I am a fangirl. Then, there's nothing happier than meeting your idol. And tonight will be a happy night. It's very special for me because I'll meet one of my precious idols since my tenage years. I'll meet Shane Filan in few hours.

As the lead singer of Westlife, I have known him since Westlife's first album and his voice caught in my memory. I know not only  all of Westlife's songs but also most of his solo songs. I grew up together with his voice. If I remember now, he gave me so much youthful happiness and so many beautiful youth memories. 

I am so excited and really grateful for this wonderful chance in my life. Let's see what crazy happiness may happen tonight. 

Really big thanks to my self for giving me special gift, the best birthday this year. Going older can never be this fun! 



Bagaimana bisa seseorang menjadi sangat berarti bagi orang lainnya? Apakah ada benar satu jiwa yang melengkapi jiwa lainnya? Apakah ada benar seseorang yang menjadi cahaya ataupun gelap bagi hidup jiwa lainnya? Apakah benar-benar ada semua yang disebutkan sosok dalam jutaan puisi cinta? Apakah ada semua itu? Ilusi yang dimainkan oleh alam dan pengaturnya.  

Apakah aku juga menjadi korban dari ilusi dunia yang seolah menghilangkan eksistensiku yang 'sendiri'? Tak terbayangkan hidup sendiri tanpa jiwa yang lainnya. Rasanya sedih dan hilang dari kehidupan dan realita. Hidup seakan acak dan buram meski nyata dan fakta di depan mata. Semua terbutakan oleh ilusi itu. Hingga kadang sakitpun menjadi bebal karena obat bius ilusi yang sering disebut cinta itu. Apakah aku terkena? 

Meskipun, tak sedikit, tak tahu banyak pula, bahwa ada banyak hal lain yang bisa kita lakukan, bisa kita lihat dimana saja, kapan saja di dunia. Apakah eksistensi cinta itu menjadi lebih penting dari hal lainnya. Apakah ada perbedaan dimensi dari cinta? Bisakah kita menafikan rasa ilusi itu dan mentertawakannya di kemudian hari? Bisakah sepenuhnya lepas? Dan apakah ada sesal ketika kita mengikutinya ataupun menyangkalnya?  

Banyak pertanyaan yang hanya akan terjawab dengan pertanyaan. Kadang akupun menganggap kehadiran satu orang itu menjadi antara maha penting hingga kadang terlupakan. Apakah dia menjadi lebih penting dari kehidupan kemanusiaan lainnya? Akupun bingung. Hingga kadang aku salah menempatkan kata tidak sesuai dengan maknanya. Mungkin ini pula ilusi yang dimainkan cinta. Tatanan bahasa yang salah menjadi termaafkan atas nama sebuah puisi cinta, atas nama keindahan yang kadang hanya semu dan maya. 

(Curhatan siang sembari mendengar Aline bernyanyi sendu lagu lama Slank, Anyer 10 Maret. Uwahhhh..., sepertinya aku jatuh cinta.) 





Highly recomended if you like pretty boys, historical story, and adventure! 8.5/10 from me!

Oke, kali ini aku akan menulis sedikit review tentang Nobunaga Concerto (2014).Sudah pasti pada tahu kan ya. Dorama yang bercerita petualangan Saburo di jaman Sengoku dan menjadi Oda Nobunaga, satu tokoh paling penting di sejarah Jepang. Ceritanya yang pasti seru. Yang sudah baca manganya pasti ngerti kan betapa populernya cerita Nobunaga Concerto ini. Aku belum baca sih tapi aku cukup menikmati menonton dorama ini. Okey, mari sedikit bahas. Kenapa harus nonton dorama ini. 

1. Pemeran utamanya Oguri Shun. Cukup sudah sebagai penggemar dorama, nama Oguri Shun adalah jaminan untuk menontonnya. Sejak tenar sebagai Hanazawa Rui di Hanna Yori Dango, Oguri Shun semakin bersinar karir aktingnya di dorama. Dan, Nobunaga Concerto adalah salah satu dorama doi yang wajib ditonton. MSyeskipun, untuk menjadikan Oguri Shun memerankan anak SMA kok maksa banget ya. Secara doi udah om-om 30an. Aku tetap tidak bisa membayangkan Saburo itu masih anak belasan tahun. 

Oguri Shun as high school student Saburo

2. Ceritanya seru. Cerita time-slip menurutku nggak pernah basi untuk diangkat. Ya mungkin karena mesin waktu saat ini masih belum ada. Cerita yang diangkat dari manga karya --- ini bercerita tentang Saburo, anak SMA yang tiba-tiba terjebak di jaman Sengoku atau jaman perangnya Jepang sekitar pertengahan abad... Saburo kemudian bertemu orang yang berwajah dan bersuara mirip dengannya yang ternyata adalah Oda Nobunaga. Apakah di sini ada yang tidak tahu siapa Oda Nobunaga? Hehehe.. 

Saburo dan Nobunaga pun akhirnya bertukar tempat dan petualangan Saburo pun dimulai. Perseturuan kakak beradik Nobunaga-Nobuyuki yang diakhiri dengan Seppuku Nobuyuki, berbagai peperangan antar klan, hingga ambisi penyatuan Jepang. Muncul kemudian tokoh penting yaitu Denjiro yang punya dendam kesumat dengan Oda Nobunaga yang asli dan kembalinya Oda Nobunaga sebagai Akechi Mitsuhide. Bagi para penggemar cerita sejarah Jepang pasti tahu lah siapa mereka itu. Seru banget! 

