Langit Bada di batas Sadar

// // 3 comments
Dalam pagi secangkir kopi
Terdengar lagu "Bawalah aku selalu ke langit biru"
Seperti si empunya lagu mem'boomerang'kan hati dan pikiranku

Hampir saja aku lupa,
Batas biru yang terbatas di atas langit yang kujunjung saat ini
Tiupan angin lembah yang selalu membelaiku
Hijaunya bukit yang memangkas horizonku,

Tengadahku di atas tak berbatas, biru,....
Awan-awan putih seakan kembali membawa metafora yang kembali hidup,
Dalam jiwa yang hampir saja tumpul

Rasanya ingin pulang
Dalam kedamaian ini selamanya,
Entah dimanakah? Aku ingin selalu berada di bawah langit biru ini.

Langit Lembah Bada yang menaungiku saat ini
Selalu akan menjadi boomerang yang selalu kembali lagi padaku
Sejauh apapun aku melemparkannya dalam kenangan menghilang

Dia akan selalu mengingat.
Dingin ini, hijau ini, biru ini, putih ini, lembah ini,...


20 Mei 2013 di Lembah Bada, Tuare

Langit Bada yang selalu membuatku jatuh cinta


3 komentar: Leave Your Comments

  1. puisinya bkin merinding,.
    kalau bleh tau waktu k bada tnggal dmn??

    BalasHapus
    Balasan
    1. he.. makasih ya.. aku tinggal di desa Tuare. kamu dari Bada ya? aku tahu dari nama keluarganya, sama dengan orang yang aku temui di Desa Pada. :)

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus