Apakah Yamapi punya Twitter? 

img source: here
Beberapa hari yang lalu aku tiba-tiba memikirkan hal ini. Aku sendiri bukan 'pengicau' aktif, akun
twitterku hanya kugunakan untuk sekedar punya saja. Tidak tertarik dan kurasa memfollow orang rasanya seperti seorang penguntit, yahh meski yang dikuntit kadang seneng juga. Namun Yamapi adalah cerita lain. Dia adalah sosok idol yang membangkitkan jiwa fangirl-ku. Jika ada twitternya maka aku bisa sedikit 'merasa' berinteraksi dengan dia yang jauh di sana. :D

Lalu, mulailah pencarianku. Dan hasilnya adalah NIHIL alias tidak ada. Yamapi tidak punya akun Twitter. Katanya sih ini berhubungan dengan aturan dari manajemen JE yang memang melarang artis-artisnya punya akun bebas seperti itu. Lalu bagaimana? 


Sebagai penggantinya ada yang namanya NIKKI. Entah itu apalah, namun yang jelas itu adalah semacam  diary atau catatan harian singkat yang ditulis oleh sang artis yang dalam tulisan ini tentunya milik si Yamapi ganteng. Yamapi akan menulis tiap hari lewat Nikkinya ini dan lalu akan dikirim ke mereka-mereka yang berlangganan.Tentu saja untuk berlangganan harus berbayar. Hemm, memang ya bisnis tetaplah bisnis. JE memang top banget dalam mengatur dagangannya. Dan satu hal lagi, tulisan yang dipakai dalam Nikki ini pun dalam tulisan Jepang. 

Lalu bagaimana ini nasib fans fakir yang di luar negeri seperti aku ini? hehehe.. 
Oww.. Jangan khawatir! Secara tidak sengaja aku nemuin web ini : http://yamapikingdom.tumblr.com/

Judulnya aja udah Yamapi Kingdom, jadi ya isinya semuanya tentang Yamapi. Dan lebih menyenangkan lagi adalah di web ini, si empunya web selalu mengupload Nikki dan sekaligus translation dari Nikki si Yamapi. Sehingga, bagi para fans yang tidak berlangganan Nikki itu, bisa juga tahu apa sih yang dilakukan sang Idol hari ini? Atau apa yang sedang dipikirkannya? Hmmm,.. berasa stalker nih. But it's Okay. He's an idol, that's why. 

img source: here

I adore you... 山下智久



"Merayakan tahun baru sepertinya adalah hal yang klise. Apa coba yang kita rayakan? Bukankah hari itu sama saja? Toh matahari masih terbit dari timur, ntar juga tenggelam masih di barat. Satu hari juga masih 24 jam. Ngapain repot?" 
-Pernah terpikir olehku saat itu-

Tapi sekarang, semua itu akan kutarik kembali. Merayakan akhir dan awal tahun itu ternyata perlu. Ehm, hanya saja kita harus pintar-pintar memilih cara untuk merayakannya. Perayaan yang paling pas dengan pribadi kita. 
-Jika kamu adalah penikmat pesta maka rayakan dengan pesta gila-gilaan
-Jika kamu adalah seorang agamis maka rayakan dengan ibadah
-Jika kamu adalah tukang makan maka rayakan dengan wisata kuliner
dan,...
-Karena aku adalah pendaki maka aku merayakan tahun baruku dengan mendaki gunung.

New Year 2013 in Mahameru 

Dan tahun 2013 ini adalah perayaan terbaikku. Awal tahun kunikmati dengan mengunjungi Mahameru yang katanya adalah puncak abadi para dewa, puncak tertinggi di Pulau Jawa. Sungguh senang sekali rasanya mengucapkan kata "Happy new year! Selamat Tahun Baru!" kepada para sesama pendaki ketika melintas di jalur pendakian. Ehm,.. rasanya seperti pulang ke rumah, ke tempat dimana seharusnya aku berada. 


Mengawali tahun ini dengan mendaki ternyata membawa semangat yang benar-benar baru. Banyak energi yang sepertinya akan ada tidak terbatas untukku. Akan banyak momen-momen hebat di tahun ini rasanya. "Puncak mana lagi ya yang akan kudaki tahun ini?" "Tempat mana lagi ya yang akan kudatangi?" Banyak pertanyaan penuh semangat yang kutujukan untuk diriku sendiri. Dan aku pun sangat percaya, bagi semua yang merayakan tahun baru sesuai dengan pas, maka akan mengerti apa yang kurasakan. 

Merayakan tahun baru ibarat, mencharge kembali semangat kita untuk menjalani satu tahun ke depan. Aku beruntung bisa merasakannya. 

Maka dari itu, mari merayakan tahun baru. 


MCK = Mandi Cuci Kakus, bukan hal aneh. Mandi membersihkan badan,mencuci pakaian, dan buang hajat. Semuanya butuh air. Bagaimana ceritanya jika hanya ada sedikit air? Itupun harus berbagi dengan banyak orang? Sungguh, bagiku episode MCK di Melinsum adalah salah satu episode yang sangat istimewa. Berkesan, mendalam, dan lucu. 

SELANG SAKTI,....

Bayangkan! Ada sebuah selang panjang, berdiameter sekitar 3 cm yang mengalirkan air bersih nan segar. Sepertinya tidak ada yang salah dengan selang itu. Hemmm, tunggu dulu! Masalahnya selang itu sendirian. Dia sendirian, dia adalah satu-satunya, tak punya teman. Selang itulah satu-satunya penyalur  air bersih untuk satu Dusun Melinsum. Ya, meski banyak penyalur air lain, namun bisa dikatakan mereka semua mandul, tak ada air yang mengalir, meskipun mengalir juga sangat sedikit. Air untuk konsumsi, mandi, mencuci, dan juga keperluan lain banyak diambil dari selang sakti ini.
 
Selang ini mengambil sumber air dari sungai kecil di dalam hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGPl). Selang ini berujung di belakang rumah seorang warga dusun yang rumahnya terletak paling ujung dan terdekat dengan hutan TNGPl. Rumahnya berada di tengah-tengah kebun karet luas. Dan di ujung selang inilah, warga berganti-gantian berurusan dengan air bersih. Bukan apa-apa, tapi memang tak ada pilihan lain. Ada yang mencuci pakaian, mandi, mengisi kin (jerigen air), dan lain-lain. Aku pun juga. Selama seminggu tinggal di Melinsum, aku juga menjadi bagian dalam ritual selang bergilir tiap pagi. Bukan piala bergilir, namun selang bergilir yang lebih berharga. 

Tiap pagi hari, sekitar jam 8 pagi setelah sarapan di rumah, aku bersama dengan kakak dan Indah menuju rumah Pak Pardi. Beliaulah sang tuan rumah si selang sakti. :) Jarak dari rumah sekitar 3 km membuat kami harus menggunakan bantuan sepeda motor untuk sampai di sana.  Sembari menenteng ember, pakaian kotor seluruh penghuni rumah, dan peralatan mandi serta baju ganti kamipun berangkat. Sampai di lokasi sekitar 15 menit kemudian dan selalu saja, si selang sakti tersebut tidak pernah nganggur. Ada saja penunggunya, entah ngisi kin, mencuci, atau mandi. 

Meski kadang lapak penuh, namun kami selalu saja bisa nyelip dan ikut mengantri selang. Ketika giliran tiba, maka pertama-tama kami mengurusi dulu cucian kotor yang menumpuk (Bagaimana tidak? baju kotor 7 orang. Kondisi air yang sulit ini membuat urusan mencuci jadi agak repot. Karena itu agar lebih praktis maka cucian orang serumah dijadikan satu. 4 orang anggota keluarga Bang Edi ditambah bajuku,  dan 2 orang teman dari Jepangku jadinya ada 7 paket. Siapa yang nyuci? Ya aku dan kakak. he3). Setelah mencuci barulah mandi. Habis mandi ganti baju. Ya, sebenarnya ini sangat sederhana jika saja tidak perlu ngantri selang. 