Dalam 11 episode, Nobunaga Concerto mencoba meringkas sejarah Oda Nobunaga sejak jaman abg-nya hingga menjelang insiden di kuil Honnoji yang terkenal itu. Selama 20 tahun lebih sejarah Oda Nobunaga dirangkum secara cerdas di dorama ini. Jika ada yang agak mengganjal mungkin adalah penampakan para tokoh-tokohnya. Masa iya, dalam rentang waktu puluhan tahun wajah Saburo dkk nggak berubah sama sekali, gayanya masih sama dan gitu-gitu aja. Hahaha.. Sejak Oichi (adek Nobunaga) masih gadis sampai punya 3 anak perempuan masa masih sama banget tampilannya. Aneh banget kan. Nah, karena itu juga aku tidak merasakan ada rentang waktu yang lama antar kejadian, seperti hanya kejadian dalam beberapa tahun saja begitu. 

Oiya, yang menarik dari kisah Saburo vs Oda Nobunaga ini mencoba mengetengahi kisah sifat Nobunaga yang katanya bertolak belakang. Ada yang bilang dia kejam minta ampun tapi ada pula yang mengetengahkan Oda Nobunaga sangat baik hati. Nah, sang mangaka sepertinya punya solusi jitu, yaitu ternyata memang ada dua orang yang berbeda. Hehehe.. 

3. Banyak ikemen yang bikin mabok kepayang. Hahaha.. Sebut siapa? Ada si cute Mukai Osamu, Yamada Takayuki yang cool, om Fujiki Naohito, Fujigaya Taisuke, Takahashi Issei, Yuya Yagira meskipun hanya 1 episode. Dan, ada satu lagi yang mencuri perhatianku saat ini meskipun di dorama ini hanya nongol beberapa detik. Siapa? Yup, Mamiya Shotaro. OMG, I love him so much. Sepanjang menonton dorama ini, mata benar-benar seger banget. Nggak cuman cakep, mereka juga keren aktingnya. 

Mamiya Shotaro as Tatsuoki Saito

4. Good cast, good act! Kalau menurutku sih, para ikemen tadi gak cuman jual tampang lah tapi aktingnya juga cukup baik. Catatan khusus untuk Yamada Takayuki yang bisaan banget jadi jahat tapi tetep keren. Meskipun minta ampun jahatnya tapi mata tak bisa berpaling dan seringainya itu lho. Yang berkesan juga adalah Takahashi Issei yang cool banget meranin Azai Nagamasa. Merinding banget pas adegan terakhir dia seppuku. Nangis sumpah, melihat dia harus memilih pilihan yang sangat berat. Pilihan apa itu? Nonton sendiri ya. Yang masih kagok akting menurutku si cantik Fujigaya Taisuke. Ha, masih muda.. Shibasaki Kou tak lupa, keren. Maklum sudah senior. :)

5. Cliffhanger ending. Endingnya klimaks dan bikin greget. Sampai sekarang aku masih nungguin filmnya rilis edisi dvd. Penasaran sumpah apa yang akan terjadi di kuil Honnoji. Ya, dorama ini akan bersambung di movie-nya. Jadi, siap-siap disajikan akhir paling menggantung yang bikin super penasaran. 

Jadi, bagi kamu pecinta dorama yang mungkin belum sempat nontoh dorama ini, kamu harus nonton! Atau kalau sudah pernah nonton, bolehkah kita bertukar kesan tentang Nobunaga Concerto ini. Silakan tinggalkan kesan pasti akan direply. Hehehe..

Secara personal aku kasih skor 8.5/10. Highly recomended!

---------


Title  : Nobunaga Concerto/ Nobunaga Kyousoukyoku
Genre : Jidaigeki, youth
Episode: 11
Broadcast period: Oct - Dec 2014
Theme song: Ashioto- be strong by Mr. Children


CAST


More : asianwiki
Main juga ya ke blogku yang khusus untuk dorama di sini.


Tobat cah, wes ongko 3 iki umurmu. :P

Tak pikir-pikir aku durung tau nulis tentang 2.3. Padahal, ora maido 2.3 wes tau dadi hal penting banget pas aku isih abege, dadi cah sekolahan, cah seragaman jaman naliko semono. Horok! Kok tibo-tibo aku rumongso tuwo. Hahaha. Oke, mumpung ono bahan lan ono niatan, aku arep nulis sethithik nyangkut 2.3, ngepasi dino iki mau bar ketemu karo sebagian prokonco 2.3. Reuni halal bi halal critane. 

Wes tho, pokoke acara dino iki seru lah. Sik, tak rangkum pembukaane. Jarene kumpul jam 1 neng alun-alun, cedhak starstrek opo emboh jenenge wareng bestik neng poncot komplek Pemda Boyolali sing anyar. Jebul wes jam 11 dikandani yen warunge bukake jam 3. Arep ganti lokasi yo repot wong podho sing bingung golek panggonan, arep ganti wektu nanggung temen. "Sing penting ngumpul kene sik ngarep Startrek.", jarene Lek Harowi sing dadi relawan dadakan panitia gegoro teko paling risik. Aku tekan jam 1 kurang 5, ketemu Lek Har wes nunggu kono karo anak lanange- Okta jenenge. Yes! On time. Yoi gaes, aku paling seneng yen iso on time. Kesuwen nunggu akhire nggolek warung cedhak alun-alun. Luwe aku durung madang ket isuk. Golek-golek panggon ketemu warung Soto Lamongan kidul mejid agung. Bar mangan semangkok soto, mbak Nia Supit teko karo bojo, anake 'Asya' lan adine 'Dani'. Pirang suwe trus Gogon teko karo nyonyahe 'Risma', trus nyusul SW lan Majid. Yoiii rame.. Neng po iyok o ngumpul neng warung soto. Akhire pindah lokasi neng warung Opallet mburi SMP2 sing kebetulan junior Persada 'Ozy Fauzy' kerjo ngkono. Akhire, lokasi ne dadi kene. Nyusul ndanganu Agung, DS, Fifi. Wes pokoke gayeng (Rodo lebay thithik ben podho ngiri)... 

Aku mau ra sempat lho cah, ngomong kesan dan pesan nggo poro konco. Hehehe.. Gagal fokus gegoro sambutane Paklik sing mantap jaya! Aminnn.. Wes, tak tulis kene ae yo. 

