Aku bukan orang yang sabar, tapi untukmu aku relakan waktuku. Semenitpun adalah mahal untukku, tapi demi kamu berjam-jampun kubiarkan berlalu.

Siang menjelang sore. Saat kutengadahkan langit, matahari tidak segalak biasanya. Bias silau itu tidak ada, terbaur mendung abu-abu merata di setiap horison yang kulihat. Mungkin sebentar lagi hujan? Karna angin sepoi-sepoi yang makin membuat mataku redup sepertinya  berkata demikian.

Kulihat sekelilingku, kuraba dengan tatapanku. Kira-kira tempat mana yang cocok untuk aku berteduh jika nanti hujan? J. Di depan tempatku duduk, terhampar lapangan rumput lengang. Kontras sekali dengan sekelilingnya yang dihiasi oleh gerobak-gerobak kecil pedagang kaki lima dan beberapa manusia dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang berjualan pulsa, makanan ringan, minuman, mie ayam dan masih banyak di seberang sana yang tak ku ketahui apa yang mereka jual. Mataku terlalu jauh menangkap pemandangan kecil 100 meter di depanku. Sedangkan di belakangku hanya ada beberapa warung dengan teras sempit. Dengan asumsi, jika nanti jadi hujan dan aku berteduh di sana aku akan tidak enak jika tidak beli sesuatu. Yah, memang sih, budaya ewuh-pakewuh masih ku bawa dari Jawa, tanah kelahiranku.

Yasudahlah, lupakan soal hujan yang tak pasti datang. Karna kabar angin tak selalu benar kan?
Sudah 1800 detik lebih aku menunggumu di lapangan ini. Sudah banyak hal yang aku coba lakukan untuk membunuh waktu, menghilangkan perekat mata yang makin kuat, isyarat rindu yang sangat dalam si tubuh pada sang kasur. J..hey. Tapi rinduku padamu, tentunya bisa mengalahkan itu semua.pasti.

Pertama aku membuka buku. Rencana pertama yang memang sudah kuniatkan untuk membunuh waktu aku menunggumu ini. Sudah kubawa dari kosanku buku berjudul “Dasar-Dasar Hukum Kehutanan”. Baru 3 halaman saja, dan bagaikan sirep yang sering dipakai maling untuk membius si empunya rumah agar terlelap. Aku ngantuk berat.

Lupakan baca buku, maen game HP saja. tapi ternyata lowbat. Menulis kerangka essay? Sudah kucoba juga, tapi memang hanya terhenti sampai kerangka saja. Hemmmm

2.38 pm

Sudah 10 menit aku menulis ini. Baru saja aku perhatikan di sebelah kanan depan tempat aku duduk, terlihat anak-anak SMP sedang berlatih baris-berbaris dan meneriakkan sesuatu yang membuat perhatianku teralih. Mungkin bunyi, tanda siap? Kualihkan sejenak pandanganku ke mereka seraya mengalihkan otakku pada kenangan lima setengah tahun lalu saat seragamku masih abu-abu. Saat aku dulu juga pernah belajar berbaris dan menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera sekolah. Ha. . Suatu kenangan manis yang terasa sudah lama sekali. Aku jadi ingin pulang ke kampung untuk reunian dengan teman-temanku dulu. Tapi sepertinya teman-temanku juga sudah tidak di kota itu lagi, seperti aku, saat inipun berada di sini, jauh dari tempat yang kurindukan saat ini.

Jauh di seberang sana, kulihat berdiri dengan gagah sebatang pohon yang sepertinya adalah beringin. Pohon yang paling gagah, paling tegap di antara sekelilingnya. Memancarkan daya tarik kemegahan yang menawan mata. Memang sih, horison depan mataku saat ini tertutup barisan hijau pepohonan yang membentuk pagar hidup. Sungguh menawan, memancarkan kehidupan, menawarkan damai yang entah dari mana tak bisa kudeskripsikan.

Suatu realita hukum alam jika hidup harus berdampingan dengan mati, jika kaya harus bersebelahan dengan miskin. Begitu jugakah...? Pohon-pohon hijau itu harus bertetangga dengan sungai di baliknya, memaksanya untuk menjadi penjaga dan sekailgus saksi betapa sungai itu telah merana. Sungai itu telah kehilangan kemegahannya. Mengertikah kamu? Lupakan saja, tapi tolong pikirkan.

2.54 pm

Saat kuangkat kepala, kubuyarkan bayangan Ciliwung dan kulihat di depanku sudah lebih banyak yang berkumpul di tempat ini. Aktivitas meningkat disini. Latihan tim sepak bola yang telah mengisi kekosongan lapangan. Orang-orang yang hanya sekedar nongkrong, duduk-duduk dan anak-anak yang melintas dari pulang sekolah. Seperti rutinitas satwa yang aktivitasnya tinggi di pagi dan sore hari, lapangan ini pun sepertinya begitu juga.

3.05

Angin semilir sudah menjadi lebih dingin. Langit abu-abu merata, kini semakin gelap di tengah-tengahnya, seperti membentuk tudung di atas sana. Kekhawatiranku akan sang hujan muncul lagi. Tapi tak ada apapun yang bisa kulalukan. Aku tak mampu mencegah air-air itu turun.

Aku masih menunggumu datang untuk menjemputku.

Burung-burung gereja di tengah lapangan kadang-kadang muncul di permukaan, terbang rendah dan kemudian hilang lagi di rerumputan. Indah.... Kulihat sambil lalu dan mengawang pada saat-saat aku menunggumu, bukan hari ini, tapi dulu, di suatu saat yang telah silam. Rentang waktu yang tidak akan kembali, tapi menyisakan tapaknya sampai nanti. Aku ingin mengenangnya. Setelah kupaksa pikirku, aku memilih untuk hanya merasakannya, tidak untuk menulisnya di sini.

3.10 pm

Kira-kira satu jam lagi kamu datang menjemputku. Satu jam telah berlalu dan satu jam lagi yang masih harus kulalui. Tapi tidak apa, untuk bisa mendapat perhatianmu, untuk bisa semotor berdua denganmu, aku rela. Meski harus berjam-jam pun.

Tempat aku duduk saat ini sungguh sangat nyaman. Aku menyukainya. Ada 5 buah tempat duduk seperti ini di lapangan ini, berjajar menghadap lapangan dengan naungan tajuk lebat dari pohon-pohon angsana yang entah berapa puluh tahun umurnya. Angin sore yang mendingin menyisir daun-daun angsana yang rapat-rapat itu, membentuk gelombang gerakan yang aku yakin sekali jarang ada yang memperhatikan. Karena aku sendiripun sangat jarang memperhatikannya.

Aku mulai bosan untuk menulis, bukan karna tak ada yang bisa kutulis, tapi karna sepertinya perekat mataku mulai beraksi lagi. Aku rasa juga bahasaku sudah mulai kacau..... biarlah....

Aku masih semangat menunggumu menjemputku. Sambil ditemani 3 keping biskuit, aku berhenti menulis dan mulai menikmati manis krim vanilla.

3.25

Baru saja SMS mu sampai. “ Aku ke sana sekarang”. ...... senang sekali rasanya. Aku akan menunggumu. Aku akan bertahan di tempat dudukku, melihat apapun yang bisa kulihat, menulis apa yang bisa kutulis.

Saat aku menunggumu menjemputku, aku menemukan kerinduanku.

------- menunggu adalah hal yang membosankan, tapi selalu ada cerita dibalik penantian meski hanya dengan sedikit membuka mata----

Kerinduan menemukan masalalu yang tertinggal
img source: here

sosok cinta pertama dalam mimpi terindah 

berjalan di mentari yang menyinari 

pencarian hati dalam perbedaan waktu

menyusuri kegelisahan untuk kesungguhan

manis jiwa kanak-kanak untuk masa depan


----
(sesaat setelah mengingat kisah klasik masa kecil yang tak pernah usang, just for you FCG and now after 14 years I finally found you :P )


melihat poto lama yang baru saja kutemukan
aku melihatmu dalam sosok yang sama sekali tak terbayangkan
tapi aku langsung tahu itu kamu

aku tertawa tergelak
hingga tiba2 aku menangis dan dadaku terasa hangat

apa ini?
perasaan hangat yang selalu hadir dulu
sempat hilang dan kini kembali lagi

aku ingin terus terperangkap dalam pesona ini
meski harus terus menangis,
air mata ini selalu hadir mengiring bahagiaku

mengingatmu membawa kembali bahagiaku
karena aku merasa aku hidup
aku dapat merasa dan terbawa emosi

jika ini cinta, maka biarkan aku cinta selama hidup ini


21-02-2012



Hari ini rasanya aku tidak ingin ngapa-ngapain

Aku ingin bermalas-malasan di kasur hangat beralas seprai kucel dan bantal guling yang bergelimang. 

Menonton dorama Jepang kesukaanku sambil ditemani segelas kopi hitam manis yang panas mengepul.

Suasana hari ini mendung, semendung semangat kerjaku yang menguap bersama awan hitam kelam di atas sana, yang hanya  membayang tanpa berani turun menjadi hujan. Ya.. Bukan berarti semangat itu hilang. Dia ada, seperti mendung tanpa hujan di hari ini... Hanya ada, tanpa laksana.

Sambil mengingat sebuah lagu dari Bruno Mars berlirik nyata ketika dia berkata “Today I don't feel like doing anything, I just wanna lie in my bed,....”

YA, rasanya aku mengerti sekali makna lagu itu. Perasaan bermalas-malasan ini memang sangat membosankan sekaligus indah. Entah untuk apa? Waktu yang berlalu? Energi yang tak 
tersampaikan? Atau sebenarnya ini adalah kebingungan?

Ehmm... Tidak tahulah...

Yang kutahu bahwa hari ini aku tidak ingin ngapa-ngapain.

------ net 271112

Orang Jawa merantau?
img source: here

“Mangan ora mangan sing penting ngumpul” 

Sudah menjadi pepatah yang melekat pada kata “Jawa”,  bahkan pepatah ini telah diangkat oleh band laris sekelas SLANK dalam salah satu lagunya yang cukup terkenal:

“Makan tak makan, asal kumpul....”

Mendengar kata merantau sendiri, kok asing ya kalo bagi orang Jawa, tentu saja berkebalikan dengan budaya ‘merantau’ orang-orang Minang dan Sumatra pada umumnya.

Meski orang Jawa terkenal tidak suka merantau, hanya tinggal di tanah kelahiran dan bersama-sama keluarga besar, namun kenyataannya tidak selalu begitu. Ya, selama ini bahkan aku sering melihat orang Jawa di mana-mana,
di se-antero Sumatra (tidak semuanya juga sih J), di Kalimantan, di Jawa Barat (meski membawa embel-embel ‘Jawa’ pada namanya, namun jangan salah, wilayah ini bukan Jawa dalam artian ‘Jawa’, masyarakat Jawa Barat lebih dikenal sebagai orang ‘Sunda’ yang jauh berbeda dengan ‘Jawa’), di ibu kota negara kita tercinta Jakarta, dan pasti juga di hampir seluruh wilayah Indonesia lain yang bahkan belum aku datangi. Orang Jawa seperti tersebar di seluruh pelosok nusantara.

Meski lebih sering orang Jawa dikenal sebagai ‘korban’ transmigrasi, namun tidak sedikit juga yang memang benar-benar merantau, mencari kehidupan yang lebih baik di luar tanah kelahiran. Dan selama ini kulihat orang-orang perantauan dari Jawa cukup terkenal akan kegigihan dan keuletannya dalam bekerja.

Misalnya saja ketika kemarin aku berkesempatan mengunjungi Kampung Pangkalan Tapang  di Kabupaten Ketapang Kalbar, yang merupakan kampung yang mayoritas dihuni oleh etnis Dayak, ada beberapa perantau dari Jawa yang menetap juga di kampung ini. Meski hanya beberapa keluarga saja, namun orang-orang Jawa ini terkenal sebagai petani sayur-mayur yang cukup sukses. Atau juga Mbah Jambul, seseorang yang aslinya berasal dari Yogyakarta yang aku temui di Sukadana, Kab. Kayong Utara Kalbar yang ternyata adalah petani singkong yang sukses juga di daerah setempat yang didominasi oleh etnis Melayu.

Ehmm.. Bukan berarti semua orang Jawa perantauan sukses, ada juga sebagian yang hanya bekerja sekadarnya, menjadi pekerja kasar juga.

Namun bukan itu yang menjadi perhatianku. Salah satu ciri orang Jawa di tanah rantau adalah mereka menganggap sesama perantau dari Jawa adalah sebagai saudara. Mungkin juga hal ini berlaku bagi daerah lain, namun sebagai orang Jawa, aku merasakan ada ikatan yang lebih kuat bagi kami, orang Jawa. Meski baru pertama kali bertemu, namun asalkan dari “Jawa” pasti cepat akrab. Ditambah lagi jika menggunakan bahasa Jawa dengan logat ‘medhok’, semakin cepatlah pula suasana melebur. Tidak peduli dari mana; entah Semarang, Solo, Banyuwangi, Trenggalek, bahkan Boyolali sekalipun asalkan Jawa, maka di tanah rantau semua akan menjadi satu jalinan kekeluargaan. Romantis sekali kan.

Kenapa aku terinspirasi menulis ini juga karena keromantisan seseorang yang aku temui di Pekanbaru, Riau beberapa bulan kemarin. Aku memanggil dia ‘Budhe’. Budhe yang lontong sayur dan sotonya selalu menjadi sarapan pagi selama di sana, Budhe yang sejak pertama  bertemu memberikan keramahan ‘Jawa’ nya, Budhe yang berasal dari Banyuwangi dan telah merantau sejak muda, Budhe dengan segudang kisah-kisah masa mudanya, dan juga untuk kopinya mantap.

Meski baru sekali bertemu dengan Budhe, namun rasanya tak asing. Bahkan budhe bilang begini:

“Woalah, wong Jowo juga tho, wis sono mlebu ngomah kono, pengen mangan opo, cincai-cincai wae yo, podho-podho wong Jowo iki”
(wah, orang Jawa juga toh, sudah sana masuk rumah, mau makan apa, santai-santai aja ya, sama-sama orang Jawa ini)

Tentu saja hal-hal seperti membuatku sangat nyaman dimanapun aku berada. Dan tentu tidak hanya budhe saja, banyak juga saudara-saudara dari tanah Jawa yang aku temui di mana-mana yang membuatku merasa selalu rindu pada tanah kelahiranku. Dan aku rasa juga bahwa semua teman-teman yang merantau itupun juga merasakan kerinduan yang sama. Kerinduan akan tanah kelahiran nun jauh di sana di tanah Jawa. Keinginan berkumpul dengan sanak-keluarga, terpaksa harus ditepis demi berjuang untuk harapan hidup di masa depan. Siapa lagi yang mengerti perasaan ini jika bukan sesama perantau? Dan keramahan-tamahan, kekeluargaan dari saudara sedaerah di tanah rantau bagaikan pengobat rindu yang kadang tak bisa diwujudkan.

Ya. Romantisme orang Jawa di perantauan adalah wujud kerinduan akan tanah kelahiran.

 ---------------------

Ketika semua bersatu dan membentuk wujud baru, wajah baru, yang tidak dikenali.

Apakah aku ataukah dia masihkah ‘aku’ atau ‘dia’?

Ataukah tidak ada ‘aku’ bahkan tidak ada ‘dia’ , di dunia ini?

Yang ada hanyalah proses, hanyalah perubahan, dan aku ataupun dia hanyalah salah satu fase dari semuanya.

Lalu untuk apa aku mencari ‘aku’?

Kenapa aku selalu berkeras hati untuk memusatkan dunia di ‘aku’?

Jika memang  pada dasarnya ‘aku’ ataupun ‘dia’ tidak pernah ada. Bukankah menjadi  ‘bodoh’ jika pencarian itu tetap aku lakukan? 

Dan masih  aku lakukan. 

Mencoba mencari orisinalitas sementara bahkan mungkin hanyalah maya.

-------
Net '12


 “Ngapain mengidolakan artis segitunya? Kayak ABG ajah, Mereka semua itu cuman bungkus doang, palsu semua isinya. He3. “

“Udah gak jamannya lagi kali, jadi fansgirl ampe segitunya. Hidup tak seindah dalam drama”

“Artis itu hanya kebanyakan jual mimpi! Mereka aslinya gak kayak gitu ” 

.......dll
----(by: anonim)----

“Suka-suka gue dong. Hehehe. Kalo emang mereka jual mimpi, gue dengan senang hati akan membeli mimpi-mimpi indah yang mereka tawarkan.”
----By: Me----

Dan di sinilah sekarang aku. Sejak aku masih menjadi seorang gadis Ababil di usia belasan tahun, idol telah menjadi bagian dari kisahku, pun sampai hari ini. Jika urusan cinta aku cenderung bisa setia, namun urusan idola jangan harap aku bisa. Tentu saja, selalu berganti. Aku hanya akan membeli mimpi terindah dari banyak mimpi lain yang ditawarkan. Hanya yang terbaiklah yang akan merebut hatiku. J


Jason David Frank , My 1st idol
Img source: here
Coba aku ingat kembali, siapa ya artis idolaku dulu? Idola pertamaku yang masih akan selalu kuingat adalah karakter Tomy si Ranger Hijau/ Putih dalam serial Mighty Morphin Power Rangers yang diperankan oleh Jason David Frank (omong-omong aku baru tahu nama aslin si Mas Tomy ini beberapa waktu belakangan ini.hehehe). Aku yang masih belum genap 10 tahun pun tahu bahwa Tomi itu ganteng dan mempesona, bahkan aku sampai menangis ketika karakter Tomi sempat ‘mati’ dalam suatu episode serial itu. 



Mulai dari SMP aku pernah menjadi fans berat boyband fenomenal di awal tahun 2000-an: Westlife, diikuti BSB dan Britney Spears. Kehormatan bagi Westlife karena dia berhasil merubah interior kamarku dengan muka-muka mereka selama hampir 2 tahun.  Masuk SMA dan aku pun ikut terjangkit deman F4. Ken Zhu Xiao Tian, si ganteng asal Taiwan ini telah berhasil menempelkan wajahnya di meja belajar yang selalu kupantengin tiap malam hampir 3 tahun di masa muda ku itu. Woww.... Bahkan foto gebetanku pun tak pernah ada di sana. Setelah itu pun masih ada banyak berbagai wajah-wajah sang artis idola datang dan pergi dalam  hidupku. Yang tertulis di sini adalah mereka yang paling meninggalkan kesan mendalam tentunya.
Westlife, boyband pertama yang ku idolakan :)
Img source: here

Ken Zhu Xiao Tian, My first Asian Idol :)
Img source: here

Lupakan dulu idola masa lalu itu dan saatnya beranjak ke saat ini. Ketika kesibukan dan stress karena perkuliahan mengendur, aku mulai kembali  pada hingar-bingar mimpi dunia entertainment yang indah. Tentu saja sebagai penikmat, mana mungkin aku jadi artisnya. Hahaha....

Lalu sekarang siapakah?

Yup. Always all about Japan. Wajah-wajah putih bersih dan cantik dengan segala pesonanya telah menjadi hiburan tersendiri buatku. Beberapa orang mengatakan bahwa karakter fisik artis J-Pop dan K-Pop itu mirip, tapi buatku itu jauh berbeda. Japanese beautiful boys are the best. Bisa dikatakan, bahwa  wajah-wajah tampan khas Jepang adalah karakter fisik ‘muka’ yang paling aku sukai dari seluruh wajah yang ada di dunia ini. Hehhh, Lebay. “Ini kan sekarang. Gak tahu besok? J”. 

Tidak hanya satu atau dua orang artis Jepang saja yang pernah masuk dalam kamus daftar idolaku. Dalam waktu singkat selalu saja berganti. Jika habis nonton drama dengan pemeran si A, maka tiba-tiba jadi fans si A. Lalu langsung kebut cari semua informasi si A di internet, apa saja karya-karyanya, poto-potonya, dll. Lalu lanjut nonton film si B, dan ternyata si B cukup bagus juga, dan akhirnya mulailah terjangkit virus si B. Begitu seterusnya sampai sekarang.

Namun yang menjadi catatan-ku yaitu kebanyakan dari daftar artis-artis Jepun itu adalah artis keluaran agensi JE. Apa itu JE, klik sini. Dan artis-artis keluaran JE ini memang terkenal dengan wajah-wajah beautiful boys nya, mereka ini sering dipanggil JE-boys. Tapi aku tidak mau membahas tentang JE-boys, sudah banyak yang nulis, misalnya saja di sini, sini, dan sini (hehehe, cari sendiri di google). Aku hanya akan fokus pada wajah-wajah penghias mimpiku. 

Dan ini dia mereka:

1. Mizushima Hiro: Pertama kali lihat dia di Hana Kimi Ikemen Paradise. Meski kerempeng namun wajahnya yang cantik itu langsung nyantol di mata.

Mizushima Hiro,
Img source:here

2. Miura Haruma: Setelah lihat Miura di Gokusen 3, dengan wajah cantik, badan tinggi dan gaya rambutnya yang unik itu, aku langsung terpikir “Wahh, dia keren”.
Miura Haruma,
Img source: here
3. Matsumoto Jun: Meski lebih dulu lihat dia Hana Yori Dango, namun aku belum sempat menyadari betapa cantiknya dia. Potongan pendek tidak cocok dengan dia, baru kemudian aku lihat di Gokusen dan sadar ternyata dia adalah salah JE-boys tercantik. Meski badannya kerempeng juga. Hehehe
Matsumoto Jun
Img source: here

4. Mukai Osamu: Lihat di Paradise Kiss, ehmmm... Wajahnya sih agak biasa ajah, tapi suaranya itu lho, dalam dan manly banget.
Mukai Osamu
Img source: here
5. Kamenashi Kazuya: Kame-kun termasuk aktor yang istimewa. Awalnya biasa saja, justru aneh. Pertama tahu kalau dia itu ada karena dia menjadi pemeran utama dalam drama adaptasi manga favoritku “Yamato Nadeshiko Shichi Henge”. Awalnya aku berpikir kenapa harus dia yang memerankan tokoh fiksi cowok super cantik itu? Dia kan biasa aja? Dan akhirnya di episode entah ke-berapa dia mulai bersinar dan tak terkendali auranya. Salah satu anggota KAT-TUN inipun juga memilki suara yang aduahi merdunya. Itulah Kame-kun, sosok entertainer yang semakin dilihat akan semakin bersinar.

Kamenashi Kazuya
Img source: here
Apakah si Kame-kun yang jadi idol terakhir yang kukagumi? 

Ow ow ow .. 

Ternyata bukan. Meski Kame-kun memiliki segalanya yang diperlukan untuk menjadi seorang idol, namun bagiku ada satu lagi mahkluk paling indah yang pernah kulihat di jagad hiburan. Sosok yang memiliki dua sisi magis yang menarik semua imajinasi ku sebagai seorang fansgirl. YAMASHITA TOMOHISA aka Yamapi.