Apa jadinya jika selangnya ngantri? Ya, kadang-kadang ketika sabunan selang dipinjam oleh orang yang datang mengisi kin yang biasanya tidak pernah kurang dari 2 dan lebih sering lebih. Itu baru satu orang, lebih sering lagi beberapa orang yang ngantri. Jadi ya, meski sabun sudah kering di kulit, shampo sudah mengerak di rambut, namun selang sakti masih juga digilir entah kemana. Sabarrr.. Pernah ketika itu, menunggu selang sampai lebih dari 15 menit, jeda di antara mandi. Sumpah, kocak. 

Selesai mandi bukan berarti urusan selesai. Ganti baju di ruang terbuka ternyata membutuhkan skill khusus yang perlu diasah. Terlebih lagi ketika harus berada di tengah kerumunan orang (tentu saja mereka mengerumuni selang, bukannya orang ganti baju.hehehe). Beberapa kali aku kesulitan berganti baju, terutama urusan CD. Keki juga pakai barang privat begitu di depan bapak-bapak. Ya, tapi aku adalah pembelajar yang baik sehingga urusan ganti baju menjadi hal yang lagi-lagi konyol. hahaha...

Suatu kali aku pernah kebelet ingin buang hajat di tengah-tengah aktivitas mencuci. Kakak langsung menyodori aku seember air dan gayung. Dia bilang "Sana ee, dimana aja boleh!". Ehhhh, maksudnya? Ya, rahasia umum jika di Melinsum ini gosipnya hanya ada satu toilet yang bener-bener toilet. Jadi aku langsung 'ngeh' ketika dibilang dimana-mana boleh, artinya adalah aku harus ee di toilet raksasa seukuran kebun karet.  Suatu lokasi kurang aman, di balik semak menjadi pilihanku. Kurang aman karena menghadap jalan, dengan pertimbangan untung-untungan jika ada yang lewat berarti sedang apes. Dalam waktu dan tempo sesingkat-singkatnya, aku selesaikan ritual hajatku itu. Lega dan lagi-lagi lucu. 

Setiap hari. Kulewati pagiku dengan penuh kejadian-kejadian lucu. Selang sakti telah menjadi tali penghubung dan pengikatku dengan Melinsum. Aku banyak kenal teman-teman baru: ibu-ibu atau kakak-kakak teman  mencuci baju atau mandi, bapak-bapak yang mengisi kin, dan banyak lagi yang lain. Meski bisa dikatakan sangat sederhana bahkan minimalis, namun episode MCK dengan selang sakti adalah salah satu kenangant manisku di dusun kecil Melinsum di kaki Gunung Palung. 

Bersama-sama ibu-ibu Melinsum. Mereka adalah temanku mencuci tiap pagi :D


Melinsum: Air seperti ngambek di sini<--------------- span="span">
Bang Udin
Ini adalah catatan tentang seorang sahabat, seorang teman yang dalam hidupku yang cuma sekali ini telah ditakdirkan oleh Tuhan untuk kutemui. Ya, melalui catatan ini aku ingin mengungkapkan betapa mereka-mereka ini sangat berharga. Benar-benar berharga hingga aku bahkan kadang tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. 


Bang Udin @ My HomeTown

Meskipun ada Udin Sedunia, bagiku nama Udin yang pertama teringat   dalam memoriku adalah sosok guru ngajiku. Ya, Bang Udin, adalah Udin pertama dalam kenanganku. Jauh ketika aku masih belum mengerti apa arti hidup dalam masa kecilku, Bang Udin mengenalkanku pada berbagai dunia baru, pada indahnya Islam yang kuwarisi dari orang tuaku, tentang petualangan di alam bebas yang sangat menantang, persahabatan, dan bahkan mengajarkanku bahasa  Inggris. Sesuatu yang jika kupikir-pikir adalah hal-hal pembentukku sekarang.