Selfie sik neng Soto Lamongan dul mejid agung

Mas Gogon, sang panitia abadi, EO paling kece sejagad 2.3, suwun yo Mas Gogon wes ngebosi paling gedhe. Hahahaha.. Tak sebut jenengmu paling sepisan iki soale dadi sponsor utama.  Sekalian syukuran yo Gon, kan manten anyar. Gogon pinter banget ki lho golek bojo, ayu rek. Gon, pokoke yen kelingan Gogon ki mesti kelingan karo bola-bolone sing malah dino iki ra iso melu, Soleh (sing jarene sibuk usaha manuk) karo Dani Cenil (Pak polisi sing jarene nglatih Gajah Lampung). Kelingan ora kowe podho senenge ngece aku "urung odas, urung adus!" gegoro tampilan kucelku. Hehehe. Saking anyele ben ora diwodo urung adus, aku yen mangkat sekolah tak telesi rambutku ben katon bar adus. Hahaha. Padahal yo ra ngefek, tetep ae. Trio paling bersejarah lah Gogon, Soleh, Cenil iki. Yen mengko podho ngumpul wong telu lan ono aku, jal saiki wani ora nggawei aku?! Ahahaha.. 

Lek Harowi. Oalah Lek, sepuro yo aku ki ora tahu updet critomu. Iki urung suwe aku lagi weruh tentang perjuanganmu nglawan penyakitmu. Pokoke sing penting sehat terus Lek. Lek Har ket mbiyen koyone yo ora malih, carane ngomong ki lho, sesuatu banget. Wes ngono saiki lek Har semangate menggebu-gebu banget. Sukses lho Lek nggo kabeh-kabeh rencanane. Aku melu ndonga muga-muga Lek Har cepet iso menyang Jakarta ben iso ndelok Monas! Yen ono kesempatan sopo ngerti iso ndelok festival 'n*de' nyang Amrik kono sing tak crito mau lho. Koyone kan Lek Har tertarik. Hihihi.. 

Poto sik cah

Supit, mboh kapan yo ora tahu pethuk Supit tapi Supit ora patek malih sik. Yoi Supit, awet nom (koyo SW sing ora malih babar blas!). Supit wes duwe anak lho, jenenge Asya. Ndek mau anake ngrebut hpne anake Lek Har ngasi nangis. Haha.. Cilik-cilik, meneng-meneng tapi usil. Tiru sopo yo? Sukses yo Nia. Kelingan Supit dadi kelingan Yekti. Sopo iki sing reti kabare Yekti? Mbok diupdet yo. Ice Juice Marice DS, oalah  DS iki piye kabare yooo, aku jan pangling temen. Saiki bulett banget. :) Ice ki sepaket karo mbak Wi'. Neng ndi saiki mbak Wi'? 

Fifi, piye iki kabare lima sekawan? Kelingan ora mbiyen mejone awak dhewe cedhak terus, aku-kris lan fifi-tw. Goro-goro kuwi dadi kerep nggosip. Plus ditambah Santi. Pas neng mBali kae lho awak dhewe sekamar. Hehehe. Fifi saiki yo tetep ora manglingi kecuali yo saiki luwih ceria. Secara, wes ono kakang mas-e, sing jebule konco SMPne Uun. Oalah, donya kok sempit temen. Sukses yo Fi. Kabar-kabar terus yo. 

Selfie sik karo mbak Nia lan Asya

SW, hehehe, iki tonggoku sedeso, ket SD wes kenal yo, kadang dolan bareng neng ndeso yo. SW, kowe kok awet men ora malih-malih? Bedone yo mung buntute wes akeh. Aku mau ora akeh sih nggosip karo SW dadi ra pati updet. Wes ngko ae lah yo disambung. Hahaha... Yen Majid yo mau rodo akeh ngobrol soale lungguhe pas ngarepku. Sing diomongno tapi yo ora adoh-adoh seko masa lalu sing marahi ngguyu. Opo Jid? Yoi, Shiro-chan. Kelingan ora kae neng Bali dho ngantri njuk poto karo kowe? Shiro-chan, yo aku barang kan fansmu. Ojik, ojo nesu yo, kowe mau yo dibahas thithik. Lha, nyambung sih. Haha.. 

Mas Tekad, kembaranku sing ora ono miripe babar blas. Mbok yen ulang tahun ki sekalian bareng. Wekekek.. Tekad tambah lemu cah. Atlet pingpong sing jarene saiki pindah dadi atlet futsal. Mas Tekad Asmoro Seto Cahyo Utomo Noto Boto Limo Mangku Segoro.. Jenengmu ki Kad, dowone ora ono sing ngalahi. Kad, ambokno awak dhewe lahire bareng kok kowe wis dhisiki ono gondelane! Aku mbok tinggal! :P Tapi tenang ae, Agung yo isih single hepi. Hahaha... Isih ono koncone aku. Woles yo Gung, sukses karo usahane. Mengko yen tongkrongane wes dadi kabar-kabar, sopo reti ngko yen ono acara iso dadi tuan rumahe. Amin. 

Mbak Uun sing direwangi nyetir seko Semarang-Salatiga (oiyo, Deni piye kae?), Mas Ojik sing lagi tekan pas wes podho bubar, suwun banget lho. Mengko kapan-kapan yen jodho lak yo pethuk. Kristianti, konco semeja sing paling keceh saiki lagi sibuk ngurusi dedek bayinya. Sehat selalu yo Kris, selamat menjadi Ibu. Mas Duta sing jarene lagi tepar neng Purwokerto, Mas Anang sing jarene arep mangkat yen mbak Ana mangkat trus dadine yo tetep ora mangkat (hahaha), Mas Jujuk sing jarene isih langsing, Mas Susi sing paling guanteng, mbak Endang nduts, moga-moga lain kali iso gabung yo. 

