Judul    : Ayu Manda
Penulis : I Made Iwan Darmawan
Bahasa  : Indonesia
Tebal    :  330 halaman
Penerbit : Grasindo 2010
Skor      : 4/5

Sinopsis:

Gusti Mirah Ayu Mandasari, seorang penari kenamaan Bali,  terlahir dalam sebuah keluarga kaya, Tuan tanah yang menguasai sejumlah lahan desa di wilayah Munduk Sungkal, di Bali. Dalam lingkupan sistem kasta yang ketat, Ayu Manda berada di puncak. Dia terbiasa dilayani, dimanjakan, dinomor satukan oleh orang-orang di sekitarnya, terlebih dari orang-orang Sudra, kasta terendah. Kecuali oleh Wimba, perempuan seusianya yang berani menunjukkan ketidak-sukaannya pada Ayu Manda, bahkan sejak pertama kali bertemu dalam persaingannya sebagai penari terbaik.

Tari Legong, sebuah tarian agung dari Bali telah membawa seka (sanggar) tari milik Gusti Ngurah Amba, ayah Manda berada di puncak kejayaannya. Seka tari ini diundang untuk melakukan pertunjukan di negara-negara Eropa. Ketika di Eropa, Ayu Manda yang masih remaja mengalami untuk pertama kalinya dunia tanpa sistem kasta, dunia yang bebas dan tak ada pengkotak-kotakkan kelompok manusia, dunia yang menyimpan sejumlah rahasia. 

Pergulatan pemikiran Ayu Manda semakin menjadi-jadi setelah kematian Ibundanya, istri pertama dari 4 istri ayahnya. Ayu Manda menenggalamkan dirinya dalam seni tari. Melalui latihan bersama Ibu tirinya yang juga seorang penari, Ayu Manda telah berhasil membawa tari Joged, tari yang dianggap tari murahan menjadi tari yang berkelas. Seka tari yang didirikan oleh Ayu Manda telah menjadi  seka yang paling terkenal di Bali, dan Ayu Manda menjadi penari yang paling dicari. 

Dalam suasana hiruk-pikuk politik  di awal tahun 60'an, Ayu Manda terjebak di dalamnya. Kisah cintanya bersama Raka Sidan yang aktif di suatu Partai Politik semakin membuat pelik hidup Ayu Manda. Perselisihan Ayu Manda dan Wimba pun mencapai puncaknya di sini. Akhir cerita yang tak terduga pun menanti Ayu Manda, sang penari dari Bali.

Pendapat saya:

"Mirip 'Ronggeng Dukuh Paruk' sepertinya". Hal itulah yang terbersit di pikiran saya ketika mulai membaca novel 'Ayu Manda'. Ayu Manda dan Srinthil sama-sama penari yang terjebak di kekalutan politik tahun 60-an, kecintaan mereka terhadap seni tari sama-sama telah dimanfaatkan pihak tertentu sebagai alat meraih suara rakyat, dan akhir yang tragis pula bagi keduanya. Tapi, tunggu dulu. Ada hal besar yang membedakan Ayu Manda dan Srinthil. Jika Srinthil terlahir di keluarga miskin, Ayu Manda adalah seorang putri bangsawan. Latar belakang sistem kasta yang melatari pergulatan hidup Ayu Manda menjadi daya tarik utama novel ini.

Karakter utama, Ayu Manda digambarkan secara apik oleh penulis. Ayu Manda kecil sampai dengan remaja hingga dewasa terasa mengalir wajar seakan saya menyaksikan sendiri seorang gadis kecil yang tumbuh dewasa. Semua karakter pendukung juga dengan sangat jeli dijalin dan ditautkan oleh penulis sehingga masing-masing menjadi sangat hidup dan penting dalam membentuk cerita. Alur cerita sangat mudah diikuti dan mengalir. Latar juga cukup baik diceritakan: gambaran Bali dan orang-orangnya di awal kemerdekaan dan gonjang-ganjing politik tahun 60'an. Bahkan khusus untuk seni Tari Legong dan Tari Joged, dua tarian yang digeluti Ayu Manda dijelaskan sangat detail oleh penulis, mulai dari teknik tarian, gamelan, kostum, sampai para personelnya. Terasa oleh saya jika penulis sungguh ingin mengenalkan tarian Bali ini kepada pembacanya.

Membaca buku yang sampulnya seperti sobek ini cukup bisa membuat saya melupakan waktu. Dalam waktu liburan 2 hari saya telah berhasil menyelesaikan kisah Ayu Manda. Ketika selesai membaca paragraf terakhir saya tertegun. Ciri-ciri saya saat selesai membaca novel bagus. Jadi saya juga sarankan anda untuk membaca novel ini dan lihatlah Bali dan orang-orangnya lebih dari 50 tahun lalu. Bali yang membuat dunia meliriknya bahkan sampai saat ini.

JIka ingin berjalan-jalan di blognya bisa di alamat http://novel-ayumanda.blogspot.com/ , meskipun sayangnya sudah tidak update lagi. Atau review lainnya di sini dan sini.


---
"Bila Manda hamil dan aku juga hamil oleh Raka Sidan, mungkin nasib anak-anak kita akan sama dengan kita".  -kalimat yang tertulis di sampul buku-

Anda akan mengerti kalimat ini setelah selesai membaca novelnya.




Tentang perasaan, kebingungan, keterombang-ambingan, keegoisan,...
Tentang apapun itu tentang perasaan

Apakah benar aku ada untuk seseorang? Apakah benar seseorang ada untukku?
Apakah benar ada seseorang yang akan melengkapiku? Dan akulah pelengkapnya?
Apakah nyata jika seseorang berkata padaku, "Kamu melengkapi hidupku."?

Hah....  Aku terheran-heran! Memang hidupku tidak lengkap apa?!
Dan apakah aku harus menunggu seseorang hanya untuk berkata, "Akhirnya hidupku lengkap."?

Ha7..
Pertanyaan yang konyol kupikir saat ini, dan aku juga sempat berpikir seperti itu untuk waktuku berangan-angan indah,... tentang  seseorang, tentang perasaan.