Mungkin ketika itu aku masih berumur 6 tahun ketika orang tuaku membawaku ke TPA Annas, di Masjid Asrikanto, dekat rumah. Rasanya asing sekali memasuki masjid itu, namun keramahan Bang Udin membuatku kerasan. Ya, bila guru ngaji lain mungkin melarang anak-anak bermain karena membuat ribut, namun Bang Udin malah membiarkan kami bermain sepuasnya. Satu persatu ilmu Islam kupelajari sambil bermain-main, tidak hanya di masjid tapi di alam bebas. Ya, masih aku ingat, tiap rabu sore atau kadang minggu pagi, kami murid-murid TPA berkumpul di masjid, bukan untuk mengaji seperti biasa, namun berjalan-jalan di alam, di sawah, di sungai, bukit-bukit di sekitar desa. Mata dan perasaan kecilku langsung terpesona oleh segala ciptaan-Nya yang ternyata akan selalu memberikan kekaguman. Mungkin jika bukan karena acara jalan-jalan itu, aku tidak akan pernah menapaki puncak-puncak gunung itu.


Pernah ketika itu aku mulai ngambek dan tidak  mau berangkat mengaji lagi dan tiba-tiba Bang Udin datang ke rumah, membawakanku sebuah kerudung hijau indah dan membujukku untuk mengaji lagi. Betapa senangnya aku. Esoknya, kerudung hijau itu langsung kupakai saat mengaji. Mungkin saat itu Bang Udin senang ya. :)

Lalu bahasa Inggris?
Aku juga baru tahu ketika masuk SMP, ketika pertama kali mengenal bahasa asing itu, ternyata guru ngajiku yang hebat itu juga jago bahasa Inggris. Beberapa hari seminggu aku dan beberapa temanku diajar bahasa itu oleh Bang Udin. Ketika itu aku masih sangat ingat betapa Bang Udin menekankan pengertian tenses, bahwa penguasaan tenses  itu sangat penting. Dan aku sangat berutang ilmu dengannya. Setiap berbicara, menulis, membaca bahasa asing itu, aku selalu teringat sosok guru ngajiku. Benar-benar, terimakasih Bang Udin.

Kenangan masa kecilku akan selalu indah dengan ajaran-ajaran Bang Udin. Meskipun Bang Udin sudah meninggalkan dunia ini, jauh ketika itu, ketika aku masih juga belum beranjak dari masa kanak-kanakku, namun sosoknya akan selalu tinggal di hatiku, dan aku yakin juga di seluruh hati murid-muridnya. Bang Udin adalah guruku, inspirasiku. Dia akan selalu ada, ketika aku membaca Alqur'an, ketika aku menggunakan bahasa Inggris, ketika aku mendaki gunung-gunung, dan ketika aku berdoa. Semoga selalu bahagia Bang Udin, dimanapun berada. 
Jika ada lagu berlirik "tak selamanya mendung itu kelabu", maka bagiku itu adalah kekeliruan. Karena bagiku selamanya mendung itu kelabu. 


Mendung akan selalu Kelabu (Photo: Nonet262)

Namun kelabu bukan berarti selamanya muram. Lebih sering kelabu adalah salah satu warna pada kebahagiaan. Pada hidup dan kehidupan. 

“Susah mencari uang di hutan mbak. Masyarakat sini kalau nggak motong ya nggak ada penghasilan. Karet lah yang paling sesuai dengan kondisi sini” cerita Bang Roni, salah seorang penduduk di Desa Batu Sanggan kepada saya . ‘Motong/ memotong’ adalah istilah masyarakat sekitar untuk memanen/ menoreh getah karet.
Desa Batu Sanggan di tepi Sungai Subayang

Batu Sanggan adalah sebuah desa seluas 20.008 hektar di tepi Sungai Subayang yang merupakan anak sungai Kampar, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Berada di tengah-tengah kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling, desa ini dikelilingi oleh bukit-bukit hutan yang saat ini, sebagian lahannya sudah berubah menjadi hutan karet. Disebut ‘hutan’  karena memang penampakan lahan-lahan karet itu sekilas seperti hutan.  Hampir seluruh lahan karet di sini didominasi oleh lahan karet dengan banyak semak dan bermacam pepohonan lain selain karet. Akses transportasi menuju desa ini hanya bisa melalui sungai, sekitar 4o menit perjalanan dari Pelabuhan Gema dengan perahu kecil bermesin, tidak ada jalan darat menuju tempat ini. Gema adalah kota kecil ibu kota kecamatan yang sudah memiliki akses jalan darat. Hampir seluruh mata pencaharian masyarakat Batu Sanggan dan desa-desa sekitarnya bertumpu pada getah karet. Akses transportasi itulah yang menjadi alasan mengapa karet adalah usaha yang paling cocok. Karet adalah komoditi yang bisa dipanen hampir setiap hari, mudah perawatannya dan juga tahan lama hasilnya. Hasil panen karetpun bisa dijual di desa, tidak perlu transportasi lagi, karena ada tengkulak di desa.
Belanja di pagi hari 