Cedhak e dho sms-an lho
Trus prokonco sing kok ora krungu kabare; Toyib kae piye kabare? Sih dadi marbot ora?; Umi karo Haryanti yoan kok ora tau krungu kabare?; opo maneh Paijo kae opo isih urip? Hahaha...; Dian Timtim sing jarene dadi dokter khewan?; Dian Papua sing sombong banget jarene rak tahu mbalesi komen fesbuk?; Pak dokter Arga; Kuncung sing jare dadi bapak; sopo maneh iki sing urung tak sebut? Sepuro yo yen ono sing keleler. 

Pokoke cah, aku yo rumongso kok yen saiki awak dhewe mesthi wes sibuk karo urusane dhewe-dhewe, seko ngurusi keluarga, ngoyak karir, sibuk usaha lan liyo-liyane. Aku yo ho o. Tapi, tetep yen ono wektu lan kesempatan aku bakal tak sempatke, soale 2.3 iki adalah 'kenangan istimewa' yen oleh nyilih kata-katane mbak Uun. Yo mesthi istimewa tak tergantikan. Akeh banget lah crito sing yen tak eling-eling mung marahi ngguyu. (Horok! Aku malah kelingan jaman aku nggambar sirah gundul ono tulisan ekonomi trus aku disetrap karo Pak Gimin guru ekonomi kae lho. Kowe dho kelingan ora? hahaha.. sumpah aku nulis karo ngakak!). Kapan maneh yen bar lebaran opo kapan ono wektu, paling ora ketemu lah yok, rak ketang mung ngopi segelas rong gelas, ngobrol ngalor ngidul ngelingi jaman semono, bagi-bagi crito pengalaman uripe dhewe, opo sekedar ngrungokne pidatone Lek Har kae. hehehe.. InsyaAllah ngasi tuwo awak dhewe isih isoh guyub koyo ngene. Wes semono ae aku sing nulis yo. Wes ngantuk aku. 

Mesthi mbengi iki aku kepenak turune, ngelingi jaman SMA sing paling berkesan bareng cah-cah 2.3 sing paling tak sayangi kuabehh!  Iki tak cuplikne lirik lagu sing aku seneng banget lan cocok nggambarke rasaku nggo kowe cah-cah 2.3. Yok nyanyi bareng! Forever young I wanna be forever young... la la la... ha ha ha... 

"It's so hard to get old without a cause
I don't want to perish like a fading horse
Youth's like diamonds in the sun, 
And diamonds are forever "

--Alphaville/ Forever Young--



-----

Galeri poto


Lek Har lagi pidato sambutan. Hehe

Gaya sik cah.

Poto sakdurunge Nia bali dhisik

Jarene mas Gogon ongko 10/ hahaha

Rupane podho ora jelas kabeh kakean gaya. :P


-------

Di bawah pinus (Tapos - Bogor)

Ada kalanya aku merasa sangat emosional secara spiritual, merasa dekat banget sama Tuhan dan segala misteri kehidupan. Bertanya-tanya melintasi dimensi dan menanyakan eksistensi. Siapa aku? Apa itu hidup? Apa itu keberadaan? Apa itu makna menjadi manusia, menjadi hidup di ruang dan waktu? Pertanyaan yang membawaku berkaca-kaca dalam keharuan mendalam. Sesuatu yang belum dan mungkin tak akan kupahami adalah sebuah keajaiban. Hidup ini yang tak akan pernah kupahami adalah keajaiban. Misterinya membuatku tumbuh dalam pertanyaan yang membuatku damai dalam gelisah pencarian. Tak terbatas apapun kecuali ketidak-tahuanku, aku mencintaiMu, dan aku akan selalu bertanya padaMu. 

"Hidup ini indah, bila aku selalu ada disisiMu setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas yang terakhir, dan kita pun bertemu." -(Hidup ini indah - Dewa)









Ketika aku rindu rumahku. Rindu masa-masa terindah saat mimpi dan nyata bersatu. Saat orang-orang tercinta masih disekelilingku, memelukku, mengusap  air  mata bocahku. Ayah, ibu dan saudara-saudaraku. Aku rindu. Dan, kini kembali aku jadi bocah ingusan yang kangen rumah. Meskipun aku sadar betul, tanpa ampun sang waktu mungkin telah mengubah rumah yang dulu pernah kukenal, atau hanya aku yang telah berubah. Satu yang pasti, aku pernah menjadi anak kecil yang bahagia, dikelilingi orang tercinta, dan melaluinya dengan sangat sempurna. Terimakasih semua.

Kulalui masa kecilku
masa bahagia yang t’lah terukir indah
dihatiku…
Satu masa t’lah kulewati
satu impian t’lah ku raih untukmu
ayah bundaku

Namun kasihmu bagai puisi
hangat senyumu menerangi jiwaku
selamanya…
Perjalananku bagai cerita yang tak mungkin
berakhir bahagia tanpa doamu

Tiada tempat yang paling indah
selain rumah kita
Tiada masa yang paling indah
selain bersama mereka yang tercinta

Bawalah aku kembali kemasa kecilku dulu
dan biarlah kukenang rasa itu
sebagai pelepas rinduku…


'Bawalah Aku Kembali' (Ihsan Tarore ft Dira Sugandi)





suatu senja di Tanjung Pendam



Semalam ngobrol sama teman super dekat, my best buddy. Katanya sih dia mau lebih kenal  diriku ini. Aih-aih  dek, aku bahkan kadang berpikir aku ini tak  terlalu kenal siapa aku ini.

Belum lama lah aku membuat simpulan sementara tentang aku ini, perempuan diberi nama sudiyah yang jujur lebih nyaman dipanggil Nonette, yang ternyata aku ini orangnya Caper banget. Caper- cari perhatian, iya benar cari perhatian. Aku belum lama ini mikir-mikir, "Kenapa aku begini, kenapa aku begitu? 'Ada Apa Dengan Aku?'. Kayaknya nggak kenapa-kenapa sih, tapi kenapa ada kenapa? Halah, malah bermain  kata. 