Yamapi (© thegakuzetto.livejournal.com)
Img source: here

Siapa yang menyangkal wajah tampan dan cantiknya yang sangat natural? Mengutip perkataan seseorang yang pernah kudengar bahwa ada beberapa sosok pria yang memiliki karakter wajah yang akan meluluhkan hati setiap wanita:  yaitu karakter wajah anak anjing. Siapa yang menyangkal betapa cute-nya muka seekor puppy, membuat semua ingin mengasihinya. Dan Yamapi punya itu. Wajahnya yang cute itu membuatku meleleh, dia terlalu lucu, imut, manis dan pakailah semua kosakata untuk menggambarkan suatu sosok dalam kisah-kisah romantis bertabur bunga-bunga merah jambu. Pesona anggun bak sosok angel.

Yamapi (I love this pic very much)
Img source: here
Namun, ternyata Yamapi dapat menandingi kesan cute itu dengan badannya yang super sexy. Huahhhh, jadi berkhayal yang indah-indah nih. Hihihi. Itulah, belum-belum dia telah berhasil memberikan mimpi yang ehmm, wild. Benar-benar setan kan? Tidak seperti Kame-kun atau MatsuJun yang agak berbadan tipis, Yamapi memiliki bodi yang perfect. Pertumbuhan dia bagus sepertinya. Hehehehe... Meski beberapa teman cewek mengatakan tipe-tipe pria berotot itu mengerikan, namun bagiku pria berotot itu adalah yang terbaik. So hot and sexy, jika bisa kumiliki rasanya pengen meluk tiap hari.
Yamapi , again...
Img source: here

Yamapi memiliki kompleksitas fisik yang berlawanan bagaikan malaikat dan setan yang bersatu sekaligus. Ampunn Dewa! Forgive me, coz I am just an ordinary  woman that always love something beautiful and sexy.

Lupakan karyanya, lupakan aktingnya, lupakan suaranya. Itu tak penting! karena hanya dengan keberadaan dia di jagad J-Pop itu sudah menjadi sesuatu  buatku. 

Fans Buta?
Biarin!
Hahaha..... 

Thanks to you that this time I can have a  beautiful dream about a story , where the main cast are You and me. Hehehehe...




A. Pengertian Serangga

Serangga (Insectaatau insekta) adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang). oleh karena itulah mereka disebut pula sebagai Hexapoda(dari bahasa Yunani yang berarti "berkaki enam")
Ilmu yang mempelajari tentang kehidupan serangga disebut entomologi. Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo. Dari semua ordo tersebut terbagi lagi menjadi dua yaitu serangga bersayap yang tergabung dalam kelompok Pterigota dan serangga tidak bersayap yang tergabung dalam kelompok Apterigota
Secara morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, sementara bentuk pradewasa biasanya menyerupai moyangnya yaitu hewan lunak beruas mirip cacing. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala (caput), dada(thorax), dan perut(abdomen).

B. Reproduksi dan Adaptasi

Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali sukses berkolonisasi di bumi.  Salah satu alasan mengapa serangga memiliki keanekaragaman dan kelimpahan yang tinggi adalah kemampuan reproduksinya yang tinggi, serangga bereproduksi dalam jumlah yang sangat besar, dan pada beberapa spesies bahkan mampu menghasilkan beberapa generasi dalam satu tahun.
Kemampuan serangga lainnya yang dipercaya telah mampu menjaga eksistensi serangga hingga kini adalah kemampuan terbangnya. Hewan yang dapat terbang dapat menghindari banyak predator, menemukan makanan dan pasangan kawin, dan menyebar ke habitat baru jauh lebih cepat dibandingkan dengan hewan yang harus merangkak di atas permukaan tanah.
Kemampuan serangga ini seringkali menjadi potensi hama jika jumlah suatu serangga dalam suatu wilayah melebihi batas normal yang menyebabkan kerugian ekonomi.

C. Metamorfosis Serangga

           Umumnya serangga mengalami metamorfosis sempurna, yaitu siklus hidup dengan beberapa tahapan yang berbeda yaitu telur, larvam pupa, dan imago (serangga dewasa). Beberapa ordo yang mengalami metamorfosis sempurna adalah Lepidoptera, Diptera, Coleoptera, dan Hymenoptera. Metamorfosis tidak sempurna merupakan siklus hidup dengan tahapanL telur, nimfa, dan imago. 

Peristiwa larva meniggalkan telur disebut dengan eclosion. Setelah eclosion, serangga yang baru ini dapat serupa atau beberapa sama sekali dengan induknya. Tahapan belum dewasa ini biasanya mempunyai ciri perilaku makan yang banyak. Pertumbuhan tubuh dikendalikan dengan menggunakan acuan pertambahan berat badan, biasanya dalam bentuk tangga dimana pada setiap tangga digambarkan oleh lepasnya kulit lama (exuvium), dimana proses ini disebut molting. Karena itu pada setiap tahapan, serangga tumbuh sampai dimana pembungkus luar menjadi terbatas, setelah ditinggalkan lagi dan seterusnya sampai sempurna.

D. Ordo - Ordo Serangga
Kelas Serangga memiliki 29 ordo yang terbagi menjadi 2 kelompok berdasarkan keberadaan sayapnya yaitu Pterigota (bersayap) dan Apterigota (tidak bersayap). Pembagian ordo serangga berdasarkan pada tipe metamorfosa dan morfologinya misalya jumlah sayap dan tipe mulut. Berikut adalah beberapa ordo serangga yang semuanya berasal dari kelompok Pterigota.

1.      Ordo Lepidotera (bangsa kupu-kupu)

Ciri-ciri dari ordo Lepidoptera adalah sayap terdiri dari dua pasang, membranus dan tertutup oleh sisik-sisik yang berwarna-warni. Sisik-sisik ini sangat rapuh dan mudah lepas oleh sentuhan. Pada kepala dijumpai adanya alat mulut seranga bertipe pengisap, sedang larvanya memiliki tipe penggigit. Pada serangga dewasa, alat mulut berupa tabung yang disebut proboscis, palpus maxillaris dan mandibula biasanya mereduksi, tetapi palpus labialis berkembang sempurna.
Metamorfose bertipe sempurna (Holometabola) yang perkembangannya melalui stadium : telur —> larva —> kepompong —> dewasa. Larva bertipe polipoda (eruciform), memiliki baik kaki thoracal maupun abdominal, sedang pupanya bertipe obtekta.
Dari ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama, namun beberapa diantaranya ada yang predator. Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar.
Beberapa jenisnya antara lain :
- Kupu gajah (Attacus atlas L)
- Penggerek batang padi kuning (Tryporiza incertulas Wlk)
- Ulat grayak pada tembakau (Spodoptera litura)

Kiri - Kanan: Attacus atlas L, Tryporiza incertulas Wlk, Spodoptera litura
Img source: hereherehere

2.      Ordo Coleoptera (bangsa kumbang)

Ciri-ciri dari ordo Coeloptera adalah sayap terdiri dari dua pasang. Sayap depan mengeras dan menebal serta tidak memiliki vena sayap dan disebut elytra.
Apabila istirahat, elytra seolah-olah terbagi menjadi dua (terbelah tepat di tengah-tengah bagian dorsal). Sayap belakang membranus dan jika sedang istirahat melipat di bawah sayap depan. Alat mulut bertipe penggigit-pengunyah, umumnya mandibula berkembang dengan baik. Pada beberapa jenis, khususnya dari suku Curculionidae alat mulutnya terbentuk pada moncong yang terbentuk di depan kepala.
Metamorfose bertipe sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong (pupa) —> dewasa (imago). Larva umumnya memiliki kaki thoracal (tipe oligopoda), namun ada beberapa yang tidak berkaki (apoda). Kepompong tidak memerlukan pakan dari luar (istirahat) dan bertipe bebas/liberal.
Habitatnya adalah di permukaan tanah, dengan membuat lubang, selain itu juga membuat lubang pada kulit pohon, dan ada beberapa yang membuat sarang pada dedaunan. Anggota-anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain.
Beberapa contoh anggotanya adalah :
- Kumbang badak (Oryctes rhinoceros L)
- Kumbang janur kelapa (Brontispa longissima Gestr)
- Kumbang buas/ predator  (Coccinella sp.)

Kiri -kanan: Oryctes rhinoceros L, Brontispa longissima Gestr, Coccinella sp.
Img source: here,herehere

3.      Ordo Hemiptera

Ciri-ciri dari ordo Hemiptera adalah memiliki sayap dua pasang (beberapa spesies ada yang tidak bersayap). Sayap depan menebal pada bagian pangkal (basal) dan pada bagian ujung membranus. Bentuk sayap tersebut disebut Hemelytra. Sayap belakang membranus dan sedikit lebih pendek daripada sayap depan. Pada bagian kepala dijumpai adanya sepasang antene, mata facet dan occeli.
Memiliki tipe mulut penusuk dan penghisap. Tipe alat mulut pencucuk pengisap yang terdiri atas moncong (rostum) dan dilengkapi dengan alat pencucuk dan pengisap berupa stylet. Pada ordo Hemiptera, rostum tersebut muncul pada bagian anterior kepala (bagian ujung). Rostum tersebut beruas-ruas memanjang yang membungkus stylet. Pada alat mulut ini terbentuk dua saluran, yakni saluran makanan dan saluran ludah.
Ada beberapa yang menghisap darah dan sebagian sebagai penghisap cairan pada tumbuhan. Sebagian besar bersifat parasit bagi hewan, tumbuhan, maupun manusia. Ordo ini banyak ditemukan di bagian bunga dan daun dari tumbuhan, kulit pohon, serta pada jamur yang busuk.  Ordo ini memiliki anggota yang sangat besar serta sebagian besar anggotanya bertindak sebagai pemakan tumbuhan (baik nimfa maupun imago). Namun beberapa di antaranya ada yang bersifat predator yang mingisap cairan tubuh serangga lain.
Metamorfose bertipe sederhana (paurometabola) yang dalam perkembangannya melalui stadium : telur —> nimfa —> dewasa. Bnetuk nimfa memiliki sayap yang belum sempurna dan ukuran tubuh lebih kecil dari dewasanya.
Beberapa contoh serangga anggota ordo Hemiptera ini adalah :
- Walang sangit (Leptorixa oratorius Thumb.)
- Kepik hijau (Nezara viridula L)
- Bapak pucung (Dysdercus cingulatus F)

Kiri-kanan: Leptorixa oratorius, Nezara viridula, Dysdercus cingulatus
Img source: hereherehere

4.      Ordo Homoptera

Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera. Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya. Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen, bisa keras semua atau membranus semua, sedang sayap belakang bersifat membranus.  Alat mulut juga bertipe pencucuk pengisap dan rostumnya muncul dari bagian posterior kepala. Alat-alat tambahan baik pada kepala maupun thorax umumnya sama dengan anggota Hemiptera.
Tipe metamorfose sederhana (paurometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> nimfa —> dewasa. Baik nimfa maupun dewasa umumnya dapat bertindak sebagai hama tanaman.
Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan, seperti :
- Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.)
- Kutu putih daun kelapa (Aleurodicus destructor Mask.)
- Kutu loncat lamtoro (Heteropsylla sp.).

Kiri-kanan: Nilaparvata lugens, Aleurodicus destructor, Heteropsylla sp
Img source: hereherehere

5.      Ordo Odonata (bangsa capung)

Ciri-ciri ordo odonata adalah memiliki tipe mulut pengunyah. Umumnya Ordo ini termasuk karnivora yang memakan serangga kecil dan sebagian bersifat kanibal atau suka memakan sejenis. Habitatnya adalah di dekat perairan. Biasanya ditemukan di sekitar air terjun, di sekitar danau, dan pada daerah bebatuan [3].
Memiliki anggota yang cukup besar dan mudah dikenal. Sayap dua pasang dan bersifat membranus. Pada capung besar dijumpai vena-vena yang jelas dan pada kepala dijumpai adanya mata facet yang besar.
Metamorfose tidak sempurna (Hemimetabola), pada stadium larva dijumpai adanya alat tambahan berupa insang dan hidup di dalam air.
Anggota-anggotanya dikenal sebagai predator pada beberapa jenis serangga keecil yang termasuk hama, seperti beberapa jenis trips, wereng, kutu loncat serta ngengat penggerek batang padi.

6.      Ordo Orthoptera (bangsa belalang)

Anggota dari ordo ini umumnya memilki sayap dua pasang. Sayap depan lebih sempit daripada sayap belakang dengan vena-vena menebal/mengeras dan disebut tegmina. Sayap belakang membranus dan melebar dengan vena-vena yang teratur. Pada waktu istirahat sayap belakang melipat di bawah sayap depan.
Alat-alat tambahan lain pada caput antara lain : dua buah (sepasang) mata facet, sepasang antene, serta tiga buah mata sederhana (occeli). Dua pasang sayap serta tiga pasang kaki terdapat pada thorax. Pada segmen (ruas) pertama abdomen terdapat suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum. Spiralukum yang merupakan alat pernafasan luar terdapat pada tiap-tiap segmen abdomen maupun thorax. Anus dan alat genetalia luar dijumpai pada ujung abdomen (segmen terakhir abdomen).
Ada mulutnya bertipe penggigit dan penguyah yang memiliki bagian-bagian labrum, sepasang mandibula, sepasang maxilla dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya, dan labium dengan palpus labialisnya.
Sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain.
Metamorfose sederhana (paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur —> nimfa —> dewasa (imago). Bentuk nimfa dan dewasa terutama dibedakan pada bentuk dan ukuran sayap serta ukuran tubuhnya.
Beberapa jenis serangga anggota ordo Orthoptera ini adalah :
- Kecoa (Periplaneta sp.)
- Belalang sembah/mantis (Otomantis sp.)
- Belalang kayu (Valanga nigricornis Drum.)

Kiri-kanan: Periplaneta sp., Otomantis sp., Valanga nigricornis
Img source: hereherehere

7.      Ordo Diptera (bangsa lalat, nyamuk)

Serangga anggota ordo Diptera meliputi serangga pemakan tumbuhan, pengisap darah, predator dan parasitoid. Serangga dewasa hanya memiliki satu pasang sayap di depan, sedang sayap belakang mereduksi menjadi alat keseimbangan berbentuk gada dan disebut halter. Pada kepalanya juga dijumpai adanya antene dan mata facet.  Tipe alat mulut bervariasi, tergantung sub ordonya, tetapi umumnya memiliki tipe penjilat-pengisap, pengisap, atau pencucuk pengisap. Pada tipe penjilat pengisap alat mulutnya terdiri dari tiga bagian yaitu :

·         bagian pangkal yang berbentuk kerucut disebut rostum
·         bagian tengah yang berbentuk silindris disebut haustellum
·         bagian ujung yang berupa spon disebut labellum atau oral disc.
Metamorfosenya sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong —> dewasa. Larva tidak berkaki (apoda_ biasanya hidup di sampah atau sebagai pemakan daging, namun ada pula yang bertindak sebagai hama, parasitoid dan predator. Pupa bertipe coartacta.
Beberapa contoh anggotanya adalah :
- lalat predator pada Aphis (Asarcina aegrota F)
- lalat rumah (Musca domestica Linn.)
- lalat parasitoid (Diatraeophaga striatalis).

Kiri-kanan: Asarcina aegrota , Musca domestica, Diatraeophaga striatalis
Img source: hereherehere

8.      Ordo Hymenoptera (bangsa lebah)

Sayap terdiri dari dua pasang dan membranus. Sayap depan umumnya lebih besar daripada sayap belakang. Pada kepala dijumpai adanya antene (sepasang), mata facet dan occelli. Tipe alat mulut penggigit atau penggigit-pengisap yang dilengkapi flabellum sebagai alat pengisapnya. Kebanyakan dari anggotanya bertindak sebagai predator/parasitoid pada serangga lain dan sebagian yang lain sebagai penyerbuk.

Metamorfose sempurna (Holometabola) yang melalui stadia : telur-> larva–> kepompong —> dewasa. Anggota famili Braconidae, Chalcididae, Ichnemonidae, Trichogrammatidae dikenal sebagai tabuhan parasit penting pada hama tanaman.

Beberapa contoh anggotanya antara lain adalah :
- Trichogramma sp. (parasit telur penggerek tebu/padi).
- Apanteles artonae Rohw. (parasit ulat Artona).
- Tetrastichus brontispae Ferr. (parasit kumbang Brontispa).

Kiri-kanan:  Trichogramma sp., Apanteles artonae, Tetrastichus brontispae
Img source: here, herehere

Daftar Pustaka

Campbell, N.A,J.B. Reece, dan L.G. Mitchell, 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. ISBN : 979-688-469-0. Jakarta: Erlangga.

Gandjar. 1997. Prosiding Seminar Nasional Biologi XV, Universitas Lampung, ISBN :9798287177. Lampung: Perhimpunan Biologi Indonesia.

Suranto A. 2004. Khasiat & Manfaat Madu Herbal. ISBN: 9793702028. Jakarta: AgroMedia.



Sebentar lagi dia datang. Dia yang membuatku berada dalam ombang-ambing emosi yang sulit kukendalikan.

Sudah semakin kurasakan ketika aku meluap dalam wadah yang sesak, ingin berontak.

Meskipun telah 14 tahun bersama, aku belum bisa juga menjadi sahabatnya, kadang-kadang, atau bisa juga dia menjadi teman yang terlalu menyenangkan, terlalu melenakan, membuai. Namun tak jarang hanya memberikan tekanan untuk muak yang tak tertahankan.

Cepatlah berlalu, dan menuju hari baru. Aku ingin bebas dari takut terjebak dalam kemelut emosi, tidak stabil dan fluktuatif. Aku ingin ‘aku’ yang dewasa. Yang trampil dan berwibawa, tanpa ekspresi emosi yang merusak suasana.
                                                                                                                                       
-------------
 catatan galau ketika PMS tiba         

Air oh Air,

Kembali kita ke Melinsum. Dusun kecil di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat. Dan sekarang ini aku ingin bercerita tentang AIR. Ya, air oh air.

Benar bahwa air di sini banyak, hanya saja bukan air tawar nan segar namun ‘air asin’ yang telah menjadi momok yang kehadirannya sudah menjadi suatu kebosanan. Bukan karena momok ini sudah tak menakutkan, masih tentunya, hanya saja dia terlalu sering datang sehingga kekuatan dari kebiasaan adalah kebosanan. Orang-orang di Melinsum sudah menjadikan momok air asin ini sebagai tamu rutin yang menyebalkan. Terlebih ketika purnama datang, bukan serigala jadi-jadian atau vampir dan setan-setan lain yang datang, namun momok air asin inilah tamu tetapnya.

Kebun kelapa di sekitar Melinsum yang sudah tak mau lagi berbuah..
Photo by: Haruki, 2012

Air asin yang rutin mendatangi sawah-sawah, rumah-rumah-rumah, kebun-kebun dan selalu berhasil menghancurkan segalanya. Tidak seperti bandang yang tiba-tiba datang dan kemudian hilang, air asin datang pelan-pelan dan perlahan pula hilangnya.


img source: here
Bahkan efek dari air asin ini, entah dipercaya atau tidak, dan malah sempat membuatku tertawa geli sekaligus getir adalah pada ayam.


“Gak hanya sawah mbak, semuanya tidak bisa di sini kalo udah terkena air asin. Kelapa tak mau berbuah, karet jadi mati, bahkan “ayam” pun kalo udah kena air asin, dia gak mau bertelor. Percaya atau gak, tapi kenyataannya begitu mbak!”


Aku teringat Bang Hadi pernah mengatakan hal ini pada kami. Aku tertawa. Aku prihatin juga. Bahkan ayam pun mulai ngambek di sini. Bang Hadi adalah seseorang yang tinggal di Melinsum ini dan selama aku dan teman-temanku di sana, dia adalah salah satu teman kami yang paling kocak, blak-blakan, namun tulus.

Ya, air asin alias banjir pasang atau banjir rob adalah tamu rutin di Melinsum.

Bukan hanya air asin yang merajuk, ternyata air tawar-pun begitu juga.

Banjir juga kah?

Ternyata, bukan. Air tawar merajuk dengan cara menjauh bahkan menghilang. Dan ini juga sangat merepotkan dan menyusahkan. Yahhh,...

Air bersih, sumpah di sini sulit. Tidak hanya di Melinsum, tapi hampir di beberapa desa di Kecamatan Sukadana ini. Di Melinsum sendiri, untuk berkepentingan dengan air bersih, jarak terdekat adalah sekitar 3 kilometer. Air untuk mandi, mencuci, masak dan minum diambil dari lokasi itu yang cukup jauh. Ya, kecuali jika berkenan untuk mandi atau minum air asin J.

Memang saat itu, ketika tinggal di sana musim kemarau sedang memuncak. Sumber air yang biasanya dapat mengalir sampai di rumah-rumah paling hilir pun tidak jalan. Sepanjang yang aku lihat, banyak keran-keran air yang sudah kering dan berdebu karena kelamaan tidak terpakai.

Meskipun dekat dengan hutan yang sepertinya masih lebat, namun air bersih selalu menjadi barang langka ketika kemarau. Karena daerah ini adalah daerah pesisir maka lupakan untuk membuat sumur.  Satu-satunya sumber air ya berasal dari gunung (hutan) baik sungai atau pun mata air yang banyak dialirkan ke rumah-rumah melalui pipa-pipa atau selang. Kemarau tiba dan debit air menurun drastis. Pipa-pipa dan selang air jadi pengangguran sementara. Meski sungai utama tidak kering, namun air-air seakan tidak mampu lagi merambat melalui pipa dan selang-selang itu.

Aliran sungai utama yang masih mengalirkan air menjadi tempat favorit berkumpul orang-orang setiap pagi dan sore. Tentunya mandi, dll. Jika kami pergi dari Melinsum – Sukadana atau sebaliknya, sering sekali terlihat motor-motor parkir di tepi jalan tanpa ada penunggu. Para penunggunya ternyata sedang ritual di sungai. Ya, itulah motor-motor orang-orang yang sedang mandi.

Selain barisan motor orang-orang mandi, di sepanjang jalan juga selalu (bahkan katanya hampir 24 jam) terlihat beberapa mobil bak yang memuat tangki air ukuran jumbo. Ternyata mereka itu adalah penjual air, meski ada juga yang memakai untuk konsumsi pribadi. Tangki-tangki air itu dijual di sekitar Kota Sukadana yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Kayong Utara, baik nantinya air dijual satu tangki besar langsung ataupun diecer. Aku pun pernah melihat di Sukadana, beberapa orang antri membeli air dengan membawa jerigen. Harga 1 jerigen air itu katanya sih 5000 rupiah.

Ya, itulah air. Di Melinsum, air menjadi satu masalah yang rumit. Baik air asin maupun air tawar seakan sedang melakukan protes bersama. Entah kepada siapa mereka protes?

Ritual mandi dan mencuci setiap pagi di Melinsum meninggalkan banyak kisah lucu dalam memoriku. Selanjutnya... ...