Setiap pagi suasana desa berpenduduk 434 jiwa itu sepi, jalan-jalan sepi dan orang-orang tidak nampak, hanya beberapa ibu-ibu atau anak-anak sekolah yang sesekali lewat. Hampir semua orang pergi memanen karet pada jam-jam itu. Mereka biasanya berangkat pagi-pagi sekitar pukul enam dan kembali ke rumah pada siang hari. Bahkan jika lokasi kebun cukup jauh, mereka menginap di lahan karet selama beberapa hari, biasanya dua mingguan. Lahan karet yang digarap masyarakat desa memang cukup luas, dari yang di sekitar pemukiman desa sampai dengan lahan yang cukup jauh, membutuhkan waktu untuk mencapainya. Umumnya masyarakat mengumpulkan hasil getah karet dan menjualnya setelah terkumpul banyak, biasanya setiap per satu bulan sekali atau dua minggu.

Hampir semua kebutuhan sehari-hari dibeli, mulai dari beras, minyak, sayur, bumbu-bumbu dapur dan segala keperluan lain. Kebutuhan uang tunai menjadi semakin tinggi dan getah karet adalah sumber uang tunai yang paling penting. Ladang berpindah untuk menanam padi sudah tidak banyak dilakukan oleh masyarakat, jikapun ada hanya beberapa orang saja. Dahulu, masyarakat masih menanam padi di ladang dengan tujuan memenuhi kebutuhan makanan pokok yaitu beras. Selain bertanam padi, mereka kadang juga menanam berbagai sayuran di ladangnya. Ladang itulah yang nantinya akan ditanami bibit karet dan berubah menjadi kebun karet. Semakin banyaknya gangguan hewan liar terutama babi dan mudahnya membeli beras dari pedagang membuat masyarakat lebih memilih untuk meninggalkan bertani padi di ladang. “Dari pada menanam padi dirusak terus sama babi, mending banyak-banyakin aja kebun karet agar uang juga banyak untuk beli beras” ujar salah satu masyarakat. Mudah sekali untuk membuka lahan baru untuk karet di daerah ini, tergantung seberapa kuat mengelolanya. Meskipun desa ini masuk dalam kawasan lindung namun menurut masyarakat tidak pernah ada masalah dengan pengelola kawasan.

kebun karet yang dikelola masyarakat 

Ketergantungan masyarakat terhadap karet sangat besar dan hal ini menjadikan mereka rentan terhadap perubahan, baik dari dalam ataupun dari luar. Misalnya saja ketika musim penghujan, hampir semua aktivitas pemanenan karet tidak dapat dilakukan secara teratur. Jika di musim kemarau petani bisa memotong karet hampir setiap hari, maka di musim penghujan sangat tergantung pada cuaca. Jika musim penghujan datang bisa jadi hasil produksi turun hampir lebih dari separuh, tergantung cuaca, semakin banyak hujan semakin sedikit karet dipanen. Sedikit panen panen berarti sedikit pula pemasukan uang tunai yang berpengaruh pada kelangsungan hidup keluarga. Hampir semua kebutuhan pokok disuplai dari pasar (dari pedagang yang datang  atau dari warung) yang berarti harus membeli dan memerlukan uang. Saat itulah fungsi tengkulak menjadi penting. Para tengkulak menyediakan pinjaman di saat sulit panen dan para petani mengembalikannya ketika panen sudah banyak lagi, yaitu musim kemarau.

Selain musim, masyarakat juga sangat tergantung pada harga karet di pasaran. Harga karet dunia yang tidak stabil dan fluktuatif memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Tahun ini,harga karet menurun dibanding tahun kemarin, namun masih dianggap aman oleh masyarakat. Jika seumpama harga karet jatuh, maka dapat dipastikan penghasilan masyarakat akan sangat terganggu.