Ada bebarapa kisah masa laluku yang membuatku mikir aku ini orang caper, aku bagilah sedikit di sini.

1. Waktu SD, aku ngebet pengen jadi ketua kelas. Wih, jarang-jarang ada ketua kelas anak perempuan. Dan, di kelas 6 aku berhasil jadi ketua kelas, yang selalu mimpin baris masuk kelas atau mimpin berdoa sebelum mulai pelajaran. 'Siap grak! Berdoa mulai!'. Mission complete!

2. Waktu SMP kelas 2 aku pernah (tidak menyangka juga) jadi Juara Umum ke-3 dari 8 kelas (A-F). Artinya nilaiku tertinggi ke-3 dari seluruh kelas 2. Namaku dipanggil lho pas pengumuman setelah upacara, dikasih hadiah dari Kepala Sekolah. Wih, tepuk tangan meriah dari seluruh sekolah. Cukupkah? Ternyata enggak juga! Setelah berjaya di juara umum dadakan, aku banting nilai jadi entah bontot ke-berapa gitu. Hahaha.. "Kamu kenapa?", tanya guru dan teman-teman. Mission complete!

3. Nah, masuk SMA nih. Ospek dimulai. Kepikiran gimana caranya biar gampang dikenal orang. Ha! Bikin ulah. Akhirnya Ospek  hari pertama aku sengaja telat 1 jam. Dan, berhasil jaya. Aku kena hukum gila-gilaan,  dijadikan contoh  tidak baik. (Bodo amat, yang penting  sudah terkenal sekarang. :P. Kakak kelas yang ganteng-ganteng pun pada heran dan kepo, siapa gerangan adek nakal ini? hehehe)

Biar cepet terkenal lagi gampang caranya,  masuk ekskul yang populer! Aku nembak 3: OSIS, Paskibra dan Sispala.  Sayang OSIS aku gak keterima, bandel kali ya. Kenapa Paskib? Karena terkesan elit. Kenapa Sispala? Karena terkesan liar dan sedikit urakan. Berbalik arah kan? Yah, dan itu justru menyenangkan. Short cut!

4. Masuk kuliah. Masih ingin caper? Kayaknya iya. Skip lah yang ini. Rahasia dapur.

Yah, gitu deh. Aku tuh kayaknya emang gak suka dengan yang monoton. Kalau semua berwarna putih, aku pengennya jadi hitam. Biar kelihatan cuy. Segitunya amat ya jadi orang. Tapi sadar nggak sadar,itu memang begitu, dan terjadi sudah. 

Resiko? Jujur, tak terlalu kupedulikan. Kayaknya aku ini  lebih tertarik ke konsep 'caper'nya itu, tak peduli gimana caranya. Makanya, butuh teman yang rada waras yang bisa bilang 'stop' ketika aku sudah mulai melewati batas. Butuh manager-lah. Hehehe. Ada yang bersedia? Joking!

Ibaratnya aku itu Gon yang butuh didampingi Killua. Yoi, HxH mania. Hei Killua, kamu dimana? :P





Title: 下町ロケット/ Shitamachi Rocket/ Downtown Rocket
Genre: Drama, Corporate
Episodes: 10
Broadcast period: October - December 2015

CAST

Abe Hiroshi as Tsukuda Kohei
Tsuchiya Tao as Tsukuda Rina, Kohei's daughter
Tatekawa Danshun  as Tonomura Naohiro
Yasuda Ken as Yamazaki Mitsuhiko
Yamazaki Ikusaburo as Mano Kensuke
Baisho Mitsuko as Tsukuda Kazue, Kohei's mother
Kikkawa Koji as Zaizen Michio
etc...


Oke, setelah beberapa lama sejak terakhir aku membuat review dorama, kali ini aku akan sedikit mereview salah satu dorama terbaik tahun 2015 kemarin yaitu Shitamachi Rocket. Dorama yang juga menyabet penghargaan sebagai drama terbaik di Television DramaAcademy Award ke 87 ni membawa nama Hiroshi Abe yang sudah tak diragukan kemampuannya dalam berakting. Dan yang menjadikan dorama ini berkesan bagiku secara pribadi adalah kekuatan optimisnya, kepercayaan akan sebuah mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan, setinggi apapun mimpi itu. Yoi, Shitamachi Rocket adalah kisah penuh semangat dan inspirasi menggapai impian, setinggi rocket terbang di angkasa luas, mimpi  pun tak terbatas. Jadi, jika kamu belum pernah nonton Shitamachi Rocket maka kamu harus nonton. Review ini berisi spoiler, jadi kalau kamu belum nonton silakan nonton dulu baru baca review selanjutnya ya, dan kita bisa diskusi bareng. Hehehe.

Baiklah, mari kita mulai!


Cerita

Shitamachi Rocket adalah cerita adaptasi dari novel  karya Jun Ikeido dengan judul yang sama yang juga memenangkan 145th Naoki Prize di tahun 2011. Shitamachi Rocket, seperti judulnya adalah cerita tentang Tsukuda Kohei seorang ilmuwan yang kemudian berubah haluan menjadi direktur perusahaan kecil berkaryawan 200 orang yaitu Tsukuda Manufacturing yang diwarisi dari ayahnya. Di perusahaan kecil ini Tsukuda tetap mempunyai mimpi besar yaitu menerbangkan roket ke luar angkasa dan dia berhasil. Cerita yang luar biasa kan! Dorama ini juga dibagi dalam 2 arc/ bagian yaitu bagian roket dan medis. Bagaimana ceritanya sebuah perusahaan kecil dengan mimpi besar akhirnya bisa menjadi perusahaan yang sangat diperhitungkan kemampuan teknologinya di Jepang, bahkan menjadi perusahaan yang menjadi bagian penting dari misi luar angkasa terbesar di Jepang? Sumpah keren! Dan, menurut aku dorama ini cukup baik menyampaikan isi ceritanya.

