[Mimpi 3] Pentas Seni, Tari, Sheila on7 dan Aku

// // Leave a Comment
Di suatu gedung dengan dua ruang yang tak bersekat. Sepertinya sedang ada acara seni di suatu suasana yang mirip dengan kampus. Aku di sana bersama dengan sejumlah penonton yang gayanya mirip mahasiswa IPB. Tak terlalu ramai, mungkin hanya ada kurang dari seratus orang di sana. 

Kuberjalan melalui pintu masuk dan kulihat ada panggung di sebelah kananku. Panggung pendek, hanya 3- cm-an yang di atasnya dipenuhi alat musik band. Satu kejutan yang tak membuatku terkejut di alam mimpi adalah ada Duta Sheila On 7 di sana, nampak sedang menyetel alat-alat musik itu. Aku berlalu dan menuju ruang sebelahnya. 

Ruangan itu tak memiliki kursi satupun. Hanya ada tikar di lantai yang diperuntukkan bagi penonton. Panggung 30 cm-an pun juga ada di sana. Bedanya, panggungnya sangat luas, hampir 2/3 dari seluruh ruangan. Apa gerangan? Ternyata pertunjukan tari dan juga drama musikal.

Aku duduk berselonjor di barisan paling depan penonton yang tidak banyak. Kunikmati sajian pentas tersebut sambil bergumam, "Wah, enak juga ya nonton acara beginian di paling depan.". Aku ingat beberapa waktu sebelumnya, aku tidak mendapatkan posisi terbaik untuk menonton pertunjukan. (Dalam dunia nyata mungkin ini adalah acara Cap Go Meh minggu kemarin. :D)

Ada 4 penari di panggung itu. Mereka menarikan bersama beberapa tarian yang menurut pengetahuanku yang terbatas ini adalah tarian kontemporer. Yang membuatku terpesona adalah kostum mereka, sungguh menawan dan heboh. Kostum yang digunakannya mirip dengan kostum-kostum glamor di acara-acara karnaval Amerika sana. Warna-warni dan berkilauan. Beberapa kali kulihat para penari mundur dari panggung dan mengganti kostumnya secara kilat dibantu oleh asisten-asisten yang jumlahnya banyak. Mungkin lebih banyak dibanding penontonnya. Aihh,...

Di penghujung acara tari, 4 orang itu menyanyikan lagu tanpa mikrophone. Suara mereka bagus, tapi sayang tak terlalu keras terdengar. Sesekali ada penyanyi yang turun panggung menghampiri penonton, mungkin agar interaksinya lebih dalam. Aku diam saja menikmatinya. 

Setelah selesai menyanyi dalam drama musikal itu, 2 diantara penari tiba-tiba bergabung dengan penonton. Mereka berkerudung dengan gaya kerudung anak kuliahan. Bukannya duduk tapi mereka berbaring. Satu diantaranya berkata pada penonton, "Tarikkan aku tikarnya dong." Salah seorang penonton menarik salah satu tikar dobel di dekatnya dan memberikannya pada 2 orang itu. Merekapun menggunakan tikar itu sebagai selimut. Merekapun beristirahat, seakan tak peduli jika di ruang sebelah bunyi musik band mulai mengalun.

Intro-intro lagu yang kukenal milik S07 mulai mengalun. Acara seni memang akan ditutup oleh penampilan bandnya Duta ini. Intro lagu 'Sahabat Sejati' mengalun dan membuat penonton di ruang tari bersemangat untuk pindah ke ruang sebelah. Aku merasa kurang tertarik dan biasa saja. Aku tak tahu apakah aku juga ikut beranjak atau malah diam saja.

"Sahabat sejatiku. Hilangkah dari ingatanmu, di hari kita saling berbagi. Dengan kotak sejuta mimpi.....", Duta-pun bernyanyi. 


Dan itu pula yang mengakhiri mimpiku pagi ini. 


@himawari262





0 komentar:

Posting Komentar