The Memoirs of a Geisha (By: Arthur Golden)

// // Leave a Comment

Judul      : The Memoirs of a Geisha
               (Memoar Seorang Geisha)
Penulis    : Arthur Golden
Bahasa    : Indonesia (penterjemah: Listiana Srisanti)
Halaman  : 496 hlm
Penerbit  : Gramedia 2006 (cetakan IX)
Skor       : ****


Sinopsis:
Kisah bermula ketika Chiyo, seorang gadis kecil 9 tahun anak nelayan di kota kecil bernama Yoroido di tepi Laut Jepang, dijual kepada sebuah Okiya (rumah Geisha) terkenal di Kyoto.  Kehidupan di Okiya sangat berat sehingga Chiyo pernah suatu kali berencana melarikan diri namun gagal. Karena tindakan nekat itu, Chiyo terancam menjadi pelayan seumur hidup. Suatu hari di tepi Sungai Shirakawa, ketika sedang bersedih dan bersedih, Chiyo bertemu dengan Iwamura Ken, seorang laki-laki dewasa yang baik dan telah menarik hatinya. Ketika itu Iwamura Ken sedang berjalan bersama seorang Geisha. Sejak saat itulah Chiyo bertekad untuk menjadi seorang Geisha agar bisa bertemu lagi dengan Iwamura Ken.

Untuk menjadi seorang Geisha bukanlah jalan yang mudah. Seorang calon geisha harus menerima pendidikan geisha dengan disiplin yang keras. Banyak hal yang harus dipelajari dari mulai menari, memainkan alat musik, menuang sake, memakai dandanan tebal, memakai kimono, dan bagaimana bersaing dengan sesama geisha untuk menjadi yang paling terkenal. Ketika itu Chiyo bertemu dengan Mameha, seorang geisha terkenal yang kemudian menjadi pelatihnya. Mameha adalah saingan dari Hatsumomo, geisha yang juga terkenal yang berasal dari Okiya dimana Chiyo berada. Akhirnya tiba saatnya ketika Chiyo melakukan debut sebagai seorang geisha dengan nama Sayuri. Tidak memerlukan waktu lama hingga kemudian Sayuri menjadi geisha paling terkenal dan berhasil bertemu dengan Iwamura Ken.


Namun ternyata kehidupan geisha yang gemerlap itu tidak dapat bertahan lama karena ketika perang berkecamuk, semua Okiya terpaksa harus ditutup. Sayuri-pun harus meninggalkan dunia geisha dan memulai hidup baru sebagai rakyat biasa. Namun perjalanan hidup sayuri tidak berhenti sampai di sini saja. Setelah tidak lagi menjadi geisha, Sayuri tetap mengalami berbagai kejadian-kejadian yang membuat kehidupannya berliku-liku dan penuh dengan kejutan.

Pendapat saya:
Selama ini banyak yang menyalah-artikan geisha dengan wanita penghibur selayaknya pelacur. Melalui buku ini, Sir Arthur Golden akan meluruskan pandangan tersebut dengan mengajak pembaca menyelami dan memahami dunia geisha sesungguhnya. Geisha adalah wanita penghibur, layaknya pekerja seni. Meskipun keperawanan seorang geisha dilelangkan namun seorang geisha tidak menjual seks.

The Memois of Geisha adalah buku yang spektakuler. Kisah tentang geisha dan kehidupannya dideskripsikan oleh Sir Arthur Golden dengan lengkap. Tidak hanya bagaimana rumitnya seluk-beluk dunia geisha, namun juga berbagai intrik dan hubungan emosional para pelakunya. Buku ini membedah dari dalam dunia geisha yang terlihat gemerlap dan glamor dari luar. Perjuangan para geisha yang keras untuk bersaing menjadi nomor satu dan mempertahankan kedudukannya dapat dilihat dari persaingan antara Hatsumomo dan Sayuri.

Kisah Sayuri dan Iwamura Ken merupakan kisah yang romantis dan sangat menyentuh hati. Bagaimana Sayuri mencintai Iwamura Ken dan perjuangannya untuk membantu laki-laki itu sungguh sangat menawan diceritakan oleh penulis. Kesedihan, kebingungan dan kegundahah Sayuri dapat dirasakan oleh pembaca.

Kisah luar biasa ini telah mendapat perhatian dari banyak pembaca dan pemerhati buku. Kisah ini juga telah diangkat di layar lebar dengan judul yang sama “The Memoirs of a Geisha”. Film tersebut juga sangat baik menggambarkan kisah Sayuri meskipun tidak selengkap bukunya. Bagi yang menyukai film tersebut sudah seharusnya membaca buku aslinya, karena saya menjamin bahwa kisah lengkap kehidupan Sayuri dan kisah cintanya dengan Iwamura Ken akan dapat menawan anda. 

0 komentar:

Posting Komentar