Tapi, seseorang 1, seseorang 2, 3 dan seterusnya hanya menjadi pelengkap untuk sementara waktu, toh pada akhirnya hanya ada aku, dan akhirnya timbullah konklusi di pikiranku,
"That's all just bullshit!"
Saat ini...
....
Hmmmm,...
Aku sudah lengkap tanpa orang lain melengkapiku, dan aku tidak akan memelas menunggu hal-hal yang absurd dan tidak pasti. Untuk apa?! Aku punya semua yang kubutuhkan. Kepercayaan, keyakinan, lingkungan, teman-teman, ...
Jadi untuk apa lagi aku menunggu hal yang menyesakkan pikiran?

Meski pada akhirnya aku mengakui jika ini menyesakkan. Entahlah??

Sepertinya aku masih patah hati. Patah hati yang membawa logikaku kembali.


----




Antara teh dan kopi. Bagiku sudah seperti buah simalakama dan dilema jika harus memilih salah satunya. Kenapa? Ya karena aku mencintai keduanya. sama. imbang. Jika harus memilih aku akan memilih semuanya, jika tidak boleh mending tidak usah saja semuanya. Hahaha... Seperti urusan cinta yang terbagi dua saja. 

Teh memberiku kenyamanan, ketenangan dan kedamaian. Sedangkan kopi memeriku kehangatan, semangat, dan kekuatan. Semuanya kubutuhkan dalam menjalani hari-hariku yang terkadang terlalu keras ataupun terlalu hampa. Dengan berbekal teh dan kopi seakan hidupku semakin berwarna, bergelora, dan bergairah. Lebay mode on! 

Setiap pagi kubuka mata terbangun dari tidurku, meski aku lebih sering bangun siang, maka hal pertama yang kulakukan setelah cuci muka dan buang hajat adalah menyeduh teh atau kopi. Teh atau Kopi? Yah, tergantung mood dan emosiku, meski lebih sering aku menggilir teh-kopi berdasarkan keberadaannya di lemariku. Jika ada teh ya teh, jika ada kopi ya kopi, jika ada semuanya ya tinggal pilih teh atau kopi. Jika tidak ada gula? Ya tinggal minta tetangga. Hidup itu gampang banget kan... :-)

Aroma minuman hangat di pagi hari adalah yang terbaik nomor 2, setelah kenikmatan buang hajat rutin yang menjadi nikmat no 1 tentunya.Hehehe... Aroma itu membangunkan aku dari lelah letih dan lesu gara-gara salah posisi tidur, begadang, atau apapun semalam. Rasanya siap untuk menjalani hari ini. So, buka harimu dengan teh atau kopi.

Jika siang menjelang, es teh ataupun es kopi juga selalu menjadi minuman andalan. Bukan rahasia lagi bahwa menu minuman yang akan selalu ada hampir di seluruh warung di seantero negeri adalah teh-kopi. Es teh atau Teh es ataupun Teh dingin (ini tergantung di daerah mana penyebutannya) selalu menjadi teman makan siapa saja di mana saja. Ingat iklah teh botol SoS*O "Apapun menunya minumannya selalu es teh". hehehe... Sehabis makan bakso pedas nan panas, kemudian mulut dan tenggorakan diguyur dengan teh manis dingin. Syurrr...... Rasanya alamak,... (sejenak lupakan bahwa hal ini tidak sehat :-P)

Beda lagi kalau malam. Deadline kerja menumpuk. Mata sepat mengantuk. Apa obatnya? Apa??? Yup caffeine adalah jawabannya. Secangkir kopi hitam panas mengepul selalu menjadi teman paling setia jika malam-malam begadang harus dilalui (meski tak jarang tetap aja ngantuk, hehehe). Namun jika malam hari kita gelisah, ingin tidur tidak bisa meski badan lelah, segelas teh hangat manis akan memberikan kehangatan yang bisa menjadi pengantar tidur yang melenakan. Nyaman. Enak. Hangat. Nyenyak. 

Kenikmatan 'join kopi' juga selalu menjadi daya tarik untuk begadang berkelompok bersama para sahabat. Malam mingguan beramai-ramai, menyanyi-nyanyi dangdutan bak orang gila baru keluar RSJ, gitar-gitaran, dangdutan, atau bahkan diskusi serius tentang politik dan masa depan, ehm,... kopi tak kan pernah lewat. Atau ketika kita kedinginan di malam-malam saat naik gunung, atau menikmati semilir angin laut di pantai, paling enak adalah 'ngopi' beramai-ramai. Rasanya seperti berbagi rasa dan berbagi asa dengan sesama sahabat. Hangat dan damai. 

Join kopi bisa juga diganti Join teh kalau emang ga ada kopi. Hehehehe. Hidup itu gampang bro and sist. So pilih teh atau kopi. Pilih keduanya meskipun poligami dilarang dinegeri ini. (Ga Nyambung !!)






Title: サプリ /Sapuri /Suppli
Genre: Romance
Episodes: 11
Broadcast year: Summer 2006

CAST
Ito Misaki as Fuji Minami
Kamenashi Kazuya as Ishida Yuya
Eita as Ogiwara Satoshi
Shiraisi Miho as Yugi Yoko
Shida Mirai as Konno Natsuki
Ryo as Tanaka Mizuho
Asami Reina as Watanabe Yuri
Sato Koichi as Imaoka Kyotaro


Sapuri (Suppli) hanya seperti dorama romance pada umumnya. Menampilkan pesona Kamenashi Kazuya ketika masih berada unyu-unyunya. Di dorama ini Kame-kun akan jatuh cinta dengan perempuan yang lebih darinya; lebih tua, lebih mapan, lebih dewasa. Kisah cinta ini mengingatkanku pada Kima Wa Petto yang sukses membawa kisah cinta beda usia antara Matsu Jun dan Koyuki. Tapi Sapuri tidak se-ekstrim dan se-spektakuler Kimi Wa Petto. Meskipun kisahnya lebih real, nyata tapi ya biasa saja. Sapuri hanya dorama pada umumnya. Tidak terlalu bagus, tapi tidak jelek juga.