Begitulah pentingnya posisi karet bagi kehidupan masyarakat Batu Sanggan. “Tidak terbayangkan jika tidak ada karet di sini” lanjut Bang Roni.

 ----------------- des 2012

Ini adalah catatan tentang seorang sahabat, seorang teman yang dalam hidupku yang cuma sekali ini telah ditakdirkan oleh Tuhan untuk kutemui. Ya, melalui catatan ini aku ingin mengungkapkan betapa mereka-mereka ini sangat berharga. Benar-benar berharga hingga aku bahkan kadang tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. 


Dika @Teluk Meranti, Riau

dika n me @ Teluk Meranti Nov 2012
Pertama kali bertemu kamu di rumahmu yang sangat nyaman itu, di tepi Sungai Kampar yang luas berwarna coklat hitam. Ketika pertama kulihat kamu kupikir kamu orangnya pendiam, sungguh. Terlebih ketika kita mengobrol pada awal-awalnya, lebih banyak aku yang bicara. Ya, mungkin wajar saja karena aku kan orang yang baru kamu temui. Ya kan?

Namun ternyata kamu adalah orang yang ramah. Kesan pendiam yang kujumpai di awal ternyata adalah wujud perhatianmu pada lawan bicaramu. Kamu adalah pendengar yang baik, dan ternyata.. kamu juga pencerita yang baik... hihihiiii obrolan gosip kita malam-malam itu akan tetap menjadi rahasia kita ya :). 


Bermain voli, mancing ikan, berfoto-foto di Pantai Bono, dan mandi di sungai. Sumpah! Momen-momen singkat itu akan selalu menjadi kenangan yang indah buatku. Belum lagi masakan ala Melayu bikinan kamu dan tentu juga ibu kamu, selalu akan menjadi cita rasa yang terkenang dimanapun aku berada. 

Yang membuatku salut padamu adalah kamu itu tidak ragu ataupun malu untuk belajar. Ya masih ingatkan ketika malam itu kita kursus kilat? hehehe.. Pertahankan semangat belajar kamu itu, jangan pernah malu ataupun ragu. Aku yakin sekali selama kamu tetap berjuang pasti cita-cita kamu akan terwujud. Namun yang perlu kamu ingat adalah bahwa pemikiran pesimis yang pernah kamu utarakan itu harus kamu abaikan. Ya. tetap semangat. 

Selama menginap dua malam di rumahmu, sekamar bersamamu, tinggal di desamu merupakan salah satu hari terbaik dalam hidupku. Ehm.. Kapan lagi ya aku bisa ke sana? bertemu kamu lagi, bertemu adekmu, bertemu Ibu kamu, dan ayah kamu yang tak sempat kutemui ketika aku ke sana. Rasanya Teluk Meranti tak akan lengkap tanpa ada Dika di sana. 

Oiya, semangat ya dengan program bahasa Inggrisnya. Fight!


img source: here

Demam SRK melanda lagi di Indonesia. Pesona SRK memang dahsyat. Ibaratnya tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Di usia yang ke 47 ini SRK jadi tambah ganteng, tambah seksi, dan tambah berkharisma. Heee.. Lebay.

Meski bukan sebagai penggemar dunia Bollywood, namun SRK menawarkan pesona seorang seniman yang cukup membuatku jatuh hati. Ya, meskipun tidak seperti kegilaanku pada Yamapi J. SRK memang seniman, dan sebagai seseorang yang juga mengaku pencinta seni, maka sudah selayaknya aku mengapresiasi karya-karya seni SRK dengan yaa... minimal membuat tulisan ini. He3. Berikut ini adalah film-film SRK yang akan selalu terkenang di hati.
 
Kuch Kuch Hota Hai adalah film pertama SRK yang aku tonton lebih dari sepuluh tahun yang lalu ketika masih di SMP. Meski saat ini kurasa aneh dengan alur ceritanya, namun dulu aku sempat mewek sampe berjam-jam setelah menontonnya. Benar-benar film yang akan selalu terkenang. Film ini menjadi maskotnya SRK.

