-nyrempet.  Sepertinya sudah ngantuk saya, jadi sudahan dulu ya. Yang jelas, 'enak absurd' itu yang perlu dicari dan mari temukan itu bersama-sama. 

Bukankah begitu kawan?

Salam cinta dan rinduku pada sungai, gunung, hutan, alam semesta dan manusia yang sangat indah. Muachh..

Dan terutama untuk Ciliwung yang berhasil membuatku bangun pagi di Sabtu pagi! Good job C!


Minggu, 13 Desember 2015 (23:49)

Kaos Ijo kawan-kawan FEMA IPB, aku dan Habibah. C...
(photo by: Sutisna Rey)

Giliran teman-teman FEMA IPB, Pak Joko, Pak Ntis, dan Habibah
(Fotonya pastinya aku yang njepret :) )

-----