Cerita ini asalnya dari manga dengan judul yang sama yaitu Sapuri (english-Suppli) karya Mari Okazaki.  Kisah berputar tentang cinta di lingkungan kerja, yaitu di sebuah perusahaan kreatif (bidang periklanan). Ishida Yuya, seorang baito(pekerja sambilan)  jatuh cinta dengan Fujii Minami, seniornya. Sosok Minami yang dewasa, elegan, dan pekerja keras menjadikannya salah satu staff kreatif  yang berprestasi. Namun di balik kesuksesannya, Minami adalah penyendiri dan tidak terlalu aktif dalam percintaan. Setelah putus dari pacarnya, dia jadi lebih sering berinteraksi dengan teman-teman kerjanya.  Yuya, seorang baitomuda telah membuat perubahan dalam hidup Fujii. Kisah cinta Minami-Yuya akan dihiasi dengan cinta-cinta lain dari rekan kerjanya yang akan semakin membuat cerita di dorama ini berwarna. Tidak hanya kisah cinta pria-wanita, tapi ada juga kisah cinta ayah dan anak yang cukup menyentuh hati. Bagaimana kompleksitas kisah cinta antar rekan di satu tempat kerja? Mungkin Sapuri bisa sedikit menggambarkannya.

Alur cerita Sapuri lambat dan agak membosankan di awal-awal episode. Alih-alih kisah cinta Yuya-Minami, lebih dari separuh episode malah menceritakan rumitnya kisah cinta segitiga antara Tanaka-Ogiwara-Minami. Ogiwara yang galau memilih antara Tanaka dan Fujii, Affair Tanaka yang telah bersuami, dan kebingungan Fujii akan cintanya pada Ogiwara. Semua itu terlalu banyak menyita waktu dan berputar-putar. Selain itu, cinta bertepuk sebelah tangan Watanabe kepada Ishida juga mempersulit alurnya. Terlalu rumit kurasa. Masa iya sih dalam satu kantor bisa sampai muter-muter antara siapa suka siapa, siapa cinta siapa. :) . Tapi mungkin itulah hebatnya Jepang, meski banyak affair dan cinta di lingkungan kerja, itu tidak mengurangi kerja mereka.

Setelah Ishida berpacaran dengan Fujii, alur mulai mendingan meskipun kurasa hubungan mereka agak sedikit aneh, meskipun sedikit cute. Setidaknya tidak terlalu membosankan.  Kisah cinta antara Yamaoka dan Yugi justru terjalin dengan mulus, meski tidak tidak terlalu di ekspos. Kisah cinta ayah-anak antara Yamaoka dan Natsuki juga lucu dan imut. Pada awalnya Natsuki yang masih remaja memusuhi Yugi yang menjadi kekasih ayahnya, namun berkembang menjadi teman di ujung-ujungnya. Aku menikmati justru kisah mereka. Apalagi di episode terakhir ketika Yamaoka dan Yugi menghadiri resital piano Natsuki, sungguh hangat dan romantis.

img source: here


Banyak dialog-dialogtentang pekerjaan yang sangat cepat dan sulit dipahami. Aku rasa bagian ini tidak terlalu penting sehingga banyak kulewatkan di awal-awal episode. Bidang kreatif periklanan menjadi latar cerita dari satu kreasi iklan ke iklan lain. Baru kurasakan menarik menjelang akhir-akhir cerita. Klimaksnya di iklan jam tangan yang dibuat Fujii. "WATCHing with you" sepertinya akan sulit untuk dilupakan. Poin yang lumayan berhasil menjadi endingdorama ini.

Kamenashi Kazuya cukup mengesankan dalam memerankan karakter Ishida Yuya yang energik dan riang. Aku merasakan pesona charmingnya Kame-kun di sini. Namun justru sebaliknya, Misaki Itoh terlalu biasa menjadi seorang Fujii Minami. Maaf-maaf, tapi aku tidak merasakan gregetnya seorang wanita karier mandiri yang cantik dan sukses. (Bandingkan dengan Koyuki di Kimi Wa Petto). Eita, Ryo, dan beberapa pemeran pendukung lainnya juga cukup berhasil meskipun tidak bisa kukatakan outstanding. Nilai lebih untuk pemeran Natsuki-chan. So Kawaii and cool. 

Beautiful Kame :)

Lanjut lagi,...


Jika mau benar-benar mendalami dorama ini, sesungguhnya banyak pelajaran yang bisa didapatkan. Di dalam cerita ini banyak dipaparkan bagaimana proses kreatif dalam membuat iklan. Bagaimana menggali ide-ide kreatif yang berasal dari imaginasi dan juga lingkungan sekitar kita. Yahh, meskipun terkadang disampaikan dalam dialog yang kurang menarik. Satu hal yang paling kuingat hanyalah bagaimana proses Minami menemukan idenya untuk iklan jam tangan dan berakhir menemukan frase indah "WATChing with you...." .

Lagu pembuka, "You" yang dinyanyikan Kat-tun lumayan menghibur dan ehm...gimana ya? Aku tidak tahu lagu ini kok rasanya kurang chemistry, kurang masuk di ceritanya. Tapi beruntungnya, aku lebih dulu kenal lagu ini daripada dramanya, dan aku juga suka Kat-tun, jadi tetap menyenangkan mendengarkannya. Lagu lainnya yaitu Blue days dan Real Voice yang dinyanyikan oleh Ayaka, yahhh lumayanlah meskipun tidak terlalu memikat hatiku.



Good part: couple Yamaoka-Yugi, father-daughter's love, WATChing with you..., Kame-kun cuteness.
Bad part: Boring plot, too fast dialogue, mediocre main cast (Misaki Ito).

Itulah sekilas tentang Sapuri. Jika bukan karena Kame-kun aku tidak akan sempat menonton dorama (jadul) ini.

7/10

--------------------------------Net262


Wrist Watch. Why Watch? Because we watch it time to time, and the watch also watch us every time. 
Membaca dan menulis adalah salah satu proses dalam berpikir kreatif. Yuk digabungin. 

img source:here
Ketika membaca sumber pustaka (buku, dokumen, artikel, dll), seringkali kita menemukan ide-ide menarik di dalamnya. Terkadang ada beberapa paragraf penting yang mendapatkan tempat lebih dalam pikiran kita. Dari ketertarikan inilah kreatifitas berpikir dimulai. Hal-hal penting yang tertulis dalam pustaka itu menstimulasi otak kita untuk bertanya, menyimpulkan, atau hanya sekedar mengingatnya.