Kal Ho Na Ho adalah film SRK yang paling sedih menurutku, di samping film fenomenal Kabhi Khushi Kabhi Gham yang memang tak diragukan lagi kualitas ceritanya. Menonton kisah di film ini membuatku merasakan bagaimana sedihnya cinta yang tidak bisa memiliki. L. Akting sempurna SRK juga menusuk perasaanku terdalam. Apalagi ketika adegan SRK membaca notebook kosong dengan puisi cinta yang sangat dalemm... Alamak... bercucuran air mata. Benar-benar SRK sangat ahli memainkan emosi jiwa.

Lalu ASOKA? Ehmm, berpasangan dengan Kareena Kapoor yang super seksi membuat pesona film kolosal ini sempurna. Kisahnya sih biasa saja, namun latar dari film ini selalu terkenang. Hahhh, jadi pingin nonton film ini lagi.

Ahhh... masih banyak sebenarnya film SRK, namun kira-kira yang di atas itulah yang paling aku suka. Berhubung dengan konser SRK malam ini, Ya Good Luck aja. Semoga berjalan lancar, SRK memberikan penampilan terbaiknya dan fans-fans yang beruntung bisa menontonnya terpuaskan.

Lha, aku? Tinggal nunggu tayangan ulangnya nanti di tipi-tipi yang berbaik hati mau menayangkannya.... Derita Fans Miskin....


§  Pagi, suatu awal kehidupan
Untuk suatu alur waktu yang kadang tak terasa
Saat melihat bumi mulai menggeliat mencari artinya
Atau saat mentari bersinar mencari takdirnya
Di saat itu sering terlihat arti satu perjalanan kita
Momen yang sayang untuk dilewatkan
Apakah kamu sudah bangun bagi ini?

§  Bersama suara alam dan pandangan bumi
Apakah pagi sudah ada di hatimu?
Udara dingin yang menyejukkan
Tumpukan kabut yang menyambut
Goresan sinar timur yang hangat
Bersama keindahan dan ketenangan jiwaku atas pagi ini
Menghadap Tuhan atas waktu yang diberikan
                                       Syukur untuk-Nya


 §  Pagi kembali hadir
    Membawa hari ini untuk kita isi
    Dengan segala keindahan bumi yang ramah menyapa
    Dan bersama doa
    Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya





Pekerjaan adalah sesuatu yang harus kita lakukan? Namun bagaimana kita mendapatkan penghasilan dari pekerjaan itu? Itu adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh hampir semua orang.

Bagaimana apa yang kita sukai dapat menghasilkan penghidupan? Apakah kita harus menyesuaikan apa yang menjadi hobi kita dengan kenyataan yang kadang tidak seindah itu?

Ketika harus melihat dunia luar, rasanya seperti melihat angkasa yang jauh tak terbatas. Kadang-kadang kehampaan itu terasa menghanyutkan sehingga waktu yang berlalu itu tidak terasa. Banyak pekerjaan yang telah dilakukan namun banyak dari mereka yang tidak memberikan kepuasaan batin.

Seberapakah pentingnya memenuhi kepuasaan batin melalui karir kita? Itu juga harus ditemukan agar di kemudian hari tidak terjadi penyesalan yang tentunya tidak akan ada gunanya.

Jika keinginan itu mulai datang di pikiran dan jiwa, harus segera dilaksanakan. Memang semua yang ada di kepala selalu akan berubah. Namun dari banyaknya hal-hal yang berubah-ubah itu mungkin saja salah satunya adalah takdir kita. Tidak ada salahnya mencoba banyak hal untuk pada akhirnya menemukan hal yang benar-benar diingini?

Tentu saja senang saat menemukannya. Namun menemukan mimpi bukan suatu perkara yang kadang mudah, namun juga kadang memerlukan jalan memutar yang jauh. Saya belum tahu kenapa jalan tiap manusia untuk menemukannya tak pernah sama?

Bagaimana jalanku? Saya juga belum tahu, namun dalam otakku aku ingin mencoba berbagai jalan itu. OK