The Shitamachi Rocket!



Plot

Kisah ini berawal dari kegagalan peluncuran roket Seiren yang direncanakan akan menjadi roket pertama Jepang. Tsukuda Kohei adalah ilmuwan berbakat yang mengembangkan sistem roket Seiren akhirnya mengundurkan diri dari JAXS tempat bekerjanya sebagai bentuk pertanggung-jawabannya. Dia memutuskan untuk mengambil alih perusahaan keluarga sepeninggal ayahnya, yaitu sebuah perusahaan kecil Tsukuda Manufacturing (Mfg) yang bergerak di bidang manufaktur. Meskipun perusahaan kecil, Tsukuda Mfg memiliki produk-produk unggulan berteknologi tinggi dan paten.  Skill tenaga kerja dan riset di Tsukuda menjadi senjata utama perusahaan ini, selain tentu saja kepemimpinan Tsukuda yang sangat kharismatis.

Tsukuda Kohei masih menjadi peneliti JAXS

Masalah pertamapun muncul yaitu tuntutan pelanggaran paten dari perusahaan besar Nakashima atas mesin bernama Stella yang dianggap mirip dengan salah satu mesin milik Nakashima. Tuntutan hukum tersebut memperburuk  keadaan perusahaan yang memang sedang dalam kondisi kesulitan keuangan karena besarnya dana riset perusahaan. Bantuan pinjaman modal dari Bank pendukung pun ditolak. Pengacara yang menangani kasuspun payah di pengadilan.  Dililit oleh masalah berat ini, Tsukuda bertemu dengan pengacara handal Kamiya Shuichi dari mantan istrinya (Izumi Saya) yang juga pegawai di JAXS. Seperti keajaiban, Tsukuda memenangkan kasus ini dengan uang ganti rugi yang cukup besar! Ya, memang kita harus selalu percaya bahwa sesulit apapun masalah pasti ada jalan keluarnya dan jalan itu kadang-kadang lebih indah dari yang bisa kita bayangkan.  

Di lain pihak, perusahaan raksasa Teikoku Heavy  Industries memiliki misi ambisius untuk menerbangkan roket domestik yang seluruh bagiannya diproduksi di satu atap. Dalam 1 tahun, tim roket Teikoku yang dipimpin oleh Zaizen Michio harus bisa membuat roket pertama Jepang terbang di luar angkasa. Berkali penelitian dilakukan dan berkali pula masalah muncul di proses pembakaran awal yang disebabkan oleh bagian valve. Setelah kesekian kalinya, Keji Tomiyama, peneliti utama Teikoku menemukan solusi untuk sistem valve itu. Namun, yang menjadi kejutan adalah ketika mendaftar paten untuk sistem valve itu, Teikoku ditolak karena sudah ada paten serupa sebelumnya. Siapakah yang memiliki paten untuk komponen terpenting dalam roket itu? Ya, dia adalah Tsukuda! Perusahaan kecil itu telah memiliki teknologi tinggi yang bahkan baru dimiliki oleh perusahaan raksasa Teikoku. Di sinilah dimulai drama tentang roket dimulai.

Tsukuda Mfg 


Teikoku Heavy Industries, perusahaan rakasasa dan project roketnya.

Mimpi Tsukuda untuk bisa menerbangkan roket sendiri tidak pernah hilang. Mengetahui bahwa alat temuannya adalah komponen penting dari sebuah roket, Tsukuda memberanikan diri untuk mengajukan perusahaannya sebagai pemasok valve untuk roket Teikoku. Tentu ini hal tidak mudah dan penuh dengan liku-liku. Tapi, dengan skill tinggi dan kualitas produk yang prima serta semangat membara seluruh anggota perusahaan Tsukuda, akhirnya Teikoku menyetujui Tsukuda Mfg menjadi bagian dari project roket. Pada waktu yang ditentukan, roket pertama Jepang berhasil diluncurkan dengan sempurna, membawa mimpi dan juga harapan dari banyak orang, dan Tsukuda Mfg menjadi bagian dari sejarah besar itu.

Arc kedua pun dimulai yaitu munculnya saingan baru, perusahaan Sayama yang pimpinannya Shiina Naoyuki adalah jebolan NASA. Sayama mengancam mengambil posisi Tsukuda sebagai supplier valve untuk roket Teikoku. Selain itu, muncul tantangan baru juga yaitu permintaan dari Mano Kensaku, dokter Ichimura dan Sakurada-san yang meminta tolong Tsukuda Mfg mewujudkan mimpi mereka membuat alat katup jantung buatan bernama GAUDI untuk anak kecil yang bermasalah dengan kelainan jantung. Nah, bagaimana arc kedua ini  berlangsung aku akan skip ya, tapi yang jelas arc kedua ini gak kalah serunya dengan yang pertama. Dan lebih serunya, di arc kedua ini, jumlah villain-nya lebih banyak dan juga lebih menyebalkan.


Cast

Keren dan pas mantap jaya! Hiroshi Abe tentunya selalu prima dalam akting perannya. Tsukuda yang ambisius, kharismatis, optimis dan humanis sangat terpancar dari Hiroshi Abe. Ya, selain tentunya karena memang si Om yang tingginya 189 cm ini sangat gagah perkasa meski cuman berdiri saja.  Hehehe. Fisik sangat mendukung. I love you Om!

Pemeran kedua yang menarik perhatianku adalah yang memainkan Shiina Naoyuki.  Kenapa? Soalnya aku setengah mati kesal sama orang ini. Nyebelin dan licik banget. Cara kameramen mengambil ekspresi dia yang difokuskan ke mukanya  (di-zoom segedhe layar) mungkin yang membuat efek seringainya tambah kena. Sumpah, keselnya mirip sama kesalnya nonton tokoh jahat di sinetron Indonesia. Lebay alias berlebihan.

Pemeran Zaizen-san yaitu Kikkawa Koji juga bagus.  Semakin dilihat semakin kalem si bapak ini. Dan tentu saja juga semakin oke. Kalau dilihat dari umurnya si bapak ini sudah 50an tahun tapi coba lihat bodinya dengan suit yang selalu dipakainya. OMG, he’s perfect! Eh, kok malah fokus ke badan si bapak. Hehehe. Dalam aktingnya yang tidak terlalu banyak, Kikkawa Koji-san berhasil membuatku terpesona dengan kebijaksanaannya. Awalnya sih rada tidak suka tapi lama-lama charm-nya keluar juga.  

Zaizen Michio


Tao Tsuchiya as Tsukuda Rina

Para petinggi Tsukuda Mnf juga pada keren aktingnya yaitu Yasuda Ken (tentunya), Tatekawa Danshun, Soko Wada, Ayumi Tanida, semuanya juga keren aktingnya. Si cantik Tao Tsuchiya juga lumayan bagus di sini. 

Yang ganteng selain Hiroshi Abe adalah Yamazaki Ikusaburo. Selain ganteng, dia juga berakting lumayan baik. Dia bisa memainkan Mano yang nyebelin kemudian berubah menjadi Mano yang lovable banget. Bedanya apa? Ya, benar! Kumisnya dihilangkan membuat dia jadi imut banget. Ada yang setuju denganku? Meskipun agak sedikit kurang natural ketika karakter  Mano Kensuke yang keras kepala tiba-tiba berubah drastis 180 derajat menjadi baik banget.

Setting, Kostum

Untuk ukuran dorama, seluruh setting di dorama ini keren  banget. Mau jalan-jalan di dalam pabrik? Bisa banget. Mau lihat ribuan pekerja perusahaan? Ada juga scene-nya. Pokoknya paket komplit deh. Meskipun ada sedikit kurang greget dikit di cgi pas mesin roketnya dinyalakan, tapi ya tidak mengurangi dari estetika dorama ini sendiri. Great job!

Suka banget lihat cowok pake suit. Seragam kerja juga rapi dlihat di sepanjang dorama. Sampai aku memperhatikan jika tiap perusahaan punya seragam masing-masingnya. Well done tim kostum.

OST
Suka OSTnya, cukup intens di bebarapa bagian dan menambah ketegangan dari kisah yang disampaikan. 


Sudah cukup sekian sepertinya. Pokoknya Shitamachi Rocket wajib ditonton deh.


9/10




More about Shitamachi Rocket: d-addictsasianwiki


Gak nyadar kalau hari ini tanggal 21 April sampai aku buka-buka medsos dan banyak melihat postingan cewek-cewek berkebaya dengan keterangan 'Selamat Hari Kartini'. Oiya ya, sekarang hari Kartini. Ah, tapi mungkin hari ini akan sama aja, gak ada spesial-spesialnya bagiku yang sedang liburan, mendedikasikan waktu untuk 'almost doing nothing in particularly'. Yah, yang special mungkin hanya filmnya si ganteng Chicco Jerikho 'Surat Cinta Untuk Kartini' yang tayang perdana hari ini. Tapi, kebetulan oh kebetulan, ada yang kebetulan terjadi hari ini, di hari Kartini ini. Apa itu?

Pagi tadi ditemani segelas kopi, kubuka e-kanvas di iPad, mencari-cari inspirasi nggambar apa hari ini? (OMG, I love it so much. Keep up date with my doodling and drawing di akun ig @sudiyah262 ya. Hahaha). Dan, ketika kubuka album foto, kulihat gambar bunga Anyelir atau Carnation. Warna ungunya yang cerah memberikanku rasa yang menyenangkan. Okay, dialah inspirasiku hari ini dan kugambarlah dia. 

Aku mencari-cari tag yang tepat untuk hasil gambarku dan bertanyalah aku ke si Google. Banyak arti dan makna yang hampir semuanya bagus-bagus sih, gak jauh dari ungkapan cinta dan kasih sayang. Namun satu yang paling kena di rasaku yaitu 'Carnation is the symbol of the undying love of a mother', bahwa Carnation adalah simbol cinta abadi sang Ibu. Owh, manis banget gak sih! Aku langsung jatuh hati. 

Bunga Anyelir ini khusus kupersembahkan untuk Ibuku dan semua Ibu di seluruh dunia. Kasih sayang seorang Ibu memang menjadi legenda di seluruh semesta. Nggak ada yang abadi katanya, tapi untuk cinta seorang Ibu, aku bisa meragukannya. Menjadi Ibu adalah hak istimewa seorang perempuan. Jika Kartini adalah simbol emansipasi di nusantara, maka Ibu adalah simbol cinta di seluruh dunia. Kartini pun juga seorang Ibu, maka Carnation ini juga untuk kamu. 

Dan, tidak melulu harus 'bereproduksi' untuk bisa menjadi seorang Ibu, seperti pula tidak semua yang 'bereproduksi' layak menjadi Ibu.  😌

Jadi kebetulannya apa? Ya kebetulan karena Ibu Kita Kartini. 

Selamat Hari Kartini! (Eh, bukan hari Ibu ya. 😄)





"Kalau pengen ngrasain nikmatnya malam minggu, maka jadilah orang kantoran.", seorang kawan pernah berkata.

Kok bisa? Bukannya dari Senin sampai ketemu Senin lagi hari masih begitu-begitu juga. Lalu, kenapa akhir pekan jadi istimewa?

Ah! Aku ingat sebuah perumpamaan lama, "Jika ingin membuat dirimu lebih pintar, maka beradalah di antara orang bodoh.".

Jika ingin Sabtu-Minggu menyenangkan, jadikan hari lain menjadi tidak menyenangkan!

Nah, nyambung kan.

Ngopi dulu yuk. (Doodle ala-ala, ku, Mau rekues boleh lho :P )

Aku jadi berpikir lagi, kenapa aku merasa apa yang para orang kantoran itu rasakan. Weekend terasa jadi sangat dirindukan. Ah, jangan-jangan.... Ah, itulah, tak perlu kutuliskan.