Namun kita terkadang terlalu malas untuk memproses 'ketertarikan' itu. Pada akhirnya, semua yang kita baca hanya menguap begitu saja, bersama dengan bibit-bibit kekreatifan berpikir yang tidak jadi tumbuh. Berapa banyakpun buku yang dibaca rasa-rasanya akan hambar jika kita hanya sekedar membaca, tanpa berpikir lebih. Karena itulah, mari kita mulai untuk selangkah lebih maju dalam membaca kreatif.

Bagaimana caranya?

Jawabannya adalah Menulis. Menulis apa?
Menuliskan apa yang kita pikirkan. Setelah membaca pustaka dan menemukan bagian-bagian yang menarik hendaknya langsung dituliskan. Kenapa menulis? Baca ini: Kenapa harus menulis?
  
Lanjut lagi tentang membaca pustaka. Bagaimana caranya menuangkan ketertarikan terhadap apa yang disampaikan dalam sumber pustaka?

Secara tidak sengaja aku membuka buku catatan ketika sekolah dulu. Pelajaran Bahasa Indonesia. Di dalamnya aku mencatat bahwa ada 3 (tiga) cara untuk menuliskan hasil membaca pustaka. Apa saja itu?  1) Kutipan, 2) Ringkasan, 3) Parafrase. 

Ketiga cara ini dipakai untuk menuliskan hal-hal yang kita anggap penting dari hasil membaca kita. Perlu diingat bahwa ini bukan menulis review satu buku yang biasanya ditulis ketika selesai membaca buku. Menulis yang dimaksud di sini adalah menulis hal yang menarik, bisa saja kita temukan ketika baru mulai membaca, separuh halaman, atau kapanpun kita menemukan hal menarik. Sehingga tulisannya juga tidak hanya satu, tapi bisa banyak. 
img source: here

Misalnya kita menemukan satu paragraf yang menarik, maka kita akan membuat tulisan hasil membaca kita, umumnya dituliskan dalam selembar kertas/ kartu (namun bisa juga dituliskan dalam buku ataupun di komputer). Kartu kutipan, ringkasan, atau parafrase dapat kita simpan. Dengan kartu-kartu ini, maka kita bisa membuat dokumentasi hasil membaca kita. Jika kita bisa membuat misalnya 5 kartu untuk 1 buku, coba dihitung berapa kartu yang bisa kita kumpulkan untuk satu rak buku berisi 1000 buku. Koleksi yang hebat kan!

Penjelasannya masing-masing adalah sbb:

1. Kartu Ringkasan.

Seperti namanya, kartu ringkasan berisi ringkasan dari hasil membaca. Ringkasan dibuat lebih pendek dari teks aslinya. Misalnya kita menemukan 4 paragraf dalam buku yang kita anggap menarik, maka kita menulis ringkasannya dalam 3-4 kalimat. Sebelum tulisan ringkasan, dituliskan juga sumber pustakanya. Pengarang, tahun terbit: halaman. Misalnya: 


Nonette, 2011: 28

Boyolali diperkirakan akan menjadi kota besar tahun 2020,..... (isi ringkasan)


2. Kartu Kutipan

Menulis kartu kutipan berarti mengutip persis teks seperti dalam sumber pustaka ditambah dengan pertanyaan/komentar terkait kutipan itu. Misalnya ada satu paragraf yang sangat menarik dan sarat informasi, maka sebaiknya kita membuat kartu kutipan. Kita menulis persis kutipan, dan di bawahnya kita tuliskan pertanyaan/komentar yang didahului tanda anak panah (untuk membedakan antara kutipan dan komentarnya). Dituliskan juga sumber pustakanya. Pengarang, tahun terbit: halaman. 


Nonette, 2011: 60

  .......Produksi pertanian di Boyolali semakin meningkat karena berbagai faktor,.....
  ......(isi kutipan)

------> Apakah hasil pertanian bisa diekspor,..... (pertanyaan/ komentar)


         3. Kartu Parafrase

Parafrase berarti menuliskan ulang suatu teks dengan bahasa sendiri. Misalnya kita menemukan paragraf yang menarik, maka kita menuliskan isi dari paragraf itu namun dengan bahasa sendiri. Apa yang dituliskan tidak terbatas informasi dalam teks tapi juga interpretasi dan analisis kita terhadap teks itu. Parafrase biasanya akan lebih panjang dari teks aslinya karena berisi uraian gagasan dari pembaca (penulis parafrase). Menulis parafrase juga harus dimulai dari identitas pustakanya.  Pengarang, tahun terbit: halaman. 

   Nonette, 2011: 56

   Meskipun Boyolali bisa menjadi kota besar, banyak hal perlu dibenahi yaitu,..(isi parafrase)
   .................
   .................


Itulah tiga cara menuliskan hasil membaca.  Ada baiknya setelah selesai membaca pustaka, menuliskan juga reviewnya. Semoga bermanfaat bagi siapa saja (termasuk aku tentunya, hehehe,...)


--------------------------------Net262




“Menulislah dan kamu akan mendapatkan banyak kejutan dalam hidup”.


img source:here
Menulis adalah keterampilan tingkat lanjut yang bisa dicapai oleh seseorang. Kita bisa saja melihat, mendengar, membaca informasi di sekeliling kita, namun untuk menuliskannya, itu butuh proses lebih. Ada tahapan ‘berpikir’ dan ‘kreasi’ di dalamnya. Maka jangan heran, orang yang sepertinya pandai bicara belum tentu ia juga pandai menuliskannya.

Kalimat di atas itu sangat kupercaya dan kuyakini sepenuh hati. Menuliskan sesuatu, apapun itu menjadi hal yang sungguh menyenangkan meskipun tak jarang sangat memuakkan. Menyenangkan adalah ketika menulis diary, menulis cerita yang kita suka, dll. Memuakkan ketika harus menulis karya ilmiah, skripsi, atau laporan kerja J.

Kepuasan ketika selesai menulis itu sungguh tak tergambarkan. Rasanya otak seperti di refresh kembali. Bukan hanya itu, hasil tulisan itupun sering membuat terkagum-kagum. Misalnya ketika jatuh cinta, kita bisa menjadi pujangga dadakan dan menuliskan puisi-puisi cinta. Kelak, ketika dibaca lagi nanti pasti kita akan terkesima, “Kok bisa ya aku nulis kaya’ ginian?”. Atau ketika selesai menulis skripsi/tesis, “Gila!! Ga nyangka aku bisa nulis sampai 100 halaman lebih!”.  Akhir-akhir ini aku membuka diariku ketika masih SMP, dan aku tertawa-tawa sendiri membaca kisah cinta monyetku dulu.  Perasaan-perasaan terkejut itulah yang bagiku sangat seru.

