Yusni, seorang kawan ilmuwan dari Palembang

// // Leave a Comment
Ini adalah catatan tentang seorang sahabat, seorang teman yang dalam hidupku yang cuma sekali ini telah ditakdirkan oleh Tuhan untuk kutemui. Ya, melalui catatan ini aku ingin mengungkapkan betapa mereka-mereka ini sangat berharga. Benar-benar berharga hingga aku bahkan kadang tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. 

Suatu siang di pondok (Yusni, K Irawan, aku) '08
Cerita kali ini adalah tentang Yusni. Yusni Atmawijaya nama lengkapnya. Seorang kawan yang entah sengaja atau tidak kutemui di kota Pempek-Palembang. Meski aku yakin tidak ada yang namanya kebetulan, tapi pertemuanku dengan Yusni mungkin bisa dibilang telah didesain sebelumnya. Desainer bernama Tuhan tentunya. Ini juga berlaku bagi semua pertemuan-pertemuanku dengan kawan-kawanku yang lainnya. Halah,... Kumat lagi lebay-nya. Ya begitulah Yus, aku masih menjadi orang yang lebay dan masih sok-sokan puitis. Tentu kamu masih ingat kan tragedi sms nyasar itu. Hahaha.. Yes, I am still the same person as you know.

Pertama kali ketemu Yusni ketika aku sedang bermain ke Palembang, menghabiskan sisa waktu setelah kelar PKL di Krui, Lampung. Waktu itu aku punya waktu sisa 1 bulang yang sangat sayang jika tidak dipakai untuk jalan-jalan. Aku putuskan untuk bermain ke Palembang, karena di sana ada Uyung, seorang kawan pecinta alam dari Unsri yang sebelumnya telah kukenal di Bogor. Jadi Yusni adalah kawan dari seorang kawan. Ketertarikan terhadap alamlah yang akhirnya mempertemukan kita. Jurusanmu biologi kan? Masih sangat jelas di ingatanku ketika kita pernah berbeda pendapat saat diskusi tentang konservasi. Ya ya, beda pendapat itu selalu menyenangkan, lebih seru, lebih asik. Ya kan?

Waktu itu, satu minggu yang sangat berharga bersama Legua, kelompok caving bentukan kawan-kawan penggiat caving di Sumatera Selatan. Legua waktu itu akan mengadakan penelusuran gua di Kecamatan Kikim, di daerah Lahat. Untungnya waktu itu itu Uyung mengajakku ikut serta dan mengenalkanku pada kawan-kawan di Legua. Ah masih ingat aku dengan Maman, Deven, Bertha, Yusni, dan perempuan satu-satunya Mike. Kebetulan juga waktu itu ada Algi, kawan dari Jakarta yang sedang ada tugas dari organisasinya. Lengkaplah tim penelusuran gua. Yah, kalau bisa dibilang aku hanyalah tambahan saja di tim itu. Pemeriah, tim hore, pelengkap saja. Tapi aku sungguh sangat senang. Serius. Meskipun caving bukanlah sesuatu yang kudalami, namun berteman dengan teman baru di tempat baru bagiku adalah hal yang paling menyenangkan.

Bedanya caving di Jawa dan Sumatera benar-benar kurasakan saat itu. Caving di Sumatera bisa dikatakan adalah gabungan antara gunung-hutan dan caving. Butuh seharian waktu untuk sampai di lokasi goa. Sumpah, itu cukup jauh dan menguras tenaga. Panas matahari siang sangat menyengat terlebih ketika kita harus melewati kebun-kebun yang terbuka. Berapa kali kita harus menyeberangi sungai-sungai yang cukup lebar. Aku ingat waktu itu Yusni memakai tas carrier yang cukup besar. Dan aku yakin itu pasti sangat melelahkan. Tapi seru ya...

Selama peneluran goa itu adalah awal mula saat kita mulai saling kenal. Setelah kita kembali ke Palembang dan aku harus meneruskan jalan-jalanku ke Jambi sampai kemudian aku balik ke Bogor lagi, kita tidak pernah berhenti berkomunikasi. Satu hal yang paling kusuka dari Yusni adalah bahwa kamu tidak segan-segan mengirim sms meski hanya sekedar bertanya kabar. Kamu tahu? Itu adalah salah satu hal sederhana yang semakin kesini kurasa semakin sulit. Dan hal itulah yang kurasa membuat seseorang kehilangan perkawanannya. Bahkan sampai sekarangpun kita masih saling berkomunikasi kan ya. Hehehe.

Satu hal yang paling kusesalkan tentang kamu adalah ketika kamu datang ke Bogor, mungkin di saat yang tidak terlalu baik. Waktu itu aku sedang sakit gigi. Gigi bungsuku sedang mendesak keluar dari gusiku, menabrak-nabrak sarafku, dan itu rasanya sakit sekali. Sakit yang membuatku uring-uringan setiap hari, pada siapa saja. Dan kamu datang saat itu. Maaf ya Yus, jika mungkin waktu itu aku sempat bersikap kurang mengenakkan. Sungguh aku tak pernah punya maksud apapun. Justru aku senang kamu main ke tempatku, berkenalan dengan teman-temanku. Pasti ingat 'Emping' kan? Sama-sama makhluk biologi kalian ini.

Sudah berlalu 6 tahun sejak kita bertemu dulu itu. Sudah lama tidak jumpa dirimu. Tapi aku yakin sekali, bahwa kamu akan selalu baik-baik saja. Semangatmu yang menggelora pada ilmu pengetahuan alam kuharap akan selalu kamu bawa. Apapun yang kamu geluti sekarang, kudoakan selalu sukses. Eh, aku tidak tahu aktivitasmu apa? Hehehe. Aku belum update info terbaru darimu. Tapi tidak apalah, aku yakin kamu tetap menjadi Yusni yang baik, yang pintar, dan kritis. Semangat ya kawan.


Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi, mungkin caving bareng lagi, atau hanya sekedar ngopi di kedai  sambil bercerita sudah sampai sejauh mana hidup telah membawa kawanku pergi. 

Eh, mungkin kamu ingin tahu kenapa kutulis Yusni, seorang kawan ilmuwan. hehehe. Karena kamu memang ilmuwan Yus. Cocok kamu jadi peneliti. Itu pikirku ya.. Hehe
----------
Tim Penelusur Goa (-Algi)

0 komentar:

Posting Komentar