Tapi,... Ini tapi, jika saja bisa menjadikan setiap hari menyenangkan layaknya akhir pekan, bukankah pasti akan keren?! "Everyday is weekend seperti itu.  Kkkk (ini bunyi ketawa nyinyir becanda ceritanya.)

Ketika Senin sampai Jumat, dari pagi sampai sore menjadi wajib bagiku untuk duduk manis di depan meja dan menghadap layar komputer, entah mengerjakan apapun itu demi karir yang katanya akan membawa kepada masa depan yang lebih pasti, aku merasa malah kepastian itu membuat aku jadi was-was. Lha kok bisa?

Dan ketika Jumat sore tiba, dan rasanya seolah hidup mengembalikanku pada warna-warna tak terduga, aku menjadi deg-degan, excited lah. Ah, mau ngapain ya akhir pekan ini? Naik gunung Salak pasti asyik, ngikut teman-teman manjat tebing keknya seru juga, jalan-jalan ke kota dan bereksperimen aneh-aneh kayaknya juga lumayan, atau bisa juga di kamar aja nonton dorama, nulis review dan ber-fangirl-ria di fandom Jpop? Seru banget pastinya! Gilak! Banyak banget rasanya yang ingin kulakukan di 2.5 hari dari 7 hari yang ada. Aku selalu bersemangat.


Lagi kangen juga sama emak Roma. :) Naik gunung kapan lagi euy?

Was-was di 5 hari sebelumnya kenapa? Karena bosan. Boredom, bosan adalah momok (atau teman) yang selalu menyertaiku selama ini. Entah setan (atau malaikat) yang selalu menjadi pengikutku untuk apapun yang kulakukan dari dulu yang menuntut pola, sesuatu yang bisa ditebak. Itu kurasa enggak asyik, kurang hidup. Bayangan harus menghabiskan waktu tanpa jejak itu menyakitkan imajinasiku. Sumpah ngeri! Meskipun ada sudut hati yang berbisik, "Songong banget lu! Kapan belajar serius dan menjadi orang dewasa?!", katanya. Tapi suara itu lemah sekali sehingga aku abaikan saja.

Ups! Tapi jangan salah, bosan yang kurasakan adalah tentang rutinitas ya, polanya. Ini beda dengan apa yang pekerjaannya sendiri. Aku jatuh cinta dengan dunia riset sejak dulu dengan satu alasan bahwa riset itu membawa sesuatu yang kita belum tahu, gak ketebak, dan itu seru. Jadi, aku tegaskan dulu bahwa aku mencintai pekerjaanku. Dan aku merasa, aku bisa bertanggung-jawab untuk output dan jadwal yang telah aku sepakati. Semoga paham maksudku. 


Aku berandai, lalu bagaimana ketika aku bisa mewujudkan semboyan 'everyday is weekend' itu? Tiap hari libur terus?

Nah, aku jadi kepikiran juga. Ketika sesuatu itu acak dan tidak membentuk suatu keteraturan atau tidak berpola, maka ada yang menyebut ini sebagai pola acak. Persis sama dengan ungkapan 'tidak memilihpun adalah sebuah pilihan'. Tunggu dulu, tiba-tiba aku kepikiran.

Apa!!! (nada lebay sinetron kita sambil melotot) Jadi, selama ini---- Ya, benar banget Net (ngomong ke aku sendiri), "Kita itu tidak pernah bisa bebas dari pola seperti halnya kita tidak bisa bebas dari pilihan." Selama kita hidup, kita akan dihadapkan pada semua itu. Jikapun kamu bisa liburan sepanjang waktu, kamu akan bosan dengan liburanmu itu!  Hahaha… Meskipun liburan itu dibayar? (Mana ada? Yang seleb liburan itu di tipi-tipi? Eh, itu juga kerja neng!) Mangkanya para pengangguran itu banyak yang setres karena terlalu banyak waktu luangnya.

Intinya, muncul persamaan yang menarik nih. Jika kerja di weekday sama dengan membosankan, dan ketika setiap hari libur terus-terusan juga membosankan. Maka,
Every day is weekend = Everyday is weekday.
Weekend = weekday
Ha ha ha.. Balik lagi kan jadinya. Weekend sama weekday itu gak ada bedanya. Sama saja.. Toh waktu masih 24 jam sehari dan ya begitu-begitu saja. Lalu apa bedanya? Tentunya kita yang bikin beda, rasa kita sebagai manusia. Aku agak ragu ketika berpikir apakah si Mamet, kucingku itu punya weekday dan weekend. Bagi dia ya sama aja, makan tidur pup, makan tidur pup, tiap hari begitu.

Kenalin, ini Mamet yang (mungkin) gak tahu konsep weekday-weekend. 


Kita sebagai manusia bisa bikin hari-hari kita jadi tidak membosankan. Bagaimana? Menurutku sih ya dengan mengkombinasikan antara aktivitas kehidupan kita yang beragam itu dengan seimbang. Orang kan macam-macam ya. Dan sah saja ketika masing-masing orang memilih cara mereka sendiri. Kalau boleh bikin proposal sih ya, bisa nggak sih jam kerja kantoran dikurangi? Hahaha…Kan seminggu ada 7 hari, kenapa nggak fifty-fifty?

Ada yang tahu kah, siapa dulu yang nyiptain sistem 5:2? Siapakah  yang memulai mitos weekday dan weekend? Siapakah yang menjadikan Senin menjadi momok banyak orang ngantor?

Mari kita akhiri teror 'I hate Monday' ini. Jadikan tiap hari menjadi berwarna-warni. We can work anywhere and anytime we want. Ambil secangkir kopi, ngudud bagi yang suka dimanjakan nikotin, atau sekedar mengawang menikmati angin di Senin pagi. Free your self.


I love everyday! 


SEE YOU ON TOP!