Menulis itu banyak manfaatnya, aku bisa menuliskan 4 poin dan masih bisa ditambahkan lagi.
Manfaat menulis adalah :

img source: here
1) Menulis akan melatih kita untuk berpikir lebih terstruktur. Hal ini karena ketika ketika menuangkan dalam tulisan, sejumlah ide-ide dan pikiran yang berseliweran dalam otak, maka kita akan dihadapkan dengan banyak pilihan kata dan kalimat yang harus kita susun agar mewakili ide kita. Seringkali aku merasa bahwa apa yang kutulis kadang tidak sesuai dengan apa yang kumaksud (setelah kubaca lagi tulisanku).

2) Menulis membuat kita lebih pintar. Kita tidak dapat menulis ketika kita tidak paham akan hal yang akan kita tuliskan. Jika demikian, caranya adalah menuliskan daftar pertanyaan. Berbagai pertanyaan akan merangsang kita untuk mencari jawabannya.

3) Menulis dapat menambah daya ingat. Saat menulis, otak, mata, tangan bekerja semua. Mereka bekerja sama menghasilkan suatu karya (tulisan). Aku tidak tahu alasan ilmiahnya, tapi aku yakin bahwa hal-hal itulah yang membuat kita lebih mengingat apa yang pernah kita tuliskan dibandingkan hanya sekedar membaca saja. (Tentu kita masih ingat kan ketika waktu sekolah dulu, ada guru-guru yang memaksa muridnya menulis. Padahal di buku juga sudah ada. Katanya biar ingat. :) )

4) Tulisan akan menjadi dokumentasi yang baik. Bisa saja kita akan lupa beberapa hal penting. Dengan tulisan, kita akan dengan mudah menemukan apa yang kita lupakan itu (dengan penyimpanan yang baik tentunya). Bagiku, hal yang paling indah sekaligus lucu adalah ketika aku membaca kembali buku harianku sejak masa SD dulu. Itu adalah kenangan yang sangat berharga.

5) Silakan ditambahkan sendiri,...

Jadi, jika ingin hidupmu penuh kejutan, mari menulis. Biarkan imajinasi dan kreasi terbang bebas melalui tarian jari-jari kita.

 ------------------------------------------Net262
Bagaimana manga menjadi bagian penting dari hidupku?

Yah, sejak kecil dulu ketika masih berseragam merah putih, komik alias manga menjadi bacaan 'mewah' buatku. Aku mulai berkenalan dengan doraemon ketika itu. Dan buku bergambar ukurang postcard itu telah menyihirku menjadi manga maniac selama 6 tahun aku bersekolah di SMP dan SMA. Jika dihitung-hitung, pengeluaran tersbesarku ketika itu ya untuk sewa manga. Berbagai judul, berbagai genre sudah kulahap. Hampir tidak ada satupun manga di rak persewaan buku yang terlewat dari antusiasmeku untuk mengetahui isinya.

Membaca kisah-kisah cinta dalam serial cantik, atau kisah-kisah horor dalam serial misteri, ataupun manga-manga bersambung tentang kisah-kisah sejarah, robot-robot, petulangan, drama, dan lain-lainnya. Walahhh, rasanya banyak tak terhitung jika harus diingat satu per satu.

Manga Polaris 4 jilid versi Indonesia
img source:here
Beruntungnya aku karena di dekat sekolah dan juga di dekat rumahku ada tempat persewaan manga, jadi aksesnya ke sana juga mudah sekali. Hampir setiap hari pasti aku ke sana. Berapa ya harganya? Aku lupa-lupa ingat, tapi sekitar 200-1000 perak per komik. Dan setiap harinya aku bisa melahap 3-5 manga. Sebenarnya bisa lebih, tapi isi kantong anak sekolahan tak mengijinkanku untuk itu.

Kisah-kisah dalam manga yang kebanyakan berlatar Jepang telah memberiku sedikit gambaran tentang negeri Sakura yang belum pernah kukunjungi itu. Dan apapun itu aku jatuh cinta. Rasa-rasanya semua yang diceritakan sangat indah dan manis. Kapan-kapan aku pasti akan ke sana. Belajar bahasa Jepang dulu tapi syaratnya. Biar nanti ga' cengoh di sana. Tuh kan! Satu poin lagi kenapa manga penting: Karena manga telah menjadi awal kenapa aku menggeluti Nihongo. Heee

img source:here
Hal lain yang kupelajari dari manga adalah kreativitasnya. Sumpah! Apapun bisa terjadi di dunia segi empat halaman-halaman itu. Aku bisa menangis seharian setelah selesai membaca manga "Polaris"(Riku Kurita), atau terbahak-bahak melihat kelakuan konyol tapi cerdas 'Kariage Kun' (Masashi Ueda), dan selalu terpesona oleh kisah-kisah bersambung dalam Shonen seperti 'Samurai X'(Watsuki Nobuhiro) , 'Dragon Ball' (Akira Toriyama), 'Legenda Naga' (Yoshito Yamahara), dll. Lain kali aku akan coba membuat peringkat the best manga versi aku sendiri.

Sampai saat inipun, mendekati 10 tahun setelah aku melepas seragam putih abu-abu, aku masih mencintai manga. Dan beruntungnya, sekarang ini akses internet seperti meraja lela. Manga-manga online bertebaran di dunia maya. Bahkan yang terbaru juga. Dan hampir semuanya Free access!! Menyenangkan sekali kan? Puluhan dan mungkin juga ratusan website menyediakan akses untuk membaca manga secara gratis, bahkan ada juga yang menyediakan link download.

Scanlation berasal dari kata scan & translation adalah istilah untuk manga hasil scan yang telah di terjemahkan dan diupload di internet. Umumnya manga-manga scanlation adalah hasil kerja sukarela dari para fans. Sungguh sangat mulia sekali mereka. He3. Sungguh suatu saat nanti aku bisa join dengan grup-grup itu. Kalo sekarang masih sibuk. :-)

Meski manga scanlation sudah dimana-mana, namun hobiku mengoleksi manga dalam bentuk buku masih juga kulakukan. Hanya manga-manga yang kuyakini bagus dan layak yang akan aku koleksi.

Apa lagi ya? Kurasa masih banyak lagi lah sesuatu dari manga yang memberikan pengaruh dalam  hidup seorang aku ini. He he he.

 (Ingat manga jadi ingat teman-teman ku dulu sesama maniaknya. Sembunyi-sembunyi jika harus membawa manga ke sekolah. Pernah ketahuan dan manganya di sita guru. Meski begitu, kami gak pernah kapok. Hehehe..)

Basara, salah satu manga yang kubaca via scanlation
img source:here







 ----------------------


PS: Saat ini aku keranjingan anime HunterXHunter. Penasaran banget, tapi aku menahan diri untuk tidak baca manganya. Sabar ya Non....






------------------------ net262
img source: here

Bagaimana mengatasi kebuntuan untuk menuliskan pikiran dalam suatu tulisan? Kadang-kadang kita benar-benar ingin menumpahkan apa yang ada dalam pikiran. mengalirkannya dalam suatu rangkaian kata yang bermakna. Namun tak kuasa dirasakan ketika terlalu banyak malah menjadi beku. Otak seakan berkhianat dan mengaburkan berbagai ide itu, mencampur aduknya menjadi satu adonan yang akhirnya membingungkan. jari-jari tak bisa bergerak bebas mewakili pikiran kita. KIta seperti terhipnotis untuk tidak bisa berpikir.

Mungkin ini juga yang terjadi ketika kita mengerjakan tugas-tugas sekolah dulu. Skripsi misalnya, jika ditotal-total sebenarnya hanya menghabiskan hitungan minggu atau hari untuk menyelesaikan tulisannya. Namun nyatanya? Bisa-bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Bukan karena bodoh ataupun tidak mampu. tapi itulah. terlalu banyak yang ingin dituangkan namun tidak tertata rapi. pada akhirnya beleleran kemana-mana. Campur bawur, beraduk-aduk di dalam otak. Tidak bisa keluar dan ujung-ujungnya tidak tergarap dan malah membuat pusing. cara paling banyak ditempuh ya-- ditinggalkan. hingga akhirnya waktu tidak terasa telah termakan jauh di belakang. 

Pernah juga diajarkan bagaimana caranya membiasakan diri agar bisa keluar dari tekanan 'buntu menulis' dan agar bisa mengatasi deadline ketika kita dipaksa menulis padahal tidak mau menulis. Yap. dengan FREE WRITING. Menulis bebas. menulislah bebas selama 10 menit per hari. menulis apapun itu. apa yang ada di dalam pikiran dituangkan tanpa perlu diedit dulu. dengan cara ini kita bisa dengan bebas mengeluarkan apa yang tercetus dan muncul dalam pikiran tanpa perlu mengoreksinya. Hasilnya tentu saja bervariasi. bisa bagus, hancur, berantakan atau malah brilliant? tergantung kondisi mungkin ya? tidak tahulah. tapi memang kurasa menulis bebas itu banyak sekali manfaatnya. dan lebih sering aku terkesima dengan hasilnya. setelah 10 menit menulis kalap dan kubaca hasilnya. Sungguh! ternyata ketika kupaksa berpikir aku bisa juga produktif.

Dan tulisan ini adalah tulisan kalapku hari ini. Sungguh aku merasa banyak yang ingin kutulis, dari review buku, film, manga, ingin menceritakan kisah-kisahku, menceritakan foto-foto perjalananku, pemikiran-pemikiranku, tapi aku bingung dan buntu. suntuk. aku teringat tentang menulis kalap ini. dan kucoba saja menulis kalap hari ini. Sudah lama tidak melakukan ini. Dan akhirnya,...

Dong dong dong.. 10 menit sudah hampir berakhir. saatnya menyelesaikan tulisan ini. Ini tidak akan ku-edit. Biar saja. Biar tahu hasilnya orang kalap.


Net262
--------------------------------------------

(Karena tanpa edit, pastinya akan banyak kesalahan ketik dan grammar. hehehe)



Rasanya senang, ketika bersua dengan diri sendiri.
Sudah lama rindu sosok ini.
Aku yang dengan cerah tersenyum. Aku yang dengan semangat menari. Aku yang dengan lantang berteriak 'Hay!!!"

Ketika itu, aku ingin berada dalam buaian sebuah lautan putih biru yang terbentuk dari keinginan sejumlah angka delapan tertidur. Tak terhingga. 
Keabadian gairah untuk mengejar sesuatu yang banyak.
Satu persatu entah sekaligus.
Tergapai.

Aku percaya.
Bahwa tidak ada ingin yang tidak bisa tercapai, hanya saja
ingin itu kadang berubah.
Dinamika,
Perubahan,



Antara banyak pilihan dan kebingunganku untuk memilih

Aku ingin semua berjalan dengan baik, tapi kok semuanya malah semakin menyebalkan?
Benar-benar menyebalkan, bikin mual, sesak,...

Apapun yang terjadi, aku cuman ingin pengen merasa bahagia untuk apapun itu yang kujalani,..
Apa sih susahnya? Tinggal menarik ujung bibir dan tersenyum seraya bilang "Aku bahagia".
Halahhh,... Kemana-mana jadinya,..

Aku tuh jelas-jelas sudah terjebak di persimpangan yang entah berapa menawarkan pilihan jalan.
Saking banyaknya, hingga aku ga sadar telah lama termenung-menung, bingung, kagum dan berdeham :
"Woww... Betapa semua ini hidup yang dahsyat. Dan aku telah melewati sebagiannya....."
"Wonderful life has been coming to me,..."
He3
Sampai kapan aku bingung? Padahal aku tahu, aku harus terus berjalan. Terus melangkah dan bergerak.
Salah ataupun benar.



NET262

 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Img source: here
Tentang Manga
Judul     :  World's Masterpiece: Bersabdalah Zarathustra
               (Manga de Dokuha: Thus Spoke Zarathustra by Nietzsche)
Cerita    : Nietzsche
Artist     : Variety Art Works (Japan)
Bahasa  : Indonesia (Penterjemah: Isao Arief)
Halaman : 190
Penerbit : PT. Elex Media Computindo 2010



"Tuhan sudah mati". Kalimat itu  menjadi pembuka bagi manga yang mengangkat cerita Zarathustra karya penulis fenomenal Nietzsche. Sontak saja dan sudah bisa dipastikan bahwa membaca manga ini diperlukan lebih 'mikir'. Kisah yang memang sudah menjadi masterpiece dunia ini dicoba diangkat dalam bentuk manga (komik) mungkin agar lebih mudah dibaca dan dipahami oleh pembacanya. Tapi, menurut pandangan saya tetap saja manga ini sulit dipahami, rasanya 'berat' dan butuh 'mikir'. Cerita ini tidak disarankan untuk anak-anak ataupun remaja labil, jika tidak ingin kepalanya pusing. Namun jika anda suka dengan kisah-kisah yang mistik dan unik, maka manga ini cocok untuk anda. Cobalah berkenalan dengan Friedrich Nietzsche sang pemikir fenomenal dari Jerman.

Berlatar pada abad 19 di Eropa ketika revolusi industri mencapai masa kegemilangannya, manusia seakan-akan telah berhasil menguasai alam dan menggeser kepercayaan-kepercayaan akan kekuasaan Tuhan. Kisah bermula ketika seorang pendeta beserta istrinya berjalan di suatu malam yang dingin dan menemukan seorang bayi dalam keranjang. Tidak ada petunjuk apapun tentang siapa asal-usul bayi itu kecuali sepucuk surat bertuliskan 'Zarathustra' yang kemudian menjadi nama bayi itu. Lalu kisah pun berlanjut.


Zarathustra dibesarkan dan diangkat anak oleh pasangan pendeta. Dia tumbuh bersama dengan anak kandung pendeta bernama Alex. Sejak dari kecil Zarathustra adalah anak yang nakal dan kritis, dia banyak mempertanyakan segala hal termasuk tentang eksistensi Tuhan. Hingga kemudia Zarathustra bertemu dengan seorang perempuan misterius bernama Salome yang kemudian mengantarnya pada jalan hidup yang sulit ditebak dan benar-benar mencengangkan. Perginya Zarathustra dari rumah untuk mencari makna kehidupan, dualisme kepribadian Alex yang mengerikan, dan keyakinan pendeta akan Tuhan yang sungguh memilukan, semua itu menjadi warna ajaib dalam kisah ini. Segala hal yang terjadi sungguh tak terduga dan akhir dari kisah pun menyisakan banyak pertanyaan yang mengusik pikiran. 

Satu pertanyaan saya adalah "Apa itu Reinkarnasi Abadi?".  Mungkin ada yang bisa membantu?

Saya rasa, sang mangaka (penggambar ceritanya) cukup bisa menggelitik saya untuk membaca kisah ini sampai selesai dan membuat saya menulis review ini. Tapi sayangnya mungkin kisah ini terlalu sederhana dibandingkan yang aslinya. Saya belum pernah sebelumnya membaca kisah Zarathustra ini jadi rasanya dalam manga ini terlalu cepat alur kisahnya. Deskripsi latar tidak detail padahal itu adalah poin penting dari munculnya kisah ini. Kepercayaan "Tuhan sudah mati" juga adalah hasil dari kondisi latar jaman itu, namun tidak tergambar jelas bagaimana kondisi jaman itu. Rasanya ada yang kurang.

Kalau untuk gambar (art) nya saya rasa lumayan meskipun karakter yang muncul rasanya kurang kuat. Terutama untuk karakter Salome, saya rasa porsi dia sesungguhnya sangat penting di kisah ini namun tidak begitu adanya di manga ini. Sebaliknya, justru karakter Alex cukup kuat di sini. Dualisme kepribadian dan kebimbangan hatinya bisa saya rasakan. Zarathustra sebagai karakter utama malah tergambar dengan sederhana, kurang 'greget' rasanya.

Tapi overall manga ini menjadi jembatan bagi orang-orang untuk berkenalan dengan salah satu karya masterpiece dunia dari seorang pemikir besar yang dimiliki dunia: Nietzsche.

Friedrich Nietzsche
img source: here
 Net262
 -------------------------------------------------------------------------------------------------
  


Apa hal pertama yang timbul di pikiran kita ketika mendengar mengenai masyarakat adat?

Ehm,... kalau saya dan mungkin juga anda,... Yup! pakaian adat. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kata adat sendiri identik dengan kostum warna warni dengan berbagai pernak-perniknya yang mempesona mata. Tentu masih ingat kan dengan acara opening Miss World 2013 di Bali? Melihat ratusan bule-bule cantik memperagakan pakaian adat dari seluruh nusantara. Sungguh memanjakan mata. Dan memang itulah, pakaian adat menjadi salah satu daya tarik 'adat' bagi orang-orang awam termasuk saya. 

Kontestan Miss World 2013
Img source:here

Tentu saja 'adat' sendiri sangat luas maknanya jika hanya dibandingkan dari sekedar 'kostum'. Namun kali ini saya ingin khusus menulis salah satu pakaian adat dari salah satu komunitas adat di bumi pertiwi ini yaitu Masyarakat Adat Tampo Bada. Sungguh beruntung saya bisa berkesempatan ke sana. 



Pakaian adat Tampo Bada (Pak Taula &istri)
Masyarakat Adat Tampo Bada (MATB) adalah sebutan untuk komunitas masyarakat adat yang menempati suatu lembah bernama Lembah Bada. Lembah Bada secara administratif mencakup 14 desa di dua kecamatan yaitu Lore Barat dan Lore Selatan di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Pakaian adat yang dimiliki MATB terbuat dari kulit kayu yang dibuat secara khusus melalui tahap-tahap yang saya rasa panjang dan rumit. Tidak banyak orang yang bisa membuatnya sehingga harga dari pakaian ini juga mahal. Pemakaiannya juga tidak sembarangan. Motif-motif tertentu dipakai oleh orang-orang tertentu saja dan pada waktu-waktu tertentu saja. 

Berikut ini adalah gambaran proses pembuatan pakaian adat Bada dari kulit kayu beserta salah satu motifnya. Sebenarnya ada beberapa motif pakaian yang lain namun saya tidak sempat mendokumentasikannya. Nara sumber saya bernama Bapak Taula, seorang pembuat pakaian adat Tampo Bada yang tinggal di Desa Pada, Lore Selatan. 


Proses Pembuatan pakaian adat Bada dari kulit kayu:

1.        Survey lokasi pohon yang akan dijadikan bahan. Karena pohon yang digunakan hanya pohon-pohon khusus (sepertinya dari keluarga beringin) yang ada di sekitar hutan maka survey pohon perlu dilakukan untuk mengetahui lokasinya sebelum dikupas kulitnya. Terdapat beberapa pohon yang dapat digunakan untuk bahan yang akan menghasilkan serat berwarna merah dan putih.

2.   Pengupasan kulit kayu dilakukan pada waktu tertentu yaitu selama satu minggu ketika bulan penuh/purnama (hari puncak purnama dan 3 hari sebelum dan sesudahnya, total 7 hari/1 minggu).  Di luar waktu yang ditentukan, kulit kayu sulit dikupas. 

3.       Setelah dikupas, serat kulit kayu diambil dan dikumpulkan.

4.    Kulit kayu dilipat-lipat untuk kemudian direbus dalam air sampai serat lembek, kurang lebih 1 jam. Digunakan belanga dari tanah untuk wadah merebus. Panas yang dialirkan dalam belanga tanah lebih merata dibanding wadah lain.

5.     Serat kemudian ditiriskan dan dibungkus dengan daun pembungkus. Biasanya digunakan daun pisang atau daun ‘lewunu’ yaitu sejenis daun pembungkus yang biasanya tumbuh di tepi sungai.

6.     Bungkusan serat dalam daun disimpan selam 4-5 hari.

7.   Setelah itu serat dibuka dari bungkus daun. Kemudian serat dipukul-pukul dengan alat pemukul untuk memipihkan serat. Serat yang awalnya menggumpal dan tebal akan menjadi pipih dan lebar. Pemukulan dilakukan dengan alat pukul khusus dan dilakukan bertahap. Alat pukul meliputi alat kayu yang terbuat dari batang pohon enau (dalam istilah lokal disebut pohon miras), dan beberapa batu berbentuk kotak kecil. Untuk dapat dipukulkan, kotak-kotak batu dijepit dengan rotan. Alat-alat pukul tersebut memiliki pola garis-garis yang akan membentuk pola kain serat.
Alat pukul dan batu pemberat 
7.    Setelah membentuk kain yang lebar, maka pembuatan pola dapat dilakukan. Penggambaran pola pakaian disesuaikan dengan kebutuhan, apakah akan dibuat baju, celana, rok, atau lain-lain.
Kain yang siap dibuat pola, digambar dan diwarnai
8.      Kemudian pola dipotong dan dijahit dengan benang.

9.     Setelah itu, motif digambar di atas permukaan kain. Digunakan tinta khusus yang terbuat dari tanaman. Tinta yang sering digunakan umumnya berwarna putih, merah, dan hitam. Motif dari pakaian adat bada memiliki arti dan makna sehingga tidak boleh sembarangan dilukiskan. Motif-motif tertentu hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu saja, misalnya ada motif khusus yang hanya boleh dipakai oleh kaum bangsawan.

Baju yang sudah dilukis siap untuk diwarnai

10.    Setelah selesai, baju kemudian dipres/ ditekan dengan beban seberat kurang lebih 7 kg selama beberapa waktu sampai baju lebih halus.
11.     Baju sudah siap digunakan. 

Motif Pakaian Adat 

Motif pakaian adat MATB memiliki berbagai makna dalam simbol-simbol yang tergambar di dalamnya. Berikut ini saya hanya akan menunjukkan salah satu motif rok perempuan. 


Arti Motif:

1.   Garis putih adalah garis pengikat yang diletakkan di antara gambar-gambar yang lain, bermakna ikatan kesatuan adat budaya di Tampo Bada, bahwa semua hal harus diikat dengan adat.
2.   Daun beringin berarti tempat berlindung, pengayom. Sebagai pemimpin harus bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat. Motif ini hanya boleh dipakai oleh perempuan bangsawan/ pemimpin.
3.   Jantung kerbau berarti adalah kekuasaan yang memberi manfaat. Kerbau di masyarakat adat Bada digunakan hampir untuk setiap kegiatan dan upacara adat.
4.  Mata burung hantu adalah perlambang kekuatan magis dan isyarat. Burung hantu dipercaya sebagai pemberi isyarat adanya sesuatu hal yang terjadi.
5.     Tanduk kerbau melambangkan kekuatan.
6.     Daun bambu melambangkan cerita rakyat tentang istri Manuru yang dipercaya sebagai orang yang mengajarkan pembuatan pakain kulit kayu. Istri Manuru diceritakan adalah dewi yang keluar dari bambu kuning.

Catatan: Motif ini hanya boleh dipakai oleh perempuan bangsawan/ pemimpin.

Ya, seperti itulah kira-kira pakaian adat di Tampo Bada. Saya sendiri beruntung bisa mencobanya. :)  . Selain dari kulit kayu, saat ini beberapa pakaian adat sudah dibuat dari bahan kain yang lebih mudah dijumpai dan dipakai. Namun khusus untuk acara-acara adat tertentu, misalnya pakaian pengantin, pakaian asli dari kulit kayu tetap wajib untuk dipakai. Foto di bawah ini adalah foto perkawinan adat Tampo Bada. Hanya sepasang pengantin saja yang memakai pakaian adat dari kulit kayu, sedangkan yang lainnya memakai pakaian dari bahan lain misalnya kain dan beludru. 


Upacara perkawinan adat MATB


Kiri: aku dan pengantin perempuan Bada. Kanan: aku dalam kostum adat (rok kulit kayu, baju kain)

Saya berharap suatu saat nanti akan ada kesempatan lagi untuk bisa mendokumentasikan pakaian adat ini secara lengkap dan tentu saja pakaian-pakaian adat nusantara lain yang sungguh membuat saya terpesona. Wish me Luck....


Special thank to AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) yang memberikan kesempatan jalan-jalan ini :D.


Net262

---------------------------------------------
-My Opinion-
"Memang pakaian bukan segalanya, tapi percaya atau tidak pakaian menjadikanmu berperilaku seperti karakter pakaian itu. Karna itulah, pilih pakaian yang terbaik dan paling nyaman buatmu. Dan nikmatilah menjadi diri sendiri. "