SKJ '90, first time

// // Leave a Comment
Masih samar-samar teringat, dulu ketika TK, entah nol kecil atau nol besar. Hari Jumat di sekolah selalu diadakan senam SKJ, tentunya SKJ 90. Aku yang masih terlalu polos hanya ikut-ikutan saja ketika disuruh berbaris di halaman sekolahku, TK Bustanul Atfal IV.

Musik pun mengalun. Ibu guru mencontohkan gerakan-gerakan senam, dan aku masih bingung sama sekali apa yang harus digerakkan. Karena keterbatasan peraga gerakan, maka aku dan kawan-kawanku hanya bergerak asal-asalan dan kacau.

Saat itulah muncul beberapa anak SD, mungkin sekitar lima orang yang ternyata adalah anak-anak SD Boyolali V yang kebetulan hari itu pulang pagi. Menjadi kebiasaan dan mungkin adat di kalangan anak-anak kecil, bahwa jika pulang pagi dari sekolah atau liburan, maka pasti bermain di TK. Melihat anak-anak SD itu, Ibu guru memanggil dan meminta mereka untuk menjadi contoh adik-adik TK melakukan SKJ. Mereka bersedia.
Kami, anak-anak TK semua ribut di belakang. Ada yang bilang mereka anak kelas lima. Saat senam teman-teman melakukannya dengan ramai sekali. Aku hanya mengikuti gerakan kakak-kakak SD itu, sambil terkagum-kagum ria terhadap mereka.

“wah, podho hebat, wis podho gedhe lan pinter (wah, mereka hebat, sudah besar dan pintar)” batinku dalam hati.

Ketika masih TK, melihat anak SD sudah membuatku terkagum-kagum. Sampai selesai senam dan masuk kembali ke kelas, aku masih terpaku sambil bergumam “podho hebat banget, kapan aku bisa koyo ngono? (mereka hebat banget, kapan aku bisa seperti mereka?)”.

SKJ '90
 

0 komentar:

Posting Komentar