Tentang Kucing...
Bobi


Gara-gara ada kucing kecil bernama Gembul yang mirip Bobito, 
aku jadi ingat si Bobito. 

Bobito yang udah gak ada sejak hampir 3 tahun lalu, 
seperti muncul lagi. 

Jadi ingat kucing kesayanganku dulu itu, yang harus mati karena suatu penyakit aneh yang mewabah di dunia perkucingan. 


Sudahlah, ... Pengen mengenang si Bobito.

Bobi


Bobi yang kata Titi adalah "Bobi si Buldozer" yang makannya banyak dan cepet banget.

Bobi yang kalo mengeong minta makan suaranya menggelegar di seluruh ruangan.




Bobi yang paling senang tidur di Sofa ruang TV meski sering diusir berkali-kali.

Bobi yang mukanya katanya "gak imut".

Bobi yang bikin aku mewek saat dia mati sakit.

Bobiiiiiitooooo......

--------------------------------------------------------

Baru saja aku membaca Thread di Kaskus yang berjudul "Benarkah banyak fans JKT48 terkena "SINDROM WEABOO?". Thread yang panjang dan penuh tulisan, namun berhasil membuatku membacanya sampai selesai. Sambil ketawa-ketiwi sendiri membacanya. Good Job TS-nya!

Ehmm, Syndrom Weeaboo yahh? Alay Jepang mungkin lebih tepat.. hehehe.. Untung baca thread itu, jadi sebelum terkena syndrom juga. Yang mau tahu lebih tentang Weeaboo, baca saja threadnya (tinggal klik judul di atas, sudah di link-kan).

Yang menarik adalah gambar di bawah ini. Otaku VS Weeaboo. Cukup mengena. Dalemmm....

"SELAMATKAN ANAK BANGSA DARI SINDROM ALAY JEPANG" :p

img source :here


Untungnya aku sudah tersadarkan. Sempet juga hampir terjerumus menjadi sosok menyebalkan. Hahaha.. Selamat selamat... 




Ini adalah catatan tentang seorang sahabat, seorang teman yang dalam hidupku yang cuma sekali ini telah ditakdirkan oleh Tuhan untuk kutemui. Ya, melalui catatan ini aku ingin mengungkapkan betapa mereka-mereka ini sangat berharga. Benar-benar berharga hingga aku bahkan kadang tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. 

Sri Purwanti@My Home Town

Me n Purwanti @Byl '03
Entah apa kurasakan kini, namun yang kutahu adalah bahwa sekarang kamu jauh dariku. Kamu adalah teman terdekatku ketika aku melalui masa kecil yang penuh dengan kebahagiaan hingga masa remaja yang penuh dengan keceriaan. Pur, dimana dirimu sekarang?

Ingatkah ketika dulu, pertama kali kita bertemu. Bahkan kamupun masih menggunakan Bahasa Indonesia, bahasa yang menurutku waktu itu hanya milik orang kota nun jauh di Jakarta yang bahkan tak kutahu dimana letaknya. Ketika tiba-tiba kamu muncul menjadi tetangga baruku. Aku malu-malu ingin berkenalan denganmu. Mungkinkan waktu itu aku masih berumur 5? 6? Atau 7? Entahlah aku tidak ingat.

Sejak saat itu, bahkan tidak sedikit hal yang masih memenuhi memoriku akan masa kecilku denganmu. Kamu adalah salah satu teman terdekatku yang paling lama. Masih ingatkah kamu tentang Lina? Tentang Siti? Yuli? Apri? Dan berbagai nama-nama lain yang berseliweran dalam memori kanak-kanak kita bersama.  Ketika satu per satu mereka pergi, kamu masih selalu ada di sini.


Banyak hal. Sungguh banyak. Waktu kita masih SD kelas 3 mungkin, kita pernah memiliki celengan bersama. Sehari kita menabung 100 perak, dan ketika sudah beberapa minggu kita pecahkan celengan bersama itu. Masing-masing dapat 3000-an. Itu adalah tabungan pertamaku. Entahlah aku lupa, kupakai apa uang itu. Pernah suatu ketika kamu dibelikan sepeda. Aku belajar sepeda juga, ikut meminjam sepedamu. Sering kita bersepeda bersama, jatuh bersama, dan tertawa bersama. Kita juga sering bermain bongkar pasang, main ibu-ibuan, masak-masakan, membuat kue dari tanah basah yang kemudian dijemur, main obrok, gobog sodor, uding, lompatan, .... Ahh sepertinya semua permainan tidak pernah terlewatkan ya...

Ketika kemudian kita beranjak remaja, kamu tetap menjadi teman terdekatku. Meski sekolah kita berlainan tak menjadi jarak yang berarti. Setiap sore sepulang sekolah sering kita sempatkan duduk bersama di pintu samping rumahku dan rumahmu yang kebetulan sekali berhadapan. Curhat dan gosip tentang teman-teman di sekolah, tentang cowok-cowok yang tampan, dan tentang kisah cinta monyet yang sungguh lucu.  Aku juga masih ingat ketika adekmu, Nia kadang ikut nimbrung ketika kita sedang ngobrol. Emm, Nia sekarang sedang apa ya?

Kemudian akhirnya aku lulus SMA, aku pindah ke Bogor. Ketika itu kamu pernah bilang padaku "Jangan lupakan aku ya". Dan waktupun terus berlalu, hari per hari, tahun per tahun. Kudengar kamu telah menikah dengan seseorang yang aku tidak kenal. Mungkin adalah temanmu. Aku agak terkejut, tapi kurasa itu wajar. Setelah aku di Bogor aku jarang berkomunikasi denganmu. Maklum HP belum punya.
Yang membuatku sedih adalah kamu harus pindah, mengikuti suamimu. Bukan apa-apa, hanya saja,....

Aku belum pernah mendengar kisahmu, aku belum juga menceritakan kisahku padamu. Tahukah kamu? Aku benar-benar merasa kehilanganmu. Ketika kemudian aku bertemu denganmu beberapa tahun yang lalu, kamu dengan keluarga kecilmu yang bahagia. Aku semakin sedih. Bukan apa-apa, hanya saja aku merasa melewatkan momen-momen berharga bersamamu. Aku juga menjadi kaku, aku seperti tidak tahu lagi apa-apa tentangmu. Yahh... Memang dirimu ketika kecil dan remaja-lah yang aku kenal. Namun bagaimanapun, kamu tetap sangat berarti bagiku. Dan aku ingin jika bisa, mengulang kembali masa-masa indah dulu.

"Aku tidak akan pernah melupakanmu" Itu adalah jawabanku.

I miss you my Dearest friend.....



Sure! I don’t know anything about you. But I feel like I know you better than anyone else,

Sure!  You don’t even know me. But I feel like You were so close to me,

Sure!  I know it’s just a daydream. But I can’t help my self and continue dreaming,


Sure! I’m not sure you will ever notice this message. But I still write this for you,

Because I believe. Miracle does exist.


I am A Fan of You

Happy Birthday 山下智久. God bless you always.
--------------------------------------------------------

img source: here




(I wrote this message in Yamapi's Birthday Project by Yamapi Kingdom (09-04-2013). I just can't describe how I feel about this. It was so amazing what I felt when I've just finished this message and sent it in an email. Another story of a fangirl. hehe )

---------------------


Bagaimana rasa lelah itu?
Mataku sepat tapi aku tidak bisa tidur. Aku ingin tidur tapi mataku tak ingin terpejam.
Seolah otak membawaku menari bersama bayangan yang semakin lama semakin jelas dan memaksaku untuk kesana-kemari.
Lelah sekali rasanya.
Berpikir.

Aku ingin diam saja, tak berpikir apapun, kosong, damai, tentram.

Namun sekali lagi, tak bisa.
Gila.. Inikah menjadi dewasa? 
Pilihankah?

Namun bagiku, ini seperti bukan antara pilihan mau tidak mau
Ini paksaan

Jika memilih, kurasa semua orang akan memilih akan tetap di masa kanak-kanak
Semua menyenangkan, hanya ada mainan, cita-cita, dan harapan.
Semua mimpi seakan nyata. Bahkan menjadi seorang astronot pun terasa mudah, tinggal terbang, sudahlah.

Tapi waktu tidak terhenti.
Aku di sini. Bukan anak kecil. Sedang lelah. Tapi bersemangat.

Kenapa aku berkata semangat?
Tidak tahu,
Aku hanya merasa demikian

Aku bersemangat menjadi dewasa, meski kadang lelah...
Kembali lagi pada kesepian dalam keramaian
Sendiri meski beramai
Ketika malam menjelang dan lampu-lampu jalan menyala terang
Kerlap-kerlap di semua arah tetap saja tak mampu menyemarakkan
Diri terlalu lelah dan lemas
Terlindas aktivitas seharian yang menjemukan
Aku pulang dalam kesepian jalanan
Bersama jiwa-jiwa lelah lain
Yang terkurung dalam kotak bus kota
Aku hanya ingin tidur di rumah

........
img source: here


Suasana ruang kuliah ini begitu penuh, sesak dan panas. Tapi aku merasa seperti diselimuti kehangatan rasa kantuk yang menggelora. Aku benar-benar terbuai hingga kadang antara sengaja atau tidak, mataku berkhianat akan kewajibanku untuk terus menatap ke depan. Mataku tertutup pelan-pelan, lalu terbuka lagi, tertutup lagi dengan diiringi mulut menganga dan badan yang ingin meregang. 

Aku ingin terlelap dalam kantuk ini, terhanyut dalam lautan nyaman, santai, dan sepoi yang selalu datang di saat-saat seperti ini. 

Duh, aku ini,... 
Seperti tidak tahu tempat saja. 

Tapi begitulah, entah apa yang salah. Antara ruang dan suasana, nyaman ataupun tidak, selalu membuatku terbuai. Buai kantuk yang tak mungkin kulawan. Bukan karena tidak bisa, hanya saja aku terlalu terpesona.

img source: here
Tidur yang terlihat menyenangkan, membahagiakan, membayangkan berbaring di kasur empuk yang menghanyutkan setiap aku merebah di atasnya. Aku ingin tidur dan terlelap sambil bermimpi indah. Bermain bersama kawan di gunung dan berlarian di pantai dengan kekasih.

Tapi, husshhhh... Bangun... lanjutkan kuliah. Lakukan apa yang harus dilakukan. Bagaimana melawan kantuk ini? "Coba tanya otak kanan-mu". 

(Catatan mahasiswa ngantuk)
Mencoba berbicara dengan semesta
Kudengar bahwa bahasa kita sama

Ketika timur mulai redup, kutengadahkan diri di bawah rapat tajuk
Kulihat berkas-berkas sore yang berebut meraihku
Membentuk lidi-lidi cahaya terang

Tetap lurus meski terputus 
oleh bayangan daun tertiup
membawa hidup

Kuhindari rimbun dan kudapati langit begitu silau
Biru jingga sudah lama tak kusapa
Seperti berkata:

"Selama ini kemana?"
"Aku merindumu"
"Seperti waktu"

Yang seolah beku ketika bahasaku melebur bersama bahasamu
Hanya satu

Candik barat yang selalu cantik mengikat



(untuk kesekian kalinya sore selalu membuatku terpana -21-02-2013-)

img source: here

Tokyo Love Story
First dorama in my life,

Yup!

Tokyo Love Story aka Tokyo Rabu Sutori adalah drama jepang pertama yang kutonton. Jika di negara asalnya dorama ini menjadi hits di tahun 1991, maka di Indonesia dorama ini juga sempat meledak. Tidak salah memang, karena dorama ini benar-benar bagus. 

Aku teringat ketika dulu masih berumur satu digit, masih mengenakan seragam putih merah. Aku yang belum mengetahui tentang apa itu cinta, apa itu patah hati bisa menangis tersedu-sedu ketika menyaksikan dorama ini. Yang kuingat adalah perasaan sedih dan terharu yang mendalam. Kisah Rika dan Kanji yang sangat sedih. 

Adegan yang kuingat dari dorama ini pun sangat terbatas. Hanya ada dua scene yang paling kuingat, yaitu ketika Rika ingin terbang dan Kanji menciumnya. So switt... dan adegan terakhir ketika Rika datang ke Kanji beberapa tahun kemudian ketika Kanji sudah menikah dengan orang lain. So sad.... 

Karena ingin bernostalgia kembali, juga karena ada temanku yang juga ingin menontonnya maka aku kembali menontonnya. Ehmm, ternyata banyak hal yang kulewatkan. Aku bahkan baru tahu kalau ceritanya seperti itu toh. Alurnya, konfliknya, dll. 

Tapi penilaianku tidak berubah, aku menyukai karakter Rika yang ceria dan to the point. Apapun yang terjadi padanya, dia selalu saja tersenyum. Berkebalikan dengan Satomi, memang dari dulu aku tidak begitu suka dengan karakter ini. Bukannya karena jahat atau apa, tapi tipe cewek menye-menye memang  tidak terlalu kusukai. hehehe... Yah, meskipun pada akhirnya Kanji menikah dengan Satomi sih. 

Ya pada intinya sih, aku ingin menyampaikan bahwa kenangan yang kita buat, perasaan-perasaan kita di masa lalu itu, seringkali lebih sederhana dari apa yang sebenarnya ada. 

NB: Bagi yang doyan download atau nonton online, banyak tersedia di internet. Terimakasih teknologi telah memfasilitasi aku dalam nostalgia ini. :)
Lanjutan dari Bagian 1: Desa Karet di Hulu Subayang. Pada bagian kedua ini adalah beberapa gambar mengenai kondisi permukiman dan juga fasilitas-fasilitas umum di desa hulu Kampar Kiri ini. Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah tidak adanya jalur transportasi darat menuju desa ini, sehingga fasilitas yang dinikmati masyarakat pun sangatlah terbatas. 

Bagian II: Wajah Fisik Batu Sanggan 



Rumah-rumah penduduk di Batu Sanggan rata-rata terbuat dari kayu dan beberapa rumah sudan menggunakan tembok beton. Meskipun sederhana namun areal permukiman di desa ini sangat bersih dan rapih. Foto ini diambil pada pagi hari sehingga suasanana sepi. Pagi hari adalah waktu memanen getah karet.


Balai adat. Balai adat digunakan untuk melakukan kegiatan adat ataupun pertemuan-pertemuan yang dipimpin oleh para ninik mamak atau pemimpin adat.


Bangunan MDA (Madrasah Diniyah Alawiyah) dan perpustakaan. MDA adalah sekolah pendidikan agama. setiap beberapa hari perminggu anak-anak belajar di MDA selepas dari sekolah reguler (SD). bangunan ini pernah terkena banjir tahun lalu.



Pustu (Puskesmas Pembantu). PUstu memberikan Pelayanan kesehatan untuk masyarakat desa.

Bak penampungan air bersih. Bak ini menampung air bersih dari mata air di bukit dan mengalirkan ke rumah-rumah penduduk. Program Pamsimas
Toilet Komunal. Toilet ini dibangun dari Program Pamsimas pada tahun 2010-2011.

Menurut beberapa warga, fasilitas ini jarang digunakan


Panel Surya. Panel surya menjadi salah satu sumber listrik selain diesel. Belum ada jaringan PLN di desa ini. Listrik diesel menyala dari jam 6-10 malam dan setelah itu lampu dari tenaga surya dinyalakan.



Kayu bakar. Sebagian besar masyarakat masih memasak dengan kayu bakar yang

dipadukan juga dengan kompor minyak tanah. Kayu bakar berasal dari lahan-lahan karet di sekitar pemukiman